Apakah Herpes Berbahaya? Ini Penjelasan Lengkapnya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Herpes adalah penyakit kulit dan genital yang menyerang sebagian besar populasi di dunia. Umumnya, penyakit herpes ini disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1) dan tipe 2 (HSV-2). Melihat pengertian tersebut, apakah herpes berbahaya?
Menyadur laman Ciputra Hospital, penyakit herpes umumnya menimbulkan beberapa gejala. Oleh karena itu, penting untuk memahami gejala-gejala herpes sebelum memastikan apakah herpes tersebut berbahaya atau tidak.
Luka melepuh (di mulut atau di alat kelamin)
Nyeri saat buang air kecil (herpes genital)
Gatal pada kulit
Demam
Pembengkakan kelenjar getah bening
Sakit kepala
Kelelahan
Kurang nafsu makan
HSV juga dapat menyebar ke mata, menyebabkan kondisi yang disebut herpes keratitis. Ini dapat menyebabkan gejala seperti sakit mata dan keluarnya cairan.
Apakah Herpes Berbahaya?
Sebagaimana yang telah disebutkan, gejala-gejala penyakit herpes kerap merugikan para pengidapnya, terlebih ketika akan beraktivitas. Bahkan, tidak sedikit luka melepuh yang disebabkan oleh herpes membuat pengidapnya harus menggunakan pakaian longgar, dengan begitu luka tidak mudah terinfeksi.
Untuk mengetahui seberapa bahayanya herpes, berikut beberapa fakta yang perlu diketahui tentang herpes.
1. Herpes termasuk penyakit kronis
Menyadur laman Self, penyakit herpes sebetulnya jarang menyebabkan kematian. Namun, penyakit ini tetap masuk ke dalam salah satu penyakit kronis yang bisa bertahan selama bertahun-tahun bahkan seumur hidup.
2. Dapat menular ketika berhubungan intim
Penyakit herpes bisa menular lewat berbagai cara, seperti air liur, darah, hingga ketika berhubungan intim. Hal ini disebabkan karena penyakit herpes bisa menyebar selama aktivitas intim oral. Itu sebabnya, pengidap herpes tidak boleh melakukan hubungan intim.
3. Tidak bisa diobati secara permanen
Penyakit herpes dapat bertahan selama bertahun-tahun bahkan seumur hidup. Itu sebabnya, virus herpes tidak dapat diobati secara permanen karena selalu berada di dalam tubuh.
Meski demikian, ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengurangi kambuhnya penyakit herpes, yaitu:
Mengonsumsi obat, seperti acyclovir, valacyclovir, dan famciclovir.
Mengoleskan gel lidah buaya ke luka yang mengering agar tidak menimbulkan bekas.
Pastikan untuk selalu menjaga kebersihan area yang terinfeksi herpes.
Kompres dengan es yang telah dibungkus handuk atau kain.
Mandi dengan air hangat yang telah di campuri garam.
4. Ada beberapa risiko yang dialami
Seseorang yang sudah mengalami herpes dapat meningkatkan risiko penyakit lainnya. Beberapa risiko yang akan dialami oleh penyakit herpes, di antaranya:
Infeksi pada organ intim, baik perempuan atau laki-laki. Itu sebabnya, pengidap herpes tidak boleh melakukan hubungan intim.
Risiko penularan herpes juga bisa disebabkan apabila si pengidap bergonta-ganti pasangan. Tidak hanya memperparah penyakit herpes yang ada di dalam tubuh, pengidap juga bisa menularkan herpes ke orang lain atau pasangannya.
Sistem imun yang lemah. Infeksi virus herpes juga bisa menyebabkan imun pengidapnya menjadi lebih lemah. Akibatnya, pengidap herpes bisa mengalami komplikasi penyakit lainnya.
5. Penyakit herpes bisa dialami oleh anak-anak dan ibu hamil.
Virus herpes simpleks tipe 1 banyak menyerang pada anak-anak dengan rentan usia 1-5 tahun. Luka herpes biasa menyerang area bibir, dagu, pipi, mulut dan hidung.
Itu sebabnya herpes pada anak-anak cukup berbahaya karena dapat menyebabkan aktivitasnya menjadi lebih terbatas. Meski demikian, herpes pada anak-anak bisa berkurang dalam waktu 1-2 minggu.
Tidak hanya anak-anak, herpes juga bisa dialami oleh ibu hamil. Menyadur laman WebMD, penyakit herpes genital pada wanita hamil juga bisa menular kepada janin yang sedang dikandungnya. Umumnya, bahaya atau tidaknya penyakit herpes pada ibu hamil dapat dilihat dari kapan pertama kalinya calon ibu terinfeksi herpes.
Bila calon ibu menderita herpes genital sebelum hamil, atau jika pertama kali terinfeksi di awal kehamilan, kemungkinan bayinya akan terinfeksi sangat rendah, yaitu kurang dari 1 persen. Namun, risiko menginfeksi bayi sangat tinggi sekitar 30-50 persen apabila ibu baru terinfeksi virus ini di akhir kehamilan.
Baca Juga: Waspadai Bahaya Herpes Genital pada Ibu Hamil
(JA)
Frequently Asked Question Section
Apakah penyakit herpes dapat mematikan?

Apakah penyakit herpes dapat mematikan?
Herpes pada anak-anak cukup berbahaya karena dapat menyebabkan aktivitasnya menjadi lebih terbatas. Meski demikian, herpes pada anak-anak bisa berkurang dalam waktu 1-2 minggu.
Berapa macam jenis herpes?

Berapa macam jenis herpes?
Para ahli menyebutkan bahwa herpes terdiri dari delapan jenis, seperti virus herpes simpleks, virus herpes manusia, virus B, dan lainnya.
Herpes itu gara-gara apa?

Herpes itu gara-gara apa?
Penyakit herpes umumnya disebabkan oleh virus HVS-1 dan HVS-2. Virus HSV-1 akan menyerang area mulut atau bibir, sedangkan HSV-2 akan menyerang alat kelamin dan sekitarnya.
