Konten dari Pengguna

Apa Itu Neurodivergent? Ini Pengertian dan Jenis-jenisnya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi neurodivergent. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi neurodivergent. Foto: Pexels.com

Istilah neurodivergent mulai diperbincangkan di tengah meningkatnya kesadaran tentang kesehatan mental dan psikologi. Bagi sebagian orang, istilah ini mungkin terdengar asing atau membingungkan.

Perlu dipahami bahwa neurodivergent bukanlah suatu penyakit, melainkan cara pandang baru terhadap perbedaan neurologis. Hal ini mencakup cara pikir, berinteraksi dengan lingkungan, atau memproses informasi secara berbeda dari standar umum di masyarakat.

Untuk lebih mudah memahaminya, simak penjelasan dalam artikel ini mengenai pengertian hingga jenis-jenis kondisi yang masuk dalam kategori neurodivergent.

Apa Itu Neurodivergent?

Ilustrasi neurodivergent. Foto: Pexels.com

Neurodivergent adalah istilah yang mengacu pada individu yang memiliki cara pikir, perilaku, atau pengalaman neurologis yang berbeda dari mayoritas populasi.

Individu yang termasuk dalam kategori ini memiliki otak yang berkembang dan bekerja secara berbeda karena suatu alasan. Perbedaan tersebut mungkin dipengaruhi oleh gangguan medis, gangguan belajar, dan kondisi lainnya.

Sementara itu, orang yang tak mempunyai neurodivergent disebut dengan neurotypical. Istilah neurotypical digunakan untuk menyebut individu yang memiliki fungsi otak dan perilaku yang dianggap sesuai standar dalam masyarakat umum.

Dalam kehidupan sehari-hari, orang neurodivergent sering kali menghadapi tantangan dalam sistem sosial, pendidikan, atau kerja. Kendati demikian, orang dengan neurodivergent disebut memiliki kecerdasan tinggi, kreativitas luar biasa, dan pendekatan unik terhadap pemecahan masalah.

Baca Juga: Perbedaan Gangguan Bipolar dan Skizofrenia dari Gejala hingga Pengobatan

Jenis-jenis Neurodivergent

Ilustrasi neurodivergent. Foto: Pexels.com

Mengutip laman Very Well Mind, berikut beberapa kondisi yang masuk dalam kategori neurodivergent:

1. Autisme

Autisme memiliki spektrum luas karena memiliki ciri-ciri dan kebutuhan dukungan yang beragam. Kondisi ini mencakup tantangan dalam bersosialisasi dan keterampilan sosial, perilaku berulang, dan kesulitan berkomunikasi, seperti membaca isyarat nonverbal.

2. Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD)

ADHD memengaruhi kemampuan seseorang untuk mengelola pikiran, perhatian, perilaku, dan emsoi mereka. Tanda -tanda ADHD termasuk kesulitan mengatur perhatian, gelisah, tak fokus, dan impulsif.

3. Disleksia

Disleksia adalah gangguan belajar yang memengaruhi kemampuan membaca, mengeja, atau menulis. Banyak orang disleksia memiliki kekuatan dalam berpikir visual dan berpola.

4. Dispraksia

Dispraksia juga dikenal sebagai Developmental Coordination Disorder (DCD). Kondisi ini memengaruhi koordinasi fisik dan kemampuan motorik seseorang.

Individu dengan dispraksia mungkin mengalami kesulitan dalam kegiatan fisik sederhana, tetapi bisa unggul dalam kemampuan verbal atau intelektual lainnya.

5. Tourette Syndrome

Jenis lain dalam kategori neurodivergent adalah Tourette Syndrome. Kondisi neurologis yang ditandai dengan gerakan atau ucapan yang tak terkendali. Namun, sejumlah penderita Tourette disebut memiliki kemampuan konsentrasi dan keuletan luar biasa dalam bidang tertentu.

(SA)