Terapi Oksigen Hiperbarik untuk Apa? Ini Penjelasannya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu metode yang kini ramai dibicarakan dalam dunia medis adalah terapi oksigen hiperbarik atau Hyperbaric Oxygen Therapy (HBOT). Terapi ini sudah digunakan sejak lama untuk meningkatkan kesehatan dan meringankan gejala berbagai penyakit.
Terapi ini dilakukan dalam ruangan khusus bertekanan tinggi dan memungkinkan pasien menghirup oksigen murni tanpa udara campuran apa pun.
Artikel ini akan mengupas lebih dalam mengenai apa itu terapi oksigen hiperbarik dan kondisi-kondisi yang bisa dibantu dengan perawatan ini. Karena itu, simak informasi selengkapnya berikut ini.
Apa itu Terapi Oksigen Hiperbarik?
Terapi oksigen hiperbarik adalah suatu metode pengobatan medis yang dilakukan dengan cara memberikan oksigen murni (100 persen) ke pasien di dalam ruangan bertekanan tinggi.
Perawatan dilakukan di dalam sebuah kapsul atau ruangan yang dikenal sebagai kamar hiperbarik dan dirancang khusus sehingga kebal terhadap perubahan tekanan di dalamnya.
Tujuan dari terapi ini adalah untuk menyalurkan sejumlah oksigen ke dalam tubuh yang akan membantu menstimulasi pertumbuhan pembuluh darah, menghentikan jenis infeksi tertentu, dan mempercepat penyembuhan luka.
Pada awalnya, terapi ini mulai digunakan hanya untuk kasus-kasus yang sangat ekstrem seperti pendarahan otak dan gangguan pernapasan. Namun, seiring berjalannya waktu, terapi ini mulai digunakan untuk berbagai kondisi kesehatan lain seperti penyembuhan pascaoperasi, infeksi, luka bakar, dan masalah kekebalan tubuh.
Baca Juga: Endoskopi untuk Apa? Ini Fungsinya bagi Kesehatan
Mekanisme Kerja Terapi Oksigen Hiperbarik
Dalam kondisi normal, oksigen masuk ke paru-paru dan diserap oleh hemoglobin dalam sel darah merah. Oksigen ini kemudian dibawa ke seluruh tubuh untuk mendukung berbagai fungsi sel dan jaringan.
Namun, dalam kondisi tertentu, aliran darah bisa terhambat sehingga oksigen tidak sampai ke jaringan yang membutuhkannya. Di sinilah terapi oksigen hiperbarik berperan penting.
Mengutip buku Potensi Terapi Hiperbarik Osigen dalam Ortodonti: Percepatan Pergerakan Gigi karya Arya Brahmanta, dalam terapi ini, pasien ditempatkan dalam ruangan hiperbarik bertekanan tinggi. Biasanya 2 hingga 3 atmoster absolut (ATA), lalu diberikan oksigen murni untuk dihirup.
Tekanan tinggi ini membuat jumlah oksigen yang larut langsung dalam plasma darah meningkat secara drastis, bukan hanya diangkut oleh hemoglobin.
Oksigen dalam bentuk larut ini lebih mudah diterima jaringan dibanding oksigen yang terikat oleh sistem hemoglobin. Terapi oksigen hiperbarik dapat meningkatkan jumlah oksigen terlarut sehingga mencapai keadaan kebutuhan oksigen maksimal.
Ada beberapa jenis ruang hiperbarik, antara lain, monoplace chamber untuk satu orang, multiplace chamber yang dapat digunakan beberapa pasien sekaligus, dan topical oxygen chamber untuk area kecil atau bagian tubuh seperti lengan atau kaki saja.
Terapi Oksigen Hiperbarik untuk Apa Saja?
Dalam buku Buku Ajar Keperawatan Matra yang disusun Ali, Rosniati Rosniati, dan Dhian Satya Rachmawati, berikut beberapa kondisi yang memerlukan terapi ini.
1. Luka Kronis dan Cedera Akibat Hantaman
Salah satu kegunaan utama terapi oksigen hiperbarik adalah untuk membantu penyembuhan luka kronis, seperti luka diabetes yang sudah memburuk.
Tak hanya itu, terapi juga efektif dalam menangani cedera akibat hantaman yang menyebabkan gangguan aliran darah dan oksigen ke jaringan tubuh seperti sindrom kompartemen dan abses intrakranial.
2. Infeksi Berat
Beberapa infeksi berat dapat ditangani dengan bantuan terapi ini. Misalnya, infeksi jaringan lunak nekrotikans (necrotizing fasciitis) atau infeksi bakteri pemakan jaringan tubuh.
Selain itu, terapi ini juga berguna untuk mengatasi infeksi tulang osteomielitis dan infeksi bakteri serius pada otot dan jaringan seperti miositis klostridial dan mionekrosis (gas gangrene).
3. Keracunan Karbon Monoksida
Dalam kasus keracunan karbon monoksida, seperti kebocoran gas, kebakaran, atau knalpot mobil, terapi oksigen hiperbarik sangat efektif dalam mengatasi kondisi ini.
4. Cedera Radiasi
Pasien kanker yang telah menjalani terapi radiasi mungkin mengalami kerusakan jaringan. Kerusakan ini sulit disembuhkan dengan pengobatan biasa sehingga perlu terapi oksigen hiperbarik.
5. Emboli Gas dan Penyakit Dekompresi
Terapi ini juga digunakan dalam kondisi darurat seperti emboli gas (gelembung udara dalam pembuluh darah) atau penyakit dekompresi yang sering dialami oleh penyelam.
(SA)
