Apa Itu Virus Hanta? Ini Asal Usul, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nama virus Hanta mungkin masih terdengar asing bagi sebagian besar masyarakat. Namun, sebenarnya virus ini bukanlah hal baru dalam dunia medis. Keberadaannya sudah lama diketahui, terutama di wilayah yang memiliki populasi besar hewan pengerat seperti tikus.
Meski kasusnya tidak terlalu banyak, virus Hanta tetap menjadi perhatian karena dapat menyebabkan penyakit yang serius. Virus ini umumnya menyebar ke manusia melalui kontak dekat dengan hewan pengerat.
Untuk dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap virus Hanta, penting bagi semua orang untuk mengetahui apa itu virus Hanta, gejala infeksi, dan cara mencegahnya.
Apa Itu Virus Hanta?
Virus Hanta adalah kelompok virus yang termasuk dalam famili Bunyaviridae. Virus ini menyebar ke manusia melalui hewan pengerat, terutama tikus dan jenis rodensia lainnya.
Berbeda dengan beberapa virus lain, virus Hanta tak menular dari manusia ke manusia. Penularan virus Hanta biasanya terjadi ketika seseorang menghirup udara yang tercemar oleh partikel tinja atau urine tikus yang terinfeksi.
Nama "Hanta" sendiri diambil dari Sungai Hantan di Korea Selatan, lokasi ketika virus ini pertama kali diidentifikasi pada 1950-an.
Mengutip laman CDC, infeksi virus Hanta pada manusia umumnya menyebabkan dua jenis penyakit utama, yaitu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal.
Baca Juga: Gejala Rabies pada Manusia yang Harus Diketahui Sejak Dini
Gejala Infeksi Virus Hanta
Masa inkubasi virus Hanta pada manusia umumnya selama 2 hingga 4 minggu setelah terpapar. Mengutip buku Pengendalian Penyakit yang Ditularkan Binatang karya Ririh Yudhastuti, gejala infeksi virus Hanta biasanya berkembang melalui empat tahap dengan ciri khas tersendiri.
1. Fase Demam
Fase pertama adalah fase demam yang berlangsung selama 3 hingga 7 hari. Pada tahap ini, penderita akan mengalami gejala umum seperti demam tinggi, menggigil, keringat berlebih pada telapak tangan, sakit kepala, rasa lelah yang ekstrem (malaise), mual, nyeri perut, nyeri punggung, hingga gangguan pencernaan seperti diare.
2. Fase Bipotensif
Fase kedua dikenal sebagai fase hipotensif yang biasanya terjadi selama sekitar 2 hari. Pada fase ini, tekanan darah penderita mulai menurun akibat penurunan jumlah trombosit (platelet) dalam darah.
3. Fase Oliguria
Fase ini berlangsung selama 3 hingga 7 hari. Pada periode ini gejala menjadi lebih serius karena virus mulai menyerang ginjal. Penderita dapat mengalami tanda-tanda gagal ginjal dan ditemukan protein dalam urine (proteinuria).
4. Fase Diuretik
Setelah melewati masa kritis, pasien yang mulai pulih akan memasuki fase diuretik. Fase ini bisa berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Produksi urine mulai meningkat drastis hingga 3 sampai 6 liter per hari. Ini sebagai tanda bahwa ginjal mulai bekerja kembali.
Cara Mencegah Terjangkit Virus Hanta
Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dari infeksi virus Hanta, antara lain:
Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar agar tak menarik perhatian tikus.
Menyimpan makanan dalam wadah tertutup rapat agar tak terkontaminasi kotoran hewan pengerat.
Menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berpotensi terpapar kotoran tikus.
Menutup celah-celah rumah agar tikus tak masuk.
Menghindari menyapu area berdebu yang diduga tercemar kotoran tikus.
(SA)
