Apakah Kelenjar Getah Bening Berbahaya? Ini Penjelasannya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika tubuh mengalami infeksi atau penyakit tertentu, kelenjar getah bening bisa membengkak sebagai respons terhadap serangan virus atau bakteri. Lalu, apakah kelenjar getah bening berbahaya?
Dijelaskan dalam buku Sistem Kardiovaskuler: Keperawatan Dewasa oleh Nurhayati, kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem limfatik yang berfungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap infeksi.
Oleh karena itu, jika ada infeksi ringan pada tubuh, kelenjar getah bening bisa saja mengalami pembengkakan. Pembengkakan ini tidak selalu berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya.
Namun, jika pembengkakan terjadi dalam waktu lama tanpa penyebab yang jelas, bisa jadi ini merupakan tanda penyakit serius. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap seputar kelenjar getah bening, simak penjelasannya di bawah ini.
Penyebab Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
Merujuk buku Terapi Medipic: Medical Picture karangan Kukuh Praworo, pembengkakan kelenjar getah bening bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:
1. Infeksi Virus atau Bakteri
Infeksi adalah penyebab paling umum dari pembengkakan kelenjar getah bening. Dalam kasus ini, pembengkakan biasanya tak berbahaya dan akan mengecil setelah infeksi sembuh.
2. Penyakit Autoimun
Beberapa penyakit autoimun yang bisa menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening, yaitu lupus dan rheumatoid arthritis. Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat, sehingga menyebabkan peradangan dan pembengkakan kelenjar getah bening.
3. Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma)
Pembengkakan kelenjar getah bening yang terjadi tanpa sebab yang jelas, tidak nyeri, dan berlangsung lama bisa menjadi tanda limfoma atau kanker kelenjar getah bening. Ada dua jenis limfoma yang perlu diwaspadai, yaitu:
Limfoma Hodgkin = Biasanya ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah bening yang tidak sakit.
Limfoma Non-Hodgkin = Bisa menyebar ke berbagai bagian tubuh dan sering disertai gejala lain seperti demam dan penurunan berat badan.
Jika pembengkakan berlangsung lebih dari dua minggu, disertai penurunan berat badan drastis, demam berkepanjangan, atau keringat malam, segera periksakan ke dokter.
4. Efek Samping Obat atau Vaksin
Beberapa obat tertentu dan vaksinasi juga bisa menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening sebagai efek samping. Biasanya, kondisi ini tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya.
Baca Juga: Cabut Gigi Apakah Bisa Pakai BPJS Kesehatan? Ini Penjelasannya
Cara Mengatasi Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
Tak semua pembengkakan kelenjar getah bening berbahaya. Namun, jika mengalaminya, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi pembengkakan kelenjar getah bening.
Istirahat yang cukup. Jika pembengkakan disebabkan oleh infeksi, beristirahat dapat membantu tubuh melawan penyakit lebih cepat.
Minum banyak air putih. Air membantu membersihkan racun dalam tubuh dan mempercepat pemulihan.
Konsumsi makanan bergizi. Perbanyak asupan buah, sayuran, dan makanan kaya protein untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Kompres hangat. Jika pembengkakan terasa nyeri, cobalah kompres hangat selama 10 hingga 15 menit untuk meredakan peradangan.
Konsultasi ke dokter. Jika pembengkakan berlangsung lama dan disertai gejala lain yang mencurigakan, segera lakukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya.
(NDA)
