Apa Itu Diabetic Foot? Ini Definisi, Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi penderita diabetes, menjaga kadar gula darah tetap stabil bukan satu-satunya hal penting. Salah satu komplikasi yang sering diabaikan, tetapi bisa berakibat fatal adalah diabetic foot. Apa itu diabetic foot?
Merujuk American Diabetes Association (ADA), diabetic foot adalah istilah medis untuk menggambarkan kondisi kaki yang mengalami komplikasi akibat penyakit diabetes melitus.
Penderita diabetes sering mengalami gangguan pada pembuluh darah dan sistem saraf perifer. Akibatnya, aliran darah ke kaki berkurang dan sensitivitas rasa pada kaki menurun.
Kondisi ini membuat luka kecil pun bisa berkembang menjadi infeksi serius tanpa disadari. Untuk mengetahui penjelasan lengkap mengenai diabetic foot, simak uraian berikut ini.
Penyebab Diabetic Foot
Dikutip dari buku Kenali Ulkus Diabetik, Penyebab dan Manajemen Penatalaksanaannya karya Nusdin, S.Kep., Ns.,M.Kes., penyebab diabetic foot, di antaranya:
1. Neuropati Diabetik
Neuropati adalah kerusakan saraf akibat kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang. Saraf-saraf di kaki menjadi kurang sensitif sehingga penderita tak merasakan luka, panas, atau tekanan. Luka kecil bisa tak disadari dan dibiarkan terlalu lama.
2. Gangguan Sirkulasi Darah
Kadar gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah, terutama di bagian tubuh yang jauh dari jantung seperti kaki. Sirkulasi darah yang buruk memperlambat penyembuhan luka sehingga lebih rentan terinfeksi dan memburuk.
Baca Juga: Apakah Diabetes Bisa Sembuh? Ini Penjelasannya
Gejala Diabetic Foot
Penting untuk mengenali gejala diabetic foot sejak dini agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin. Berikut beberapa tanda-tanda mengalami diabetic foot umum:
Luka pada kaki yang sulit sembuh.
Kulit kaki terasa kering dan pecah-pecah.
Kaki terasa mati rasa atau kesemutan.
Perubahan warna kulit (kemerahan, kehitaman).
Pembengkakan atau nanah di sekitar luka.
Kaki terasa dingin atau tak hangat meski dalam suhu normal.
Kuku kaki tumbuh ke dalam dan menyebabkan infeksi.
Bau tak sedap dari area kaki.
Jika tak segera ditangani, luka diabetic foot bisa berkembang menjadi infeksi serius dan menyebabkan jaringan mati (nekrosis), bahkan amputasi.
Cara Mencegah Diabetic Foot
Kabar baiknya, World Health Organization (WHO) menerangkan bahwa diabetic foot bisa dicegah dengan perawatan yang tepat dan disiplin dalam menjaga kesehatan kaki. Berikut langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
1. Kontrol Gula Darah Secara Teratur
Menjaga kadar gula tetap stabil adalah kunci utama untuk mencegah komplikasi, termasuk diabetic foot.
2. Periksa Kaki Setiap Hari
Periksa adanya luka, goresan, atau perubahan warna di kaki. Gunakan cermin jika sulit melihat bagian bawah kaki.
3. Jaga Kebersihan dan Kelembapan Kaki
Cuci kaki setiap hari dengan air hangat dan sabun lembut. Keringkan dengan baik, terutama di sela-sela jari. Gunakan pelembap pada telapak kaki, tetapi hindari area di antara jari-jari.
4. Gunakan Sepatu yang Nyaman dan Tak Sempit
Hindari sandal jepit atau sepatu sempit yang bisa menyebabkan gesekan. Gunakan kaus kaki berbahan lembut dan ganti secara rutin.
5. Hindari Menggunakan Alat Tajam untuk Mengatasi Luka Kecil atau Kapalan
Biarkan dokter atau tenaga medis menangani luka atau kuku yang tumbuh ke dalam agar tak memperparah infeksi.
(NDA)
