Konten dari Pengguna

Cara Mencegah Tertular Cacar Monyet agar Tetap Aman

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi cacar monyet. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cacar monyet. Foto: Shutterstock

Mpox atau cacar monyet merupakan penyakit zoonosis yang artinya bisa ditularkan dari hewan ke manusia, dan juga dari manusia ke manusia. Karena cara penularannya cukup beragam, penting untuk mengetahui langkah-langkah pencegahan secara tepat.

Penularan Mpox biasanya terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh, luka pada kulit, droplet, serta benda-benda yang terkontaminasi virus. Sementara dari hewan ke manusia terjadi lewat gigitan, cakaran, dan kontak dekat dengan hewan terinfeksi.

Gejala awal Mpox umumnya mirip dengan penyakit ringan lainnya. Penderitanya bisa mengalami demam, kelelahan, batuk, nyeri otot, sakit tenggorokan, pembengkakan kelenjar getah bening, hingga munculnya ruam atau lesi pada kulit.

Cara Mencegah Tertular Cacar Monyet

Ilustrasi cacar monyet. Foto: Shutterstock

Penularan virus cacar monyet dapat dicegah dengan menerapkan beberapa langkah sederhana. Mulai dari menjaga kebersihan diri dan lingkungan, hingga menghindari kontak dengan penderita.

Mengutip buku A-Z Fakta-Fakta Kunci Penyakit Menular Dan Penyakit Tidak Menular Versi WHO karya Idham Latif dan Novi Nurhaliza Putri, serta laman CDC, berikut langkah-langkah pencegahannya.

1. Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Menjaga kebersihan dan menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari sangat penting dalam mencegah penularan cacar monyet maupun penyakit lainnya.

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) mencakup menjaga kebersihan lingkungan rumah, memastikan ventilasi rumah baik agar udara segar masuk, serta rutin mengonsumsi makanan bergizi seimbang agar memiliki daya tahan tubuh yang kuat.

2. Jaga Kebersihan Tangan

Kebersihan tangan menjadi kunci utama dalam melindungi diri dari berbagai jenis virus. Karena itu, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah beraktivitas di tempat umum atau menyentuh benda yang digunakan banyak orang.

Jika tak tersedia air dan sabun, gunakan hand sanitizer berbasis alkohol untuk menjaga tangan tetap higienis dari kuman-kuman.

3. Hindari Kontak Langsung dengan Penderita

Upaya pencegahan lainnya adalah menghindari kontak langsung dengan penderita cacar monyet. Virus ini dapat menular melalui droplet pernapasan, kontak kulit dengan lesi atau ruam, serta benda-benda yang telah terkontaminasi.

Pastikan untuk tidak menggunakan barang-barang pribadi secara bergantian, seperti handuk, sprei, alat makan, atau pakaian. Gunakan barang pribadi sendiri untuk menghindari risiko penularan silang.

Baca Juga: 4 Varian COVID-19 di Indonesia yang Perlu Diwaspadai

4. Hindari Kontak dengan Hewan Liar

Penularan cacar monyet dari hewan ke manusia bisa terjadi lewat gigitan, cakaran, atau kontak erat dengan hewan seperti tikus dan primata. Karena itu, sebaiknya hindari menyentuh atau memelihara hewan liar yang tak diketahui status kesehatannya.

Selain itu, hindari pula mengonsumsi daging hewan buruan, terutama jika tak diolah dengan benar karena risiko kontaminasi virus bisa sangat tinggi.

5. Waspadai Gejala Dini

Gejala awal cacar monyet bisa menyerupa penyakit ringan biasa. Mulai dari demam, nyeri otot, sakit kepala, hingga munculnya ruam kecil yang bisa menyebar menjadi lenting berisi cairan.

Jika mengalami gejala tersebut, terutama setelah melakukan perjalanan dari wilayah dengan kasus Mpox atau kontak dengan penderita, sebaiknya segera periksa ke fasilitas kesehatan. Deteksi dini sangat membantu dalam mempercepat pemulihan dan mencegah penyebaran virus lebih luas.

(SA)