Perbedaan Gangguan Bipolar dan Skizofrenia dari Gejala hingga Pengobatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gangguan bipolar dan skizofrenia adalah kondisi kesehatan mental yang kerap disalahsartikan. Meski keduanya dapat memengaruhi cara orang berpikir dan bertindak, ada perbedaan mendasar di antara keduanya.
Faktor ini mencakup jenis gejala hingga pendekatan pengobatan yang digunakan. Untuk lebih memahaminya, simak artikel berikut yang membahas tentang perbedaan gangguan bipolar dan skizofrenia.
Apa Itu Gangguan Bipolar?
Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang menyerang kondisi psikis seseorang. Ini ditandai dengan perubahan suasana hati yang sangat ekstrem.
Suasana hati penderitanya dapat berganti secara tiba-tiba antara dua kutub (bipolar) yang berlawanan, yaitu kebahagiaan (mania) dan kesedihan (depresi) yang berlebihan tanpa pola atau waktu yang pasti.
Mengutip Medical News Today, ada beberapa jenis tipe gangguan bipolar, antara lain:
Bipolar I: Ditandai dengan setidaknya satu episode mania selama satu atau dua minggu. Mereka mungkin memiliki energi yang tinggi, berperilaku sembrono, dan bertindak sangat impulsif.
Bipolar II: Penderita mengalami episode depresi berat selama berminggu-minggu, sementara episode mania tergolong ringan (hipomania) yang dapat berlangsung beberapa hari atau lebih. Keduanya dapat berganti dengan cepat.
Cyclothymia: Jenis ini menampilkan perubahan suasana hati yang lebih ringan secara berulang-ulang minima dua tahun atau lebih.
Apa Itu Gangguan Skizofrenia?
Skizofrenia adalah kondisi kesehatan mental serius yang mengubah cara seseorang berpikir, merasakan, dan memahami lingkungan sekitar.
Gangguan ini bisa menyebabkan seseorang menarik diri dari kenyataan, mengalami halusinasi, serta memiliki pola pikir dan komunikasi yang kacau.
Adapun gejala skizofrenia terbagi menjadi tiga kategori:
Gejala Positif: Terdapat gejala psikotik yang muncul, seperti halusinasi, delusi, kebiasaan/berperilaku aneh, dan paranoid.
Gejala Negatif: Ini dapat mencakup tak ada minat dalam merawat diri, tak ada motivasi, kurangnya minat dalam melakukan interaksi sosial dan aktivitas sehari-hari.
Gejala Tak teratur: Gejalanya termasuk pemikiran, ucapan, dan gerakan yang tak teratur. Mereka mungkin juga bergerak dengan cara yang aneh, seperti berputar-putar tanpa alasan yang jelas.
Gejala Kognitif: Gejala ini dapat meliputi kesulitan dalam mengambil keputusan, masalah memori, dan gangguan perhatian.
Baca Juga: 7 Jenis Obat Kemoterapi untuk Kanker dan Cara Kerjanya
Perbedaan Gangguan Bipolar dan Skizofrenia
Terdapat beberapa perbedaan mendasar antara gangguan bipolar dan skizofrenia. Mengutip laman Healthline, berikut beberapa aspek yang membedakan antara keduanya.
1. Jenis Gejala
Gangguan Bipolar: Didominasi oleh perubahan suasana hati antara mania dan depresi yang drastis.
Skizofrenia: Didominasi oleh gangguan psikosis, seperti halusinasi dan delusi, serta pikiran yang tak teratur.
2. Pengobatan
Gangguan Bipolar: Penangannya mencakup obat-obatan seperti stabilizer suasana hati, antidepresan, dan antipsikotik serta melalui psikoterapi.
Skizofrenia: Penangannya mencakup obat-obatan seperti antipsikotik, psikoterapi, hingga rawat inap terutama jika ada risiko terhadap diri sendiri dan orang lain.
3. Onset atau Usia Kemunculan
Gangguan Bipolar: Umumnya muncul pada akhir remaja hingga awal 20-an.
Skizofrenia: Umumnya muncul di akhir remaja atau dewasa awal, sangat jarang pada masa kanak-kanak tetapi bisa lebih parah.
(SA)
