Cara Membaca Hasil USG 2D untuk Lihat Perkembangan Janin

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu pemeriksaan yang paling umum untuk melihat kondisi janin atau organ dalam tubuh adalah USG atau ultrasonografi 2D. Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara sehingga aman bagi tubuh dan janin dalam kandungan.
Dalam pemeriksaan kehamilan, USG 2D kerap digunakan untuk memantau pertumbuhan janin, mendeteksi gangguan atau kecacatan, serta mengevaluasi kesehatan rahim ibu. Bagi ibu hami yang ingin memahami hasil USG 2D dengan lebih baik, artikel ini akan menyajikan informasi tentang cara membacanya.
Apa Itu USG 2D?
USG 2D adalah bentuk dasar dari teknologi ultrasonografi yang menghasilkan gambar dua dimensi dari organ tubuh atau janin. Prosedur ini memanfaatkan gelombang suara yang dipantulkan untuk menciptakan citra jaringan dan cairan di dalam tubuh.
Gelombang suara ini dipancarkan oleh alat berbentuk tongkat yang disebut transduser. Alat ini ditempelkan pada perut atau dimasukkan melalui vagina, tergantung area yang diperiksa.
Hasil pencitraan USG 2D biasanya berupa corak hitam, putih, dan abu-abu. Warna-warna ini menunjukkan tingkat kepadatan jaringan yang dilalui gelombang suara.
Warna hitam biasanya menunjukkan cairan seperti ketuban, putih menunjukkan jaringan keras seperti tulang, dan abu-abu menandakan jaringan seperti jaringan rahim.
Baca Juga: Terapi Oksigen Hiperbarik untuk Apa? Ini Penjelasannya
Cara Membaca Hasil USG 2D
Membaca hasil USG 2D membutuhkan pemahaman megenai berbagai istilah medis. Mengutip buku berjudul Anestesia pada Neonatus oleh Johar hari Santoso dan laman Pocket Health, berikut beberapa singkatan yang biasanya muncul beserta artinya:
AC (Abdominal Circumference): Pengukuran lingkar perut bayi.
AF (Amniotic Fluid): Jumlah cairan ketuban yang melindungi janin dalam kandungan.
BPD (Diameter Biparietal): Ukuran diameter kepala bayi dari satu pelipis ke pelipis lainnya.
CPR (Cerebroplacental Ratio): Rasio aliran darah dari jantung ke plasenta, digunakan untuk menilai pertumbuhan janin dan kondisi kehamilan.
CRL (Crown-Rump Length): Pengukuran embrio atau janin dari atas kepala hingga bagian bawah tubuhnya untuk memperkirakan usia kehamilan.
EDD (Estimated Date of Delivery): Perkiraan tanggal lahir bayi.
EFW (Estimated Fetal Weight): Pengukuran bagian janin, termasuk lingkar kepala (HC), lingkar perut (AC), dan panjang tulang paha (FL).
FGR (Fetal Growth Restriction): Kondisi ketika janin tidak tumbuh sesuai dengan potensi maksimalnya.
FHM (Fetal Heart Rate Monitoring): Pemantauan gerakan denyut jantung janin untuk menilai kesehatannya.
FL (Femur Length): Pengukuran panjang tulang paha janin.
GA (Gestation Age): Usia kehamilan dalam minggu dan hari.
GS (Gestational Sac): Kantung kehamilan, biasanya terlihat pada trimester pertama.
HC (Head Circumference): Lingkar kepala bayi, HC diukur selama trimester kedua dan ketiga kehamilan.
LGA (Large Gestational Age): Bayi memiliki berat lebih dari normal untuk masa kehamilan.
LMP (Last Menstrual Period): Tanggal periode menstruasi terakhir ibu, digunakan untuk menentukan lamanya kehamilan dan perkiraan tanggal persalinan.
MSD (Mean Gestational Sac Diameter): Diameter kantung kehamilan yang diukur menggunakan USG.
NT (Nuchal Translucency): Ketebalan cairan di bagian belakang leher janin, digunakan sebagai skrining kelainan kromosom.
OFD (Occipital-Frontal Diameter): Pengukuran bagian belakang kepala dan dahi janin.
SGA (Small for Gestational Age): Bayi memiliki berat badan kurang dari normal untuk usia kehamilannya.
(SA)
