Konten dari Pengguna

Cara Mengganti Infus dengan Aman dan Tepat

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Mengganti Infus. Foto: Unsplash/andresr.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Mengganti Infus. Foto: Unsplash/andresr.

Infus adalah pemberian obat atau cairan yang dilakukan melalui pembuluh darah. Mengetahui cara mengganti infus dengan benar dapat membantu memastikan keamanan dan kenyamanan pasien, serta mencegah infeksi atau komplikasi lainnya.

Meskipun biasanya dilakukan oleh tenaga medis seperti perawat, pemahaman dasar mengenai prosedur ini bisa berguna dalam situasi darurat atau untuk meningkatkan kewaspadaan saat menerima perawatan.

Daftar isi

Cara Mengganti Infus

Ilustrasi Cara Mengganti Infus. Foto: Unsplash/andresr.

Dikutip dari buku Modul Praktikum Keperawatan Dasar I karya Dewi Wijayanti, S.Kep.,Ns,M.Kep. dkk (2021: 203), mengganti cairan infus harus berdasarkan kebutuhan pasien. Sebelum mengganti cairan infus maka harus mencuci tangan terlebih dahulu.

Selain mencuci tangan, penting juga untuk memastikan bahwa semua peralatan yang digunakan dalam kondisi steril agar terhindar dari risiko infeksi.

Cairan infus yang akan digunakan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien, seperti jenis cairan, volume, serta laju tetesan yang diperlukan. Berikut adalah cara mengganti infus dengan aman dan tepat.

1. Persiapan sebelum Mengganti Infus

Sebelum mengganti cairan infus, ada beberapa langkah penting yang harus dilakukan untuk menjaga kebersihan dan memastikan prosedur berjalan dengan lancar.

A. Cuci Tangan

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencuci tangan dengan sabun antiseptik atau menggunakan hand sanitizer. Ini penting untuk mencegah risiko infeksi pada pasien.

B. Persiapkan Peralatan yang Dibutuhkan

Pastikan semua alat yang diperlukan sudah tersedia dan dalam kondisi steril. Berikut daftar peralatan yang diperlukan:

  • Cairan infus yang baru (sesuai dengan kebutuhan pasien)

  • Selang infus (IV set)

  • Jarum atau kateter infus

  • Plester medis

  • Sarung tangan steril

  • Kapas alkohol atau antiseptik

  • Gunting medis (jika diperlukan)

C. Identifikasi Pasien dan Jenis Cairan Infus

Sebelum mengganti infus, pastikan bahwa cairan yang akan digunakan sudah sesuai dengan kebutuhan pasien. Periksa label, dosis, dan tanggal kedaluwarsa untuk memastikan keamanannya.

2. Langkah-Langkah Mengganti Cairan Infus

Setelah persiapan dilakukan, berikut adalah langkah-langkah mengganti infus dengan benar.

A. Matikan Aliran Infus Lama

Sebelum melepas infus lama, pastikan aliran infus dihentikan terlebih dahulu dengan menutup klem pada selang infus. Ini akan mencegah udara masuk ke dalam pembuluh darah.

B. Lepaskan Selang Infus Lama

Gunakan kapas alkohol untuk membersihkan area sekitar kateter atau jarum infus sebelum melepas selang lama. Tarik selang dengan hati-hati agar tidak menyebabkan luka atau rasa tidak nyaman pada pasien.

C. Pasang Cairan Infus yang Baru

  • Ambil botol atau kantong cairan infus baru dan periksa apakah terdapat kebocoran atau kontaminasi.

  • Tusukkan selang infus baru ke dalam botol atau kantong infus.

  • Gantung botol atau kantong infus pada tiang infus dengan posisi lebih tinggi dari tubuh pasien agar cairan dapat mengalir dengan lancar.

D. Hubungkan Selang Baru ke Kateter Infus

Setelah cairan infus terpasang dengan benar, hubungkan selang baru ke kateter infus pasien. Pastikan tidak ada gelembung udara dalam selang karena dapat berisiko menyebabkan emboli udara jika masuk ke dalam pembuluh darah.

E. Atur Kecepatan Tetesan Infus

Gunakan pengatur tetesan pada selang infus untuk menyesuaikan laju tetesan sesuai dengan anjuran dokter. Umumnya, kecepatan tetesan disesuaikan berdasarkan kondisi pasien dan jenis cairan yang diberikan.

3. Langkah-Langkah Mengganti Jarum atau Kateter Infus

Selain mengganti cairan, jarum atau kateter infus juga perlu diganti, langkahnya yaitu sebagai berikut.

A. Bersihkan Area Infus Lama

  • Cuci tangan kembali dan gunakan sarung tangan steril.

  • Bersihkan area sekitar infus dengan kapas alkohol.

B. Lepaskan Jarum atau Kateter Lama

  • Pastikan aliran infus dihentikan terlebih dahulu.

  • Tarik jarum atau kateter dengan lembut dan buang ke dalam tempat sampah medis yang sesuai.

  • Tekan area bekas jarum dengan kapas steril untuk mencegah pendarahan.

C. Pasang Jarum atau Kateter Baru

  • Pilih lokasi baru untuk pemasangan infus.

  • Bersihkan area tersebut dengan antiseptik.

  • Masukkan jarum atau kateter baru ke pembuluh darah dengan teknik aseptik.

  • Hubungkan dengan selang infus dan pastikan cairan mengalir dengan lancar.

4. Pemantauan setelah Penggantian Infus

  • Setelah infus diganti, lakukan pemantauan untuk memastikan pasien tidak mengalami efek samping atau komplikasi.

  • Pastikan infus mengalir dengan baik dan tidak ada gelembung udara dalam selang.

  • Amati area sekitar jarum infus untuk melihat apakah ada tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, bengkak, atau nyeri.

  • Jika pasien mengeluhkan nyeri, pusing, atau tanda-tanda reaksi alergi, segera laporkan kepada tenaga medis untuk tindakan lebih lanjut.

5. Kesalahan yang Harus Dihindari saat Mengganti Infus

Untuk memastikan prosedur berjalan dengan aman, hindari beberapa kesalahan umum berikut:

  • Tidak mencuci tangan sebelum melakukan prosedur.

  • Menggunakan peralatan yang tidak steril.

  • Tidak memeriksa gelembung udara dalam selang infus.

  • Mengabaikan tanda-tanda infeksi atau komplikasi.

  • Mengganti infus tanpa mengikuti anjuran dokter.

Tujuan Pemasangan Infus

Ilustrasi Cara Mengganti Infus. Foto: Unsplash/Bevan Goldswain.

Pemasangan infus merupakan prosedur medis yang umum dilakukan dalam perawatan kesehatan. Infus adalah metode pemberian cairan, obat, atau nutrisi langsung ke dalam pembuluh darah melalui intravena.

Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan jarum atau kateter yang dimasukkan ke dalam vena, yang kemudian dihubungkan dengan tabung infus yang mengalirkan cairan dari botol atau kantong infus. Pemasangan infus memiliki beberapa tujuan utama, antara lain sebagai berikut.

1. Rehidrasi Tubuh

Salah satu tujuan utama pemasangan infus adalah untuk mengatasi dehidrasi. Dehidrasi dapat terjadi akibat berbagai kondisi, seperti muntah berkepanjangan, diare, demam tinggi, atau kekurangan cairan akibat cedera atau operasi.

Dengan pemberian cairan infus, keseimbangan cairan dalam tubuh dapat dipulihkan dengan lebih cepat dibandingkan dengan minum biasa.

2. Pemberian Obat secara Langsung

Infus digunakan untuk memberikan obat langsung ke dalam aliran darah, sehingga obat dapat bekerja lebih cepat dan efektif.

Obat-obatan yang sering diberikan melalui infus antara lain antibiotik, obat kemoterapi, analgesik (penghilang rasa sakit), dan obat untuk mengontrol tekanan darah.

3. Pemenuhan Kebutuhan Nutrisi

Bagi pasien yang tidak dapat makan atau minum secara normal, misalnya akibat kondisi medis tertentu seperti disfagia (kesulitan menelan) atau setelah operasi besar, nutrisi parenteral dapat diberikan melalui infus.

Cairan infus yang mengandung glukosa, elektrolit, asam amino, dan zat gizi lainnya membantu menjaga keseimbangan nutrisi dalam tubuh.

4. Menjaga Tekanan Darah

Dalam keadaan darurat medis seperti syok hipovolemik akibat kehilangan darah yang banyak, pemasangan infus diperlukan untuk menggantikan volume darah yang hilang dan menjaga tekanan darah agar tetap stabil.

Cairan infus yang digunakan bisa berupa larutan kristaloid atau koloid sesuai kebutuhan pasien.

5. Mengatasi Ketidakseimbangan Elektrolit

Ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh, seperti hipokalemia (kekurangan kalium), hiponatremia (kekurangan natrium), atau hiperkalemia (kelebihan kalium), dapat mengganggu fungsi organ tubuh, termasuk jantung dan otot. Infus elektrolit dapat membantu mengoreksi kondisi ini dengan cepat dan aman.

6. Transfusi Darah

Dalam kasus tertentu, infus juga digunakan untuk memberikan transfusi darah kepada pasien yang mengalami anemia berat, kehilangan darah akibat kecelakaan, atau gangguan pembekuan darah.

Proses ini memastikan bahwa pasien menerima sel darah merah atau komponen darah lain yang dibutuhkan untuk mendukung fungsi tubuh.

7. Pemberian Anestesi dan Sedasi

Dalam prosedur medis tertentu, seperti operasi atau perawatan intensif, infus digunakan untuk memberikan anestesi dan sedasi agar pasien tetap dalam kondisi tidak sadar atau terkontrol selama prosedur berlangsung.

Jenis Cairan Infus

Ilustrasi Cara Mengganti Infus. Foto: Unsplash/Tuadesk.

Berikut adalah jenis cairan infus yang perlu diketahui.

1. Cairan Kristaloid

Cairan kristaloid mengandung berbagai zat seperti natrium klorida, natrium glukonat, natrium asetat, kalium klorida, magnesium klorida, dan glukosa.

Cairan ini umumnya digunakan untuk menjaga keseimbangan elektrolit, menghidrasi tubuh, menstabilkan pH, serta sebagai terapi resusitasi cairan. Tiga jenis cairan kristaloid meliputi:

  • Saline. Mengandung natrium dan klorida dengan konsentrasi 0,9%.

  • Ringer Laktat. Mengandung kalium, kalsium, laktat, natrium, air, dan klorida.

  • Dextrose. Mengandung gula sederhana yang berfungsi meningkatkan kadar gula darah, terutama bagi pasien dengan hipoglikemia (gula darah rendah).

2. Cairan Koloid

Cairan koloid memiliki molekul yang lebih besar dibandingkan dengan cairan kristaloid. Biasanya, cairan ini diberikan kepada pasien dalam kondisi kritis, menjalani operasi besar, atau membutuhkan resusitasi cairan. Tiga jenis cairan koloid meliputi:

  • Gelatin. Mengandung protein hewani yang berfungsi untuk mencegah penurunan volume darah.

  • Albumin. Mengandung albumin yang digunakan untuk menggantikan kadar yang hilang akibat operasi, luka berat, atau sepsis.

  • Dekstran. Mengandung polimer glukosa yang membantu mempercepat pemulihan pasien yang mengalami kehilangan darah dalam jumlah besar.

Baca Juga: 8 Kandungan Skincare yang Tidak Boleh untuk Bumil

Itulah cara mengganti infus yang baik dan tepat. Meski dilakukan oleh tenaga medis, tetapi mengetahui cara mengganti infus ini dapat memastikan keamanan dan kenyamanan pasien. (Umi)