Buta Warna Parsial: Pengertian dan Jenis-jenisnya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Buta warna parsial adalah jenis buta warna yang paling umum terjadi. Sama seperti buta warna total, buta warna parsial juga disebabkan oleh faktor genetik.
Mengutip buku Mudah dan Aktif Belajar Biologi oleh Agus Mawardi dkk., buta warna terjadi ketika gen resesif buta warna (cb) terpaut pada kromosom X. Oleh sebab itu, perkawinan wanita carrier dengan lelaki normal dapat menyebabkan lahirnya seorang anak yang buta warna parsial.
Lantas, apa bedanya buta warna parsial dan buta warna total? Ketahui pengertian dan jenis-jenis buta warna parsial dalam artikel di bawah ini.
Apa Itu Buta Warna Parsial?
Buta warna parsial adalah kondisi saat mata tidak bisa membedakan beberapa warna tertentu. Seperti yang dijelaskan, dalam sebagian besar kasus, buta warna parsial disebabkan oleh kesalahan genetik yang diturunkan orangtua kepada anak mereka.
Lebih lanjut, mengutip situs National Health Service, biasanya, buta warna parsial terjadi ketika salah satu anggota keluarga mempunyai kelainan pada fotopigmen. Artinya, sel peka warna di mata, yang disebut kerucut, hilang atau tidak berfungsi dengan baik.
Selain karena faktor genetik, buta warna parsial juga bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, misalnya diabetes, glaukoma, efek samping obat, paparan bahan kimia berbahaya, dan kerusakan pada bagian otak yang memproses informasi warna, katarak, hingga faktor usia.
Untuk mengetahui apakah dirinya mengalami buta warna parsial atau tidak, seseorang dapat melakukan tes buta warna. Bahkan kini tersedia berbagai situs yang bisa dimanfaatkan untuk mengetesnya. Namun, jika ingin hasil yang lebih akurat, tes dapat dilakukan bersama dokter mata.
Jenis-Jenis Buta Warna Parsial
Menurut laman WebMD, secara umum buta warna parsial dibedakan menjadi dua macam, yaitu buta warna merah-hijau dan buta warna biru-kuning. Setiap jenisnya diklasifikasikan lagi menjadi beberapa macam.
1. Buta Warna Parsial Merah-Hijau
Buta warna merah-hijau terjadi ketika fotopigmen di kerucut merah atau kerucut hijau pada mata tidak berfungsi dengan baik. Jenis buta warna ini diklasifikasikan menjadi:
Deuteranomaly,yaitu ketika warna kuning dan hijau terlihat lebih merah sehingga penderita sulit membedakan warna biru dan ungu.
Protanomaly, yaitu ketika oranye, merah, dan kuning terlihat lebih hijau dan warnanya kurang cerah.
Protanopia, yaitu ketika warna merah hanya terlihat sebagai abu-abu gelap. Beberapa warna seperti oranye, kuning, dan hijau juga terlihat seperti warna kuning.
Deuteranopia, yaitu ketika merah jadi terlihat kuning kecoklatan, dan hijau terlihat seperti warna krem.
2. Buta Warna Parsial Biru-Kuning
Jenis buta warna ini disebabkan oleh hilangnya fungsi fotopigmen kerucut biru pada mata. Buta warna parsial biru-kuning dapat dialami oleh pria maupun wanita.
Tritanomaly, yaitu saat warna biru terlihat lebih hijau. Dalam beberapa kondisi, penderita mungkin sulit membedakan merah muda dari kuning dan merah.
Tritanopia, yaitu saat warna biru terlihat hijau dan kuning terlihat seperti warna abu-abu muda atau ungu.
Agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, penderita buta warna parsial dapat menggunakan lensa kontak untuk membantu mengidentifikasi warna tertentu.
(ADS)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud buta warna parsial?

Apa yang dimaksud buta warna parsial?
Buta warna parsial adalah kondisi saat mata tidak bisa membedakan beberapa warna tertentu.
Apakah buta warna parsial bisa disembuhkan?

Apakah buta warna parsial bisa disembuhkan?
Agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, penderita buta warna parsial dapat menggunakan kontak lens untuk membantu mengidentifikasi warna tertentu.
Buta warna tidak bisa melihat warna apa?

Buta warna tidak bisa melihat warna apa?
Secara umum, buta warna parsial dibedakan menjadi dua macam, yaitu buta warna merah-hijau dan buta warna biru-kuning.
