Konten dari Pengguna

Apakah Makan Malam Bikin Gemuk? Ini Penjelasannya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi makan malam. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makan malam. Foto: Pexels.com

Selama ini, makan malam dianggap sebagai penyebab utama naiknya berat badan. Maka tak jarang, beberapa orang was-was setiap kali ingin makan malam karena takut hal itu dapat menganggu program diet yang sedang dijalani.

Bahkan, ada pula yang rela melewatkan makan malam demi mendapatkan tubuh yang ideal. Namun, apakah makan malam benar-benar bisa bikin gemuk? Simak jawaban selengkapnya pada artikel berikut.

Apakah Makan Malam Bikin Gemuk?

Ilustrasi makan malam. Foto: Pexels.com

Makan larut malam telah lama dikaitkan dengan penambahan berat badan. Walaupun waktu malam tak secara langsung menyebabkan kegemukan, beberapa studi menunjukan bahwa ritme sirkadian tubuh dapat memengaruhi cara tubuh memproses makanan.

Tubuh lebih efisien dalam mencerna makanan pada siang hari dibanding malam hari. Artinya, makanan bisa diproses lebih lambat jika dikonsumsi malam dibandingkan saat siang.

Ketidaksesuaian antara waktu makan dan jam biologis inilah yang akhirnya dapat memengaruhi berat badan. Risiko ini dapat terjadi lebih tinggi pada pekerja shift malam karena memiliki jadwal yang tak teratur.

Mengutip laman The Guardian, Dr Adrian Brown, seorang peneliti dari University College London, mengatakan bahwa meski terdapat data yang menunjukkan bahwa orang yang makan larut malam cenderung memiliki berat badan lebih tinggi, hubungan ini bersifat asosiatif dan belum menunjukkan bahwa makan malam menyebabkan kenaikan berat badan.

Ia juga menekankan bahwa faktor seperti pilihan makanan dan kebiasaan makan memiliki peran penting. Konsumsi makanan tinggi kalori dan rendah nutrisi dapat meningkatkan asupan kalori harian.

Dengan demikian, makan malam tak selalu menyebabkan kegemukan, jika dilakukan dengan cara yang tepat. Mulai dari pemilihan makanan, porsi, hingga waktu konsumsi.

Selain itu, penting juga mengatur waktu makan agar tak terlalu dekat dengan waktu tidur. Idealnya, beri jeda dua hinga tiga jam sebelum tidur agar sistem pencernaan bekerja dengan baik.

Baca Juga: Apakah Diet Hanya untuk Orang Gemuk? Ini Penjelasannya

Tip agar Makan Malam Sehat Tidak Bikin Gemuk

Ilustrasi makan malam. Foto: Pexels.com

Dalam buku berjudul 1001 Makanan Sehat oleh Tim Naviri, berikut beberapa cara agar makan malam tak sampai membuat gemuk.

1. Cari Makanan Berserat

Ketika lapar di malam hari, carilah sayur-sayuran yang mengandung banyak serat karena dapat memperlancar sistem pencernaan sekaligus membantu merasa kenyang lebih lama.

2. Atur Porsi Makan

Jika hanya mengonsumsi sayuran tak mampu mengganjal perut yang lapar, makan roti atau nasi bisa menjadi pilihan. Namun konsumsi dalam porsi kecil.

3. Konsumsi Camilan Sehat

Untuk mengatasi lapar di malam hari tanpa menyebabkan penambahan kalori berlebih, pilih biskuit gandum, keju atau yogurt yang rendah lemak. Hindari gorengan, kue, dan makanan cepat saji saat malam hari karena kalorinya tinggi.

4. Perbanyak Minum

Rasa lapar yang muncul pada malam hari, sering kali bukan tanda bahwa tubuh membutuhkan makan, tetapi karena tubuh mengalami dehidrasi.

Oleh karena itu, sebelum makan malam atau menikmati camilan, coba minum dua gelas air atau secangkir teh herbal hangat. Tunggulah sampai beberapa waktu. Jika tubuh mengalami dehidrasi, pasokan air tersebut akan menghilangkan rasa lapar di malam hari.

(SA)