Apa yang Tidak Boleh Dilakukan saat Gondongan? Ini Penjelasannya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gondongan atau mumps adalah infeksi virus yang menyebabkan pembengkakan pada kelenjar parotis, yaitu kelenjar air liur yang terletak di dekat telinga. Oleh karena itu, orang yang mengalami penyakit gondongan, bagian sisi wajahnya akan terlihat membesar.
Meskipun bukan tergolong penyakit berat, gondongan mudah sekali menular. Penyakit yang disebabkan oleh virus paramyxovirus ini dapat menyebar melalui kontak langsung percikan ludah atau muntah dari penderita. Gondongan dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada anak-anak.
Apa yang Tidak Boleh Dilakukan saat Gondongan?
Saat seseorang mengalami gondongan, mereka akan merasakan pembengkakan di daerah pipi yang berdekatan dengan telinga bagian bawah, rasa kurang enak badan, nyeri kepala, dan rasa sakit jika menelan air liur.
Kondisi ini bisa berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Penderita yang memiliki sistem imunitas tinggi dapat sembuh dengan sendirinya ketika masa inkubasi virus habis.
Dengan istirahat yang cukup dan mengonsumi makanan bergizi seimbang, pemulihan gondongan dapat berjalan lancar. Namun, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat mengalami gondongan agar kondisi tidak semakin parah. Berikut di antaranya.
1. Beraktivitas Fisik Berlebihan
Gondongan bisa menyebabkan tubuh terasa lemah dan mudah lelah. Oleh karena itu, hindari melakukan aktivitas berat seperti olahraga atau pekerjaan fisik yang menguras energi.
Istirahat yang cukup sangat diperlukan untuk membantu sistem imun melawan infeksi. Jika sistem kekebalan tubuh lemah, hal itu bisa menyebabkan gejala yang lebih serius, bahkan komplikasi seperti pembengkakan pada testis, infeksi radang otak, meningitis, dan gangguan sistem saraf pusat.
2. Kurangi Kegiatan di Luar Rumah
Karena gondongan adalah penyakit menular, sangat penting untuk mengurangi kegiatan di luar rumah untuk mencegah penularan pada orang lain.
Hindari berinteraksi secara langsung maupun tidak langsung seperti berbagi alat makan, minum, atau peralatan pribadi lainnya dengan orang lain.
Virus dapat dengan mudah menyebar melalui air liur, sehingga penggunaan peralatan pribadi bersama orang lain dapat meningkatkan risiko penularan.
Baca Juga: 29 Makanan Protein Tinggi untuk Diet dan Manfaatnya
Cara Mengobati Penyakit Gondongan
Mengutip buku Mengenal Penyakit Menular karya Yuli Artanti Patmawuri, terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala penyakit gondongan, antara lain:
Konsumsi air putih sebanyak mungkin untuk mencegah mulut kering atau dehidrasi.
Istirahat total.
Kurangi aktivitas fisik berlebihan.
Hindari konsumsi jus buah karena jus buah mengandung senyawa yang dapat mengakibatkan iritasi pada kelenjar parotid.
Kompres bagian wajah yang bengkak dengan air hangat. Lakukan minimal tiga kali sehari.
Minum obat pereda rasa sakit sesuai petunjuk dokter.
Sebagai tindakan pencegahan pada anak, lakukan vaksinasi MMR (Mumps, Measles, dan Rubella) ketika berusia 18 bulan kemudian dapat diulang saat usia 6 tahun.
Baca Juga: 29 Makanan Protein Tinggi untuk Diet dan Manfaatnya
(SA)
