Apa Itu Sepsis pada Lansia? Ini Definisi, Penyebab, hingga Cara Mengatasinya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seiring bertambahnya usia, daya tahan tubuh seseorang cenderung menurun. Hal ini membuat lansia menjadi kelompok yang sangat rentan terhadap berbagai infeksi.
Salah satu kondisi serius yang dapat timbul dari infeksi pada lansia adalah sepsis. Ini bukan sekadar infeksi biasa, tetapi sebuah kondisi medis darurat yang berpotensi mematikan.
Simak terus artikel ini ini untuk lebih memahami tentang apa itu sepsis pada lansia, mulai dari definisi penyebab, gejala, hingga langkah penanganan yang tepat.
Apa Itu Sepsis pada Lansia?
Dikutip dari Mayo Clinic, sepsis adalah respons ekstrem tubuh terhadap infeksi. Ketika terjadi infeksi, sistem kekebalan tubuh biasanya bekerja untuk melawan kuman.
Namun pada kasus sepsis, respons ini justru menjadi tak terkendali dan menyebabkan peradangan menyeluruh dalam tubuh. Akibatnya, ini bisa berujung pada kerusakan atau kegagalan organ, bahkan kematian.
Pada lansia, risiko sepsis meningkat karena sistem imun yang lemah, serta kemungkinan adanya penyakit penyerta seperti diabetes, penyakit jantung, atau gangguan ginjal.
Selain itu, infeksi ringan seperti infeksi saluran kemih (ISK) atau pneumonia bisa berkembang menjadi sepsis apabila tidak segera diobati.
Baca Juga: Apa Itu Vasektomi? Ini Pengertian, Prosedur, dan Manfaatnya
Penyebab Sepsis pada Lansia
World Health Organization (WHO) menerangkan bahwa sepsis bisa muncul secara mendadak dan memburuk dalam waktu singkat. Berikut beberapa infeksi yang sering memicu sepsis pada lansia:
Infeksi saluran kemih (ISK). Lansia, terutama wanita, sering mengalami ISK. Jika infeksi ini menyebar ke aliran darah, hal itu dapat memicu sepsis.
Pneumonia. Infeksi paru-paru pada lansia dapat berkembang cepat dan memicu sepsis, terutama jika sistem kekebalan tubuhnya lemah.
Infeksi luka atau bedsores. Lansia yang mengalami luka terbuka, luka operasi, atau luka karena berbaring lama (decubitus) berisiko terkena infeksi yang bisa menyebabkan sepsis.
Infeksi saluran pencernaan. Gangguan pencernaan yang parah, seperti peradangan usus atau tukak lambung yang terinfeksi, juga dapat menjadi pemicu.
Gejala Sepsis pada Lansia
Gejala sepsis sering kali sulit dikenali karena bisa menyerupai penyakit lain. Namun, pada lansia, gejala sepsis yang harus diwaspadai meliputi:
Demam tinggi atau suhu tubuh rendah.
Detak jantung cepat.
Nafas cepat atau sesak napas.
Tekanan darah rendah.
Kebingungan atau disorientasi (terlihat linglung).
Kulit pucat, dingin, atau berbintik.
Urine yang berkurang atau tak keluar sama sekali.
Kelelahan ekstrem.
Kebingungan atau perubahan perilaku mendadak pada lansia sering menjadi satu-satunya tanda awal dari sepsis sehingga penting untuk segera mencari pertolongan medis.
Cara Menangani Sepsis pada Lansia
Sepsis adalah kondisi darurat yang membutuhkan perawatan segera di rumah sakit. Berikut langkah penanganannya menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia:
Diagnosis cepat. Tes darah, kultur urine, atau rontgen dada biasanya dilakukan untuk menemukan sumber infeksi.
Antibiotik intravenous. Pemberian antibiotik segera sangat penting untuk mengendalikan infeksi.
Cairan dan obat penunjang. Pemberian cairan intravena dan obat untuk menjaga tekanan darah serta fungsi organ.
Perawatan intensif. Dalam kasus yang parah, lansia mungkin perlu dirawat di ICU untuk pengawasan ketat.
(NDA)
