Konten dari Pengguna

Gejala Rabies pada Manusia yang Harus Diketahui Sejak Dini

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gejala rabies pada manusia. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gejala rabies pada manusia. Foto: Pexels.com

Rabies merupakan penyakit yang sangat berbahaya karena menyerang sistem saraf pusat dan dapat berakibat fatal jika tak segera ditangani. Penyakit ini bersifat zoonosis, artinya virus mendapat ular dari hewan ke manusia.

Penularan umumnya terjadi melalui gigitan hewan yang terinfeksi, seperti anjing, kucing, kera, rakun, atau kelelawar. Gejala awalnya kerap menyerupai penyakit ringan sehingga tak jarang orang cenderung mengabaikannya.

Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk mengetahui tanda-tanda rabies pada manusia. Dengan memahami gejalanya sejak dini, orang bisa lebih waspada dan segera mencari pertolongan medis sebelum terlambat.

Apa Itu Rabies?

Ilustrasi gejala rabies pada manusia. Foto: Pexels.com

Rabies adalah penyakit infeksi tingkat akut akibat virus rabies, yang termasuk dalam keluarga Rhabdoviridae dan genus Lysavirus. Virus ini tak hanya terdapat di sistem saraf pusat, tetapi juga di air liur hewan yang terinfeksi.

Karena itu, penularan ke manusia atau hewan lain biasanya terjadi melalui gigitan. Selain gigitan, infeksi juga bisa terjadi melalui jilatan hewan pada area kulit yang terluka.

Mengutip buku One Health dan Etnofarmakologi Tanaman Pencegah Rabies karya Muntasir dkk., setelah memasuki tubuh, virus rabies menyebar melalui saraf menuju sumsum tulang belakang dan otak. Semakin dekat lokasi luka gigitan dengan otak, semakin cepat virus menyebabkan gejala.

Masa inkubasi virus rabies pada manusia bisa bervariasi, yakni 2–3 minggu hingga paling lama satu tahun. Lamanya masa inkubasi tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan luka, serta jumlah virus yang masuk ke tubuh.

Baca Juga: 5 Cara Penularan Cacar Monyet yang Perlu Diketahui

Gejala Rabies pada Manusia

Ilustrasi gejala rabies pada manusia. Foto: Pexels.com

Gejala rabies pada manusia berkembang dalam beberapa tahap yang masing-masing menunjukkan tanda-tanda yang khas. Mengacu pada buku Epidemiologi Penyakit Menular karya Masriadi, berikut tahapan dan gejala rabies pada manusia.

1. Stadium Prodromal

Setelah mencapai sistem saraf pusat, orang yang terinfeksi rabies mulai menunjukkan gejala yang dikenal fase prodromal. Tahap awal gejala rabies meliputi perasaan gelisah, demam, mual, sakit kepala, kondisi tubuh lemah dan rasa nyeri di tenggorokan selama beberapa hari.

2. Stadium Sensoris

Pada periode ini penderita merasakan sensasi tak biasa di sekitar lokasi gigitan seperti gatal, terbakar, dan kesemutan. Kemudian disusul gejala cemas dan reaksi yang berlebihan terhadap rangsangan sensoris.

3. Stadium Eksitasi

Penderita rabies umumnya merasakan gangguan neurologi akut. Hal ini ditandai dengan rasa cemas, bingung, gelisah, gerakan dan sikap yang tak terkendali. Kebingungan menjadi semakin hebat dan berkembang menjadi perilaku agresif, halusinasi, dan selalu ketakutan.

Pada fase ini penderita juga mengalami beberapa fobia, meliputi ketakutan berlebihan terhadap air (hidrofobia), tiupan angin (aerofobia), dan cahaya (fotofobia).

4. Stadium Paralis

Pada periode ini terjadi kelumpuhan otot secara bertahap biasanya dimulai dari luka bekas gigitam. Kemudian diikuti penurunan kesadaran dan menyebabkan koma atau kematian mendadak akibat paralisis otot pernapasan dan jantung.

(SA)