Bau Miss V yang Normal, Ini Ciri-ciri dan Penyebabnya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Miss V memiliki aroma khas yang tak bisa dihilangkan sepenuhnya. Aroma ini berasal dari kombinasi pH alami, keberadaan bakteri baik, dan cairan vagina yang diproduksi tubuh untuk menjaga kebersihan serta kelembapannya.
Setiap wanita bisa memiliki aroma vagina yang sedikit berbeda, tergantung pada faktor gaya hidup, hormon, pola makan, hingga kebersihan pribadi. Simak artikel ini untuk lebih memahami beberapa bau normal pada vagina.
Bau Miss V yang Normal
Tak semua perubahan aroma Miss V mengindikasikan adanya infeksi. Mengutip laman Cleveland Clinic, terdapat beberapa jenis bau yang umum dan penyebabnya yang tak perlu dikhawatirkan, antara lain:
1. Bau Asam
Bau normal Miss V biasanya ringan, sedikit asam, dan tak menyengat. Aroma ini dihasilkan oleh bakteri baik dalam vagina, yaitu lactobacilli.
Keberadaan bakteri ini membantu menjaga kesehatan vagina dengan memproduksi asam laktat, hidrogen peroksida, dan zat lain untuk mencegah bakteri berbahaya.
2. Bau Metalik
Sebelum, sesaat, dan setelah menstruasi, bau vagina bisa sedikit lebih kuat. Aroma ini biasanya menyerupai bau logam karena adanya darah yang mengandung zat besi.
Bau ini juga bisa muncul karena perdarahan ringan setelah berhubungan seksual. Selain itu, bau disebabkan pula oleh kontak dengan air mani yang dapat memengaruhi keseimbangan pH vagina.
3. Bau Amonia
Vagina yang berbau seperti amonia mungkin merupakan tanda bahwa terdapat residu urine pada alat kelamin atau bisa juga menjadi tanda bahwa tubuh mengalami dehidrasi.
4. Bau Keringat
Area genital memiliki banyak kelenjar keringat. Saat tubuh banyak bergerak, berolahraga, atau melakukan aktivitas berat, vagina bisa timbul bau sedikit menyengat mirip bau badan.
5. Bau Pahit atau Manis
Jika bau vagina sedikit manis atau pahit seperti roti jahe, hal ini dapat menjadi tanda bahwa tingkat pH telah berubah karena bakteri mungkin sedang sedikit berubah.
Selain itu, vagina dapat mengeluarkan aroma sementara dan sering kali hilang dengan sendirinya. Bau tersebut terkait dengan perubahan hormon atau bahkan pola makan. Misalnya, makanan dengan bau yang kuat, seperti bawang putih atau ikan dapat menyebabkan perubahan bau pada vagina.
Baca Juga: Cara Mencegah Kanker Serviks yang Efektif Bagi Wanita
Bau Miss V yang Tak Normal
Meski bau adalah hal alami, wanita tetap perlu waspada terhadap beberapa jenis bau yang mengindikasikan adanya infeksi atau masalah kesehatan. Berikut ciri-cirinya:
1. Bau Amis
Jika mencium bau amis menyengat, hal ini bisa menajdi tanda terjadi infeksi seperti vaginosis bakterialis atau trikomoniasis.
Vaginosis bakterialis terjadi ketika terdapat ketidakseimbangan bakteri yang biasanya ada di vagina. Gejalanya meliputi keputihan encer yang berbau amis kuat dan sedikit gatal atau perih.
Sementara itu, trikomoniasis adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh parasit. Wanita dengan trikomoniasis mungkin merasakan gatal, kemerahan nyeri di alat kelamin serta keputihan berwarna kuning kehijauan.
2. Bau Busuk
Bau busuk yang berasal dari vagina biasanya terjadi karena adanya benda asing tertinggal di dalam vagina, seperti tampon yang lupa dilepas. Gejala yang menyertainya meliputi gatal, nyeri, kemerahan, hingga pembengkakan vagina.
(SA)
