Konten dari Pengguna

Asam Lambung yang Sakit Sebelah Mana? Ini Penjelasannya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi nyeri akibat asam lambung. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nyeri akibat asam lambung. Foto: Pexels.com

Salah satu keluhan yang sering dialami penderita asam lambung naik atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah rasa nyeri atau tidak nyaman di bagian tubuh tertentu.

Namun, tak sedikit penderita yang masih belum mengetahui gejala penyakit GERD tersebut dan kerap bertanya-tanya, asam lambung yang sakit sebelah mana?

Mengetahui lokasi nyeri akibat asam lambung sangat penting untuk membedakan kondisi ini dari penyakit lain. Simak informasi mengenai penyakit asam lambung selengkapnya di bawah ini.

Asam Lambung yang Sakit Sebelah Mana?

Ilustrasi nyeri akibat asam lambung. Foto: Pexels.com

Secara umum, nyeri akibat asam lambung terasa di bagian ulu hati, yaitu di tengah-tengah perut bagian atas, tepat di bawah tulang dada. Lokasi ini berada sedikit di atas pusar dan di bawah tulang dada bagian bawah.

Namun, pada beberapa kasus, nyeri bisa menjalar hingga ke dada sebelah kiri atau tengah, tenggorokan, punggung bagian atas, atau perut bagian kiri atas.

Oleh karena itu, orang bisa salah mengira jika mengalami nyeri dada sebelah kiri merupakan serangan jantung, padahal bisa saja itu gejala asam lambung.

Baca Juga: Obat Asam Lambung Alami dr Zaidul Akbar yang Bisa Digunakan

Ciri-ciri Nyeri Asam Lambung

Ilustrasi nyeri akibat asam lambung. Foto: Pexels.com

Nyeri akibat asam lambung memiliki ciri khas tertentu yang bisa membedakannya dari jenis nyeri lainnya. Dikutip dari WebMD, beberapa ciri tersebut antara lain:

  • Nyeri terasa seperti terbakar (heartburn). Sensasi terbakar dari ulu hati yang menjalar ke dada, kadang sampai ke tenggorokan.

  • Terasa setelah makan atau saat berbaring. Rasa nyeri biasanya muncul setelah makan besar, makanan berlemak, pedas, atau saat berbaring.

  • Disertai rasa asam atau pahit di mulut. Akibat naiknya asam dari lambung ke kerongkongan.

  • Tidak membaik dengan perubahan posisi tertentu. Nyeri bisa memburuk saat membungkuk atau berbaring.

Penyebab Naiknya Asam Lambung

Ilustrasi nyeri akibat asam lambung. Foto: Pexels.com

Healthline menyebutkan bahwa naiknya asam lambung ke kerongkongan disebabkan oleh melemahnya katup antara lambung dan esofagus (sfingter esofagus bawah). Beberapa pemicu utama kondisi ini, antara lain:

  • Makan berlebihan atau terlalu cepat.

  • Konsumsi makanan pedas, asam, atau berlemak.

  • Kebiasaan langsung berbaring setelah makan.

  • Merokok dan konsumsi alkohol.

  • Stres dan kecemasan.

  • Obesitas.

Cara Mengatasi Nyeri Asam Lambung

Ilustrasi nyeri akibat asam lambung. Foto: Pexels.com

Jika sering mengalami nyeri di bagian ulu hati atau dada sebelah kiri akibat asam lambung, berikut beberapa langkah yang bisa membantu meredakannya menurut Mayo Clinic:

  1. Hindari makanan pemicu seperti makanan pedas, asam, gorengan, dan kopi.

  2. Makan dalam porsi kecil dan lebih sering. Jangan makan terlalu banyak dalam satu waktu.

  3. Jangan langsung berbaring setelah makan. Beri jeda minimal 2 hingga 3 jam.

  4. Tidur dengan kepala sedikit lebih tinggi untuk mencegah asam naik saat tidur.

  5. Kelola stres dengan relaksasi karena stres bisa memperburuk gejala GERD.

  6. Konsumsi obat antasida atau PPI (sesuai resep dokter) untuk menetralkan atau mengurangi produksi asam lambung.

(NDA)