Apakah Diare Boleh Makan Telur? Ini Penjelasannya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika mengalami diare, seseorang biasanya menjadi lebih selektif perihal memilih makanan yang akan dikonsumsi. Hal ini sangat wajar, mengingat salah memilih asupan bisa membuat gejala diare bertambah parah.
Selain itu, tak semua makanan cocok dikonsumsi ketika sistem pencernaan sedang terganggu. Makanan yang tinggi serat, berlemak, terlalu pedas, atau digoreng justru bisa membebani kerja usus.
Salah satu jenis makanan yang sering ditanyakan saat diare adalah telur. Apakah aman makan telur saat diare? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apakah Diare Boleh Makan Telur?
Secara umum, penderita diare boleh makan telur, selama dikonsumsi dengan cara dan porsi yang tepat. Telur mengandung protein tinggi yang dapat membantu memulihkan tubuh.
Selain itu, mengutip laman MedicineNet, telur juga memiliki tekstur yang lembut dan mudah dicerna oleh sistem pencernaan, terutama jika dimasak dengan cara direbus. Hal ini membuatnya menjadi salah satu pilihan makanan yang aman saat pencernaan sedang terganggu.
Meski demikian, cara mengolah telur sangat memengaruhi dampaknya terhadap pencernaan. Telur yang digoreng atau dimasak dengan banyak minyak mengandung lemak tinggi yang dapat mempercepat pergerakan usus dan memperparah gejala diare.
Oleh karena itu, pilihan terbaik mengonsumsi telur saat diare adalah dengan cara merebusnya hingga matang sempurna, tanpa bumbu berlebihan.
Baca Juga: Cara Makan Salak agar Tidak Sembelit yang Aman Diikuti
Tips Mengonsumsi Telur Saat Diare
Meski telur tergolong aman, konsumsi telur saat diare tetap harus dilakukan dengan bijak. Berikut tip yang bisa diterapkan agar bisa mendapatkan manfaat optimal tanpa menimbulkan efek samping.
1. Pilih Telur Rebus
Cara paling aman adalah dengan merebus telur hingga matang sempurna. Telur rebus memiliki tekstur yang lembut sehingga mudah dicerna. Hindari telur setengah matang karena bisa berisiko membawa bakteri seperti Salmonella yang dapat memperparah diare.
2. Hindari Bumbu dan Lemak Berlebihan
Sebaiknya konsumsi telur tanpa tambahan bumbu tajam seperti cabai, atau saus sambal. Bumbu yang terlalu kuat bisa mengiritasi usus yang sedang sensitif. Selain itu, hindari memasak telur dengan minyak atau mentega karena kandungan lemaknya dapat mempercepat pergerakan usus.
3. Batasi Porsi Telur
Selama masa pemulihan, batasi konsumsi telur agar tak berlebihan. Terlalu banyak telur bisa dapat membebani sistem pencernaan yang sedang tak stabil. Porsi kecil cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh.
4. Perhatikan Reaksi Tubuh Setelah Konsumsi
Setiap orang memiliki reaksi yang berbeda-beda terhadap makanan. Ada yang baik-baik saja setelah makan telur saat diare, ada juga yang justru merasa gejala memburuk.
Karena itu, cobalah konsumsi dalam jumlah kecil terlebih dahulu dan perhatikan reaksinya dalam beberapa jam. Jika tak ada keluhan tambahan, berarti tubuh bisa menerima dengan baik.
(SA)
