Konten dari Pengguna

Apa Itu Angin Duduk? Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya di Sini

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa Itu Angin Duduk. Foto: UnsplashJesse Orrico.
zoom-in-whitePerbesar
Apa Itu Angin Duduk. Foto: UnsplashJesse Orrico.

Apa itu angin duduk? Sebuah pertanyaan yang muncul ketika mendengar kata-kata angin duduk. Angina atau yang sering disebut juga dengan angin duduk adalah sebuah penyakit yang terjadi karena adanya gangguan pasokan oksigen dan aliran darah ke otot jantung.

Mengutip dari website ners.unair.ac.id, angin duduk adalah suatu penyakit yang ditandai dengan nyeri dada akibat otot jantung kurang mendapatkan pasokan oksigen dari aliran darah. Pasokan darah ke otot jantung terganggu karena pembuluh darah menyempit.

Selain itu, angin duduk juga bisa terjadi karena adanya beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko angin duduk. Misalnya seperti kadar kolesterol tinggi, penyakit diabetes, hipertensi, stress, obesitas, perokok aktif, dan lain-lain.

Daftar isi

Apa Itu Angin Duduk?

Apa Itu Angin Duduk. Foto: Unsplash/Ali Hajiluyi.

Pertanyaan apa itu angin duduk terkadang muncul di kepala secara sadar atau tidak sadar. Dari penjelasan medis, angin duduk merupakan sebuah penyakit yang bisa menyerang siapa saja dan terjadi secara mendadak.

Angin duduk adalah nyeri dada yang disebabkan oleh kurangnya oksigen yang masuk menuju otot jantung melalui aliran darah. Penyakit ini seringkali disalahartikan dan dianggap remeh.

Hal ini karena angin duduk memiliki gejala mirip dengan permasalahan yang ringan.

Padahal faktanya, penyakit ini sangat serius karena berkaitan erat dengan gangguan jantung yang perlu ditangani sesegera mungkin. Pada umumnya, penyakit ini muncul dengan tanda nyeri yang sangat kuat pada dada seperti tertindih, terbakar, atau tertusuk.

Penyakit ini biasanya terjadi saat penderita sedang melakukan aktivitas, yaitu saat jantung memompa darah lebih cepat. penyakit ini juga bisa menyebabkan komplikasi yang serius.

Namun tak perlu khawatir, dengan gaya hidup sehat bisa mengurangi risiko terjadinya penyakit ini.

Gejala Penyakit Angin Duduk

Apa Itu Angin Duduk. Foto: Unsplash/Robina Weermeijer

Pada umumnya, gejala penyakit angin duduk digambarkan seperti nyeri dada atau tekanan. Sebagian besar penderitanya juga merasakan sensasi direas atau sesak pada bagian dada. Beberapa penderita yang lain mengatakan gejala angin duduk seperti gangguan pencernaan.

Terkadang para pengidap penyakit ini juga merasakan gejala yang tidak bisa diungkapkan secara spesifik. Namun, jika angin duduk terjadi, berikut adalah sejumlah gejala yang bisa terdeteksi dan dirasakan oleh pengidapnya:

  1. Nyeri dada yang menjalar menuju lengan kiri, leher, rahang, bahu, gigi, dan punggung.

  2. Dada seperti terhimpit atau tertekan benda berat.

  3. Sesak pernapasan.

  4. Tubuh terasa lelah.

  5. Mual.

  6. Pusing.

  7. Gelisah.

  8. Keringat dingin dengan kapasitas berlebih.

  9. Pingsan.

Gejala angin duduk biasanya muncul saat beraktivitas dan akan berkurang atau hilang saat beristirahat atau setelah mengonsumsi obat. Jenis angin duduk ini dikenal sebagai angin duduk stabil.

Namun, dalam beberapa kasus, angin duduk tetap tidak hilang meskipun sudah beristirahat dan mengonsumsi obat, atau bahkan muncul saat sedang beristirahat. Kondisi ini disebut angin duduk tidak stabil.

Penyebab Angin Duduk

Penyebab utama dari angin duduk adalah terjadinya penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh koroner yang berfungsi mengalirkan darah untuk jantung. Akhirnya jantung tidak bisa bekerja dengan baik karena tidak cukup darah yang kaya dengan oksigen.

Ketika pembuluh koroner menyempit, pasokan oksigen ke otot jantung terganggu, sehingga jantung tidak dapat memompa darah dengan efektif. Kondisi ini dikenal sebagai penyakit jantung koroner.

Penyebab utama penyakit jantung koroner adalah terbentuknya plak atau penumpukan lemak di dalam pembuluh darah koroner (aterosklerosis). Pembuluh darah yang sudah menyempit dapat semakin sempit saat penderita beraktivitas.

Berikut adalah beberapa pemicu penyakit angin duduk:

1. Angina Stabil

Kondisi ini biasanya dipicu oleh aktivitas fisik, seperti olahraga. Ketika berolahraga, jantung memerlukan pasokan oksigen yang lebih banyak dari aliran darah.

Namun, jika ada penyumbatan atau penyempitan pada pembuluh koroner, kebutuhan oksigen tersebut tidak dapat terpenuhi. Angina stabil juga bisa disebabkan oleh faktor lain, seperti merokok, stres, makan berlebihan, atau udara dingin.

2. Angina Tidak Stabil

Kondisi ini terjadi akibat penumpukan lemak atau pembekuan darah yang mengurangi atau menghalangi aliran darah ke jantung. Meskipun penderita sudah minum obat dan beristirahat, nyeri dada tetap muncul.

Jika tidak ditangani dengan baik, angina tidak stabil dapat berkembang menjadi serangan jantung.

3. Angina Varian (Angina Duduk Prinzmetal)

Pada kondisi ini, terjadi penyempitan sementara pada arteri jantung akibat spasme atau kekakuan pembuluh darah. Jenis angina ini bisa menyerang seseorang bahkan saat sedang beristirahat, karena dapat terjadi kapan saja.

Penyempitan sementara pada pembuluh darah menyebabkan berkurangnya pasokan oksigen ke jantung, yang mengakibatkan nyeri dada. Gejala angina varian ini dapat diredakan dengan pengobatan.

Adapun faktor-faktor risiko angin duduk di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Kolesterol yang tinggi

  • Diabetes

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)

  • Masalah pada katup jantung

  • Kegemukan atau obesitas

  • Kebiasaan merokok

  • Kecanduan alkohol

  • Kurang aktif berolahraga

  • Riwayat angin duduk dalam keluarga

  • Usia 45 tahun ke atas untuk pria atau 55 tahun ke atas untuk wanita

  • Konsumsi alkohol secara berlebihan

Cara Mengatasi Angin Duduk

Apa Itu Angin Duduk. Foto: Unsplash/Eduardo Goody.

Segeralah pergi ke IGD jika sedang merasakan gejala angin duduk untuk pertama kalinya. Atau jika sudah memiliki obat angin duduk, segera konsumsi obat tersebut dan istirahatkan tubuh dimulai saat gejala muncul.

Namun, jangan tunda untuk mencari bantuan medis jika gejala angin duduk tidak membaik atau malah semakin parah, terutama jika disertai sesak napas, keringat berlebihan, atau nyeri yang menjalar ke lengan, rahang, atau punggung.

Jika ada orang lain di sekitar, mintalah bantuan mereka untuk membawa ke rumah sakit terdekat. Perlu diingat, tidak disarankan mengemudi sendiri ke rumah sakit kecuali tidak ada pilihan lain.

Pengobatan angin duduk bertujuan untuk mengurangi gejala serta mencegah terjadinya serangan jantung. Penanganan ini biasanya melibatkan perubahan gaya hidup, pengobatan, dan prosedur medis tertentu.

Beberapa perubahan gaya hidup yang dianjurkan untuk mengatasi angin duduk meliputi:

1. Berhenti merokok

  • Memilih makanan yang rendah garam dan tinggi serat, seperti sayuran dan buah

  • Menghindari makanan tinggi lemak jenuh dan konsumsi alkohol

  • Menjaga berat badan ideal atau menurunkan berat badan jika mengalami kelebihan berat badan atau obesitas

  • Berolahraga secara rutin

  • Mengelola stres dengan baik

2. Obat-obatan

Jika perubahan gaya hidup tidak cukup untuk meningkatkan kesehatan jantung dan mengatasi angin duduk, dokter akan meresepkan obat-obatan. Beberapa jenis obat yang bisa digunakan untuk pengobatan angin duduk meliputi:

  • Nitrat

    Obat ini berfungsi untuk melemaskan pembuluh darah yang kaku, sehingga aliran darah ke otot jantung menjadi lancar. Contoh obat jenis ini adalah nitrogliserin.

  • Pengencer darah

    Obat ini mencegah sel darah menggumpal. Beberapa contoh obat dalam golongan ini adalah aspirin, clopidogrel, dan ticagrelor.

  • Antagonis kalsium

    Obat ini membantu melancarkan aliran darah ke jantung dan mencegah angin duduk, serta melemaskan sel-sel otot dalam dinding pembuluh darah. Contoh obat golongan ini adalah amlodipine dan diltiazem.

  • Penghambat beta

    Obat penghambat beta menurunkan tekanan darah dan denyut jantung, sehingga mengurangi beban kerja jantung.

  • ACE inhibitor

    Obat ini melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.

  • Statin

    Obat ini berfungsi untuk menurunkan kolesterol dalam darah, mencegah kerusakan pada pembuluh darah.

3. Tindakan medis

Jika obat-obatan tidak efektif, dokter akan menyarankan beberapa tindakan medis, seperti:

  • Pemasangan ring jantung

    Prosedur ini bertujuan untuk melancarkan aliran darah dengan cara melebarkan pembuluh darah yang menyempit dan memasang alat berbentuk cincin agar pembuluh darah tidak kembali menyempit.

  • Operasi bypass jantung

    Prosedur ini bertujuan untuk mengalihkan aliran darah yang terhambat dengan membuat jalur pembuluh darah alternatif, yang dapat diambil dari bagian tubuh lain.

Pencegahan Angin Duduk

Angin duduk bisa dicegah dengan beberapa langkah berikut:

  1. Berolahraga secara teratur, seperti bersepeda santai, berjalan kaki, atau berenang

  2. Mengonsumsi makanan yang baik untuk jantung, terutama yang kaya serat dan lemak tak jenuh, seperti sayuran, buah-buahan, ikan tuna, dan minyak zaitun

  3. Menghindari makanan yang mengandung banyak garam dan lemak jenuh, seperti santan, gorengan, keju, dan mentega

  4. Mengonsumsi obat secara rutin sesuai dengan petunjuk dokter

  5. Menjaga berat badan tetap ideal

  6. Menghindari konsumsi alkohol

  7. Berhenti merokok

Demikian adalah penjelassan terkait apa itu angin duduk secara lengkap. Untuk mencegah angin duduk, penting untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin, terutama bagi mereka yang memiliki diabetes, hipertensi, atau faktor risiko lainnya.

Pemeriksaan berkala membantu mengelola faktor risiko dengan lebih efektif dan memungkinkan deteksi masalah sejak dini. (Nisa)

Baca juga: 50 Manfaat Biji Wijen yang Belum Diketahui Banyak Orang