Apa Itu Porcine? Ini Penjelasan dan Alternatif Produknya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah kamu mendengar atau melihat istilah porcine? Biasanya, istilah ini umum ditemukan dalam label makanan, obat-obatan, atau produk kecantikan.
Untuk mengenal apa itu porcine, artikel di bawah ini akan membahas secara lengkap mulai dari arti hingga kegunaannya dalam berbagai jenis produk.
Apa Itu Porcine?
Mengutip Dictionary, porcine adalah istilah yang berasal dari bahasa Latin porcinus, yang berarti “berkaitan dengan babi”. Dalam konteks produk makanan, farmasi, dan kosmetik, porcine merujuk pada zat atau bahan yang berasal dari babi.
Zat ini bisa berupa gelatin, enzim, kolagen, atau komponen lain yang diekstrak dari bagian tubuh babi seperti kulit, tulang, atau jaringan lainnya. Porcine digunakan karena memiliki sifat fisik dan kimia yang bermanfaat, seperti mudah larut, elastis, dan stabil pada suhu tinggi.
Meski memberikan manfaat fungsional pada produk, porcine menjadi perhatian utama bagi konsumen Muslim, vegetarian, dan mereka yang memiliki alasan kesehatan atau etika. Agar tak salah pilih, berikut tips yang bisa dilakukan sebelum membeli produk:
Periksa label “Halal” atau “Vegan” pada kemasan. Produk dengan sertifikasi ini biasanya bebas dari porcine.
Cek komposisi bahan seperti “gelatin”, “enzim hewani”, “kolagen”, atau “emulsifier hewani”. Jika tidak dijelaskan asalnya, sebaiknya konfirmasi langsung ke produsen.
Gunakan aplikasi pemindai halal atau informasi dari lembaga sertifikasi seperti MUI untuk memastikan keamanan bahan.
Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi? Ini Penjelasannya
Produk yang Umumnya Mengandung Porcine
Porcine sering ditemukan pada berbagai produk konsumen. Menurut WebMD, berikut contoh kategori produk yang umumnya mengandung porcine:
1. Produk Makanan dan Minuman
Permen jelly atau marshmallow yang mengandung gelatin berbasis porcine.
Kapsul suplemen atau vitamin.
Produk olahan daging seperti sosis atau hotdog (jika tidak berlabel halal).
Kue, biskuit, atau cokelat dengan kandungan emulsifier dari hewan.
2. Obat-obatan dan Vaksin
Kapsul obat yang dibuat dari gelatin porcine.
Vaksin yang menggunakan enzim babi dalam proses produksinya.
3. Produk Kosmetik dan Perawatan Tubuh
Sabun dan krim yang mengandung kolagen dari babi.
Produk anti-aging dengan kandungan elastin hewani.
Alternatif Pengganti Porcine
Penggunaan porcine dalam produk menjadi isu penting karena menyangkut aspek agama dan gaya hidup. Kabar baiknya, ada banyak bahan alternatif non-porcine yang bisa dipilih produsen, seperti:
Gelatin dari sapi (bovine) halal
Gelatin dari ikan.
Agar-agar dari rumput laut.
Pektin dari buah.
Alternatif ini lebih aman bagi konsumen Muslim, vegetarian, atau mereka yang memiliki sensitivitas tertentu terhadap produk hewani. Dengan meningkatnya kesadaran konsumen, produsen juga perlu lebih transparan dalam mencantumkan bahan dan memberikan pilihan alternatif yang ramah bagi semua kalangan.
(NDA)
