Apakah GERD Bisa Sembuh Total? Ini Penjelasannya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjalani hari-hari dengan penyakit GERD (gastroesophageal reflux disease) merupakan hal yang tak mudah. Penderita akan sering mengalami gejala seperti nyeri di ulu hari, sensasi terbakar di dada, sulit menelan, mual, atau muntah.
Tak sedikit penderita GERD yang cemas dan putus asa karena gejalanya kerap kambuh, bahkan saat sudah menjaga pola makan atau menjalani pengobatan. Lalu, apakah penyakit GERD bisa sembuh total? Simak pembahasan selengkapnya pada artikel di bawah ini.
Apakah GERD Bisa Sembuh Total?
GERD adalah kondisi ketika asam lambung secara berulang naik ke kerongkongan. Kondisi ini menyebabkan iritasi dan gejala yang tak nyaman.
Hal ini terjadi karena melemahnya otot sfinger esofagus bagian bawah (LES) yang bertindak sebagai katup yang mencegah refluks asam kembali ke kerongkongan setelah masuk ke lambung.
Secara medis, GERD dikategorikan sebagai penyakit kronis karena bersifat jangka panjang dan cenderung kambuh jika pemicu tak dikendalikan.
Meski tak bisa disembuhkan secara instan atau lewat satu jenis pengobatan, bukan berarti penyakit ini tak bisa membaik seiring waktu. Penderita GERD juga bisa sembuh dan bebas gejala tanpa obat.
Semua ini bisa dicapai asal disertai usaha dan ketekunan menerapkan pola hidup sehat, termasuk menjaga pola makan, menghindari makanan pemicu, mengatur waktu makan, serta terapi medis yang tepat.
Sebaliknya, jika dibiarkan tanpa penanganan, penyakit ini bisa berkembang sangat cepat. Bila penyakit sudah parah, pengobatannya akan lebih sulit dan dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Misalnya, tukak esofagus hingga Barrett’s esophagus yang berpotensi menjadi kanker.
Baca Juga: 8 Penyebab Tenggorokan Sakit Saat Menelan yang Cukup Umum
Jenis-jenis Pengobatan GERD
Terdapat beberapa pengobatan GERD yang bisa dilakukan untuk mengelola gejalanya supaya tak kambuh lagi, berikut di antaranya.
1. Terapi Medis
Mengutip buku Buku Pintar Pendekatan Gizi pada Penyakit Pencernaan dan Hati karya Syifa Mustika dan Anggun Rindang Cempaka, ada beberapa obat yang tersedia untuk mengatasi GERD, antara lain, antasida, H2-blocker seperti ranitidine dan famotidine.
Ada pula Proton Pump Inhibitor (PIP) seperti omeprazole dan pantoprazole yang berfungsi untuk menurunkan produksi asam lambung.
Obat-obatan ini dapat digunakan, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan gejalanya. Oleh karena itu, pastikan penderita selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai pengobatan apa pun.
2. Perubahan Gaya Hidup
Melakukan beberapa penyesuaian pada gaya hidup harian dapat membantu mengelola gejala GERD dan mengurangi kebutuhan akan pengobatan jangka panjang.
Ini termasuk menghindari berbaring setelah makan, tidur dengan posisi kepala lebih tinggi, menghindari makanan pemicu, menurunkan berat badan, dan mengurangi stres.
3. Tindakan Bedah
Pada kasus GERD parah yang tak merespons perubahan gaya hidup atau pengobatan, pembedahan mungkin direkomendasikan. Dalam laman Penn Medicine disebutkan prosedur bedah yang paling umum untuk GERD disebut fundoplikasi.
Prosedur ini dilakukan dengan cara memperkuat otot LES agar menutup lebih sempurna sehingga mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.
(SA)
