Bayi Sungsang Apakah Bisa Melahirkan Normal? Ini Penjelasannya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu kekhawatiran ibu hamil menjelang persalinan adalah posisi janin dalam kandungan. Idealnya, kepala bayi berada di bawah mendekati jalan lahir. Namun, tak jarang bayi berada dalam posisi sungsang, yaitu ketika bokong atau kakinya berada di bawah.
Kondisi ini membuat ibu hamil yang mengalaminya bertanya, bayi sungsang apakah bisa melahirkan normal? Untuk menjawabnya, simak informasi lengkap mengenai kondisi bayi sungsang dalam artikel di bawah ini.
Apa Itu Bayi Sungsang?
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), sebesar 3 hingga 4% kehamilan yang mencapai usia 37 minggu mengalami kondisi sungsang.
Bayi sungsang adalah kondisi ketika posisi janin dalam rahim tak berada dalam letak kepala di bawah seperti yang diharapkan menjelang persalinan. Sebaliknya, bokong atau kaki bayi justru mengarah ke jalan lahir.
Dijelaskan pula oleh Mayo Clinic, tidak semua sungsang memiliki bentuk yang sama. Berikut tiga tipe utama posisi sungsang:
Frank Breech: Bokong bayi berada di bawah dengan kaki lurus ke atas sejajar badan. Ini adalah tipe sungsang paling umum.
Complete Breech: Bokong di bawah dengan kedua lutut tertekuk, seperti posisi duduk bersila.
Footling Breech: Salah satu atau kedua kaki bayi berada di bawah dan siap keluar terlebih dahulu. Ini adalah tipe paling berisiko saat persalinan normal.
Baca Juga: Bahayakah Gusi Berdarah Saat Hamil? Ini Penjelasannya
Bayi Sungsang Apakah Bisa Melahirkan Normal?
Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, ibu hamil yang mengalami kondisi bayi sungsang tetap dapat melahirkan secara normal, tetapi dengan syarat tertentu dan pengawasan ketat dari tenaga medis.
Adapun persalinan normal atau vaginal birth untuk bayi sungsang sangat tergantung pada beberapa faktor berikut:
1. Jenis Sungsang
Jika posisi bayi adalah Frank Breech dan ukurannya normal, kemungkinan untuk persalinan normal masih terbuka.
2. Pengalaman Dokter dan Fasilitas Kesehatan
Tidak semua dokter atau rumah sakit memiliki pengalaman melakukan persalinan normal bayi sungsang. Rumah sakit besar dengan fasilitas lengkap lebih memungkinkan untuk menangani persalinan seperti ini secara aman.
3. Ukuran Bayi dan Panggul Ibu
Jika ukuran bayi terlalu besar atau panggul ibu sempit, persalinan normal sangat berisiko dan biasanya disarankan untuk operasi caesar.
4. Kehamilan Tunggal
Persalinan normal lebih memungkinkan jika hanya ada satu bayi. Pada kehamilan kembar, sungsang akan lebih berisiko.
Cara Mengatasi Bayi Sungsang
Jika bayi sungsang terdeteksi pada minggu ke-34 kehamilan ke atas, menurut NHS, dokter biasanya akan mempertimbangkan beberapa pendekatan berikut:
1. Versi Luar (External Cephalic Version/ECV)
Prosedur ini dilakukan oleh dokter dengan memutar bayi dari luar perut ibu agar kepalanya berada di bawah. Prosedur ini umumnya dilakukan di rumah sakit dan hanya jika kondisi ibu dan bayi memungkinkan.
2. Senam Hamil atau Posisi Khusus
Beberapa latihan seperti posisi sujud (knee-chest position) bisa membantu mengubah posisi bayi secara alami. Namun, efektivitasnya masih terbatas dan harus dibimbing oleh profesional.
3. Operasi Caesar (Sectio Caesarea)
Jika bayi tetap sungsang menjelang waktu persalinan dan kondisi tak aman untuk melahirkan normal, dokter akan menyarankan operasi caesar untuk mengurangi risiko bagi ibu dan bayi.
(NDA)
