Apakah Campak Menular? Ini Penjelasannya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Campak (morbili) adalah penyakit yang menyerang saluran pernapasan dan bisa menyebar ke seluruh tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh virus campak (measles virus) yang termasuk dalam keluarga paramyxovirus.
Lalu, apakah campak menular? Menurut World Health Organization (WHO), campak dikenal sebagai penyakit dengan tingkat penularan sangat tinggi. Satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus ke 9 hingga 18 orang lain yang belum memiliki kekebalan.
Penyakit ini bahkan dapat menyebar dengan mudah melalui udara, ruang tertutup, kontak langsung maupun tak langsung dengan penderita. Inilah yang membuat campak menjadi salah satu penyakit yang sangat mudah menyebar di komunitas.
Gejala Campak yang Perlu Diwaspadai
Dikutip dari CDC, gejala campak biasanya muncul dalam 10 hingga 14 hari setelah terpapar virus. Penderita campak biasanya sudah bisa menularkan virus 4 hari sebelum ruam muncul hingga 4 hari setelahnya. Tanda-tanda awal penyakit campak meliputi:
Demam tinggi.
Batuk kering.
Pilek atau hidung berair.
Mata merah dan sensitif terhadap cahaya.
Bercak putih kecil di dalam mulut (bercak koplik).
Ruam merah yang dimulai dari wajah dan menyebar ke seluruh tubuh.
Dalam beberapa kasus, campak bisa menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia, radang otak, hingga kematian. Jangan abaikan gejala awal, dan pastikan Anda dan keluarga terlindungi melalui vaksinasi dan kebiasaan hidup bersih.
Baca Juga: Imunisasi Campak Apakah Bikin Demam? Ini Penjelasannya
Siapa yang Rentan Tertular Campak?
Campak dapat menyerang siapa saja, tetapi kelompok yang paling rentan meliputi:
Anak-anak yang belum divaksinasi.
Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.
Wanita hamil.
Orang dewasa yang belum pernah mendapat vaksin campak atau belum pernah terinfeksi sebelumnya.
Cara Mencegah Penularan Campak
Campak bukan hanya penyakit ringan yang dapat diabaikan. Agar Anda dan keluarga terhindar dari penyakit campak, berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan menurut Mayo Clinic:
1. Vaksinasi
Pemberian vaksin MR (Measles and Rubella) atau MMR (Measles, Mumps, Rubella) sangat efektif untuk mencegah campak. Vaksin ini biasanya diberikan pada anak usia 9 bulan dan diulang pada usia 18 bulan.
2. Isolasi Penderita
Jika ada anggota keluarga yang terinfeksi campak, sebaiknya diisolasi selama minimal 4 hari sejak munculnya ruam. Hindari kontak langsung dan pastikan ruangan memiliki ventilasi baik.
3. Jaga Kebersihan
Sering mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga kebersihan lingkungan dapat membantu mencegah penyebaran virus campak.
4. Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
Konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, dan rutin berolahraga dapat meningkatkan imunitas tubuh, sehingga tak mudah tertular virus.
(NDA)
