Cacar Air Boleh Mandi atau Tidak? Ini Penjelasannya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cacar air adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Varicella zoster. Penyakit ini rentan terjadi pada anak-anak, tetapi orang dewasa juga dapat tertular, terutama jika belum pernah mengalaminya sebelumnya.
Penyakit cacar air ditandai dengan munculnya bintik-bintik merah yang lama-kelamaan berubah menjadi lepuh berisi cairan. Lepuh ini bisa muncul di seluruh bagian tubuh dan biasanya disertai gejala lain seperti demam, kelelahan, serta hilangnya nafsu makan.
Salah satu pertanyaan yang sering muncul selama masa sakit adalah, apakah aman untuk mandi saat menderita cacar air? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan lengkap berikut ini.
Cacar Air Boleh Mandi atau Tidak?
Masih ada anggapan keliru di masyarakat bahwa penderita cacar air sebaiknya tidak mandi. Padahal, mandi justru penting untuk menjaga kebersihan tubuh dan membantu mempercepat penyembuhan.
Mengutip buku Ensiklopedia Penyakit karya Anies, mandi saat terkena cacar air membantu mencegah infeksi sekunder akibat bakteri. Namun, proses mandi harus dilakukan dengan lembut dan penuh kehati-hatian agar ruam tak semakin parah atau pecah sebelum waktunya.
Gunakan air hangat dan sabun lembut tanpa kandungan bahan kimia yang keras. Setelah mandi, keringkan tubuh dengan menepuk-nepuk kulit menggunakan handuk lembut. Hindari menggosok kulit, karena hal itu bisa memperparah iritasi dan meninggalkan bekas luka.
Baca Juga: Cara Mencegah Tertular Cacar Monyet agar Tetap Aman
Cara Mandi yang Aman Saat Cacar Air
Agar mandi tetap aman dan bermanfaat selama masa cacar air, berikut beberapa tip yang bisa diterapkan.
1. Gunakan Air Hangat
Isi bak mandi dengan air hangat. Hindari air yang terlalu panas atau terlalu dingin karena dapat memperburuk rasa tak nyaman pada kulit.
2. Pilih Sabun yang Lembut
Gunakan sabun tanpa pewangi atau bahan kimia keras. Pertimbangkan untuk menambahkan oatmeal koloid atau sedikit soda kue ke dalam air mandi untuk membantu meredakan rasa gatal dan peradangan.
3. Batasi Waktu mandi
Batasi waktu mandi selama 10—15 menit untuk mencegah kulit menjadi kering. Saat membersihkan tubuh, cukup gunakan waslap atau spons lembut dan tepuk-tepuk kulit secara perlahan.
4. Bilas dan Keringkan
Setelah mandi, bilas tubuh dengan air bersih untuk menghilangkan sisa sabun atau bahan tambahan dari kulit. Keringkan dengan cara menepuk lembut kulit menggunakan handuk bersih. Hindari menggosok lepuh agar tak pecah.
5. Oleskan Pelembap
Setelah kulit benar-benar kering, oleskan pelembap lembut untuk membantu menjaga hidrasi kulit dan mengurangi rasa gatal.
Selain itu, bisa juga mengoleskan losion kalamin secara tipis pada bagian tubuh yang mengalami lepuh untuk meredakan peradangan dan mendukung pemulihan.
(SA)
