Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Benjolan di Dubur tapi Bukan Wasir, Ini 5 Penyebabnya
27 Maret 2025 11:16 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Benjolan di dubur sering kali dikaitkan dengan penyakit wasir (hemoroid). Padahal faktanya, tak semua benjolan yang muncul di area tersebut adalah wasir.
ADVERTISEMENT
Penyebab Benjolan di Dubur tapi Bukan Wasir
Benjolan di dubur tidak selalu disebabkan oleh wasir. Ada berbagai kondisi lain yang bisa menjadi penyebabnya, yakni:
1. Abses Anorektal
Abses anorektal adalah kantong berisi nanah yang terbentuk di sekitar anus akibat infeksi bakteri. Kondisi ini bisa menyebabkan benjolan yang terasa nyeri, bengkak, dan disertai demam.
Gejala:
Pengobatan dari penyakit ini dapat memerlukan tindakan drainase oleh dokter untuk mengeluarkan nanah. Selain itu, dibutuhkan juga antibiotik jika infeksi menyebar.
ADVERTISEMENT
2. Fistula Ani
Fistula ani adalah saluran abnormal yang terbentuk antara anus dan kulit di sekitarnya akibat infeksi yang tidak sembuh sempurna.
Gejala:
Pengobatan untuk kondisi ini biasanya memerlukan tindakan bedah untuk menutup saluran fistula.
3. Kista Pilonidal
Kista pilonidal adalah benjolan berisi cairan atau nanah yang biasanya terbentuk di dekat tulang ekor atau lipatan bokong akibat rambut yang tumbuh ke dalam.
Gejala:
Jika infeksi kista pilonidal terjadi, mungkin perlu tindakan drainase atau pembedahan untuk mengangkatnya.
ADVERTISEMENT
4. Kondiloma Akuminata (Kutil Kelamin)
Benjolan di sekitar dubur juga bisa disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV) yang menyebabkan kutil kelamin.
Gejala:
Kondisi ini bisa diobati dengan krim antivirus atau prosedur medis seperti krioterapi (pembekuan kutil)
5. Tumor atau Polip Anus
Meskipun jarang, benjolan di dubur juga bisa merupakan tumor jinak atau ganas. Polip atau pertumbuhan jaringan abnormal di anus bisa berkembang menjadi kanker jika tidak segera ditangani.
Gejala:
Jika terdeteksi sebagai tumor ganas, pengobatan bisa meliputi operasi, kemoterapi, atau radiasi.
(NDA)