Konten dari Pengguna
Apakah Badan Kurus Bisa Kena Diabetes? Ini Penjelasannya
14 Mei 2025 17:17 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Apakah Badan Kurus Bisa Kena Diabetes? Ini Penjelasannya
Apakah badan kurus bisa kena diabetes? Simak pembahasan dalam artikel ini menenai jawaban dan faktor risiko terkena diabetes.Artikel Kesehatan
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Obesitas atau kelebihan berat badan merupakan faktor risiko diabetes. Karena itu, tak jarang orang yang bertubuh kurus mengira dirinya terbebas dari ancaman penyakit gula darah ini.
ADVERTISEMENT
Padahal kenyataannya, memiliki badan yang ramping tak selalu berarti aman dari risiko penyakit diabetes. Lalu, apakah badan kurus bisa kena diabetes? Simak pembahasan selengkapnya di bawah ini.
Apakah Badan Kurus Bisa Kena Diabetes?
Meski kebanyakan kasus diabetes ditemukan pada orang dengan kelebihan berat badan, bukan berarti orang kurus terbebas dari risiko ini. Penyakit diabetes bisa menyerang siapa saja, terlepas dari bentuk tubuh seseorang.
Ada jenis diabetes yang bisa dialami oleh orang yang memiliki indeks massa tubuh (IMT) normal atau bahkan di bawah standar sekalipun. Mengutip laman Healthline, orang kurus bisa terkena pradiabetes, diabetes tipe 2, dan diabetes gestasional.
Hal ini bisa terjadi karena diabetes bukan hanya disebabkan oleh berat badan, melainkan karena faktor lain. Misalnya, orang kurus memiliki lemak visceral yang tersembunyi di sekitar organ dalam seperti hati dan ginjal yang berisiko tinggi mengalami resistensi insulin.
ADVERTISEMENT
Lemak ini tak tampak dari luar sehingga tubuh terlihat kurus padahal terdapat potensi gangguan metabolik di dalamnya. Di sisi lain, faktor genetik dan gaya hidup juga memengaruhi hadirnya penyakit diabetes.
Penyebab Diabetes pada Orang Kurus
Diabetes pada orang kurus dapat disebabkan oleh berbagai hal. Mengutip buku berjudul Buku Keperawatan Latihan Efektif untuk Pasien Diabetes Mellitus Berbasis Hasil Penelitian oleh Ida Suryati, berikut beberapa faktor risikonya.
1. Riwayat Keluarga
Faktor keturunan dalam sejarah keluarga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya diabetes. Jika ada anggota yang menderita diabetes, risiko seseorang mengalami diabetes akan semakin tinggi.
2. Kurangnya Aktivitas Fisik
Kurangnya kegiatan fisik atau jarang berolahraga dapat mengubah metabolisme dan mengakibatkan resistensi insulin. Oleh karena itu, cara paling efektif untuk mencegahnya adalah dengan mengontrol berat badan dan melakukan olahraga setidaknya 30 menit setiap hari.
ADVERTISEMENT
3. Pola Makan Tidak Sehat
Pola makan harian yang tak sehat berkontribusi besar dalam kadar gula darah seseorang. Mengonsumsi terlalu banyak gula dan lemak bisa memicu lonjakan gula darah dan memaksa pankreas bekerja lebih keras memproduksi insulin.
Dalam jangka panjang, insulin bisa menjadi tak efektif sehingga menyebabkan berkembangnya penyakit diabetes tipe 2.
4. Stres Berkepanjangan
Stres berkepanjangan meningkatkan hormon kortisol dalam tubuh. Hormon ini bisa meningkatkan konsenterasi glukosa dalam darah untuk mendapatkan pasokan energi dalam tubuh.
5. Kolesterol Tinggi
Dislipidemia merupakan kondisi yang ditandai dengan peningkatkan kolesterol dalam darah. Ini sering kali dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.
Gangguan ini kerap tak menunjukkan gejala yang jelas sehingga diperlukan pemeriksaan darah secara rutin untuk mendeteksi dislipidemia sejak ini.
6. Konsumsi Alkohol dan Rokok
Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terkena diabetes. Alkohol akan meningkatkan tekanan darah dan mempersulit regulasi darah sehingga menganggu metabolisme gula darah.
ADVERTISEMENT
(SA)

