Konten dari Pengguna

Cara Pemeriksaan Pap Smear untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi pemeriksaan atau skrining kanker serviks. Foto: Chinnapong/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemeriksaan atau skrining kanker serviks. Foto: Chinnapong/Shutterstock

Melakukan skrining pada organ reproduksi secara teratur perlu dilakukan wanita untuk mencegah kanker serviks. Semakin dini terdeteksi, semakin besar peluang untuk sembuh sepenuhnya.

Salah satu metode yang digunakan adalah pap smear. Prosedur ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan pada leher rahim dan selanjutnya diperiksa secara mikroskopis di laboratorium.

Pemeriksaan ini sangat dianjurkan untuk perempuan yang sudah menikah maupun aktif secara seksual sebagai bagian dari menjaga kesehatan reproduksi. Artikel ini akan mengulas dengan lengkap apa itu pap smear dan prosedur pemeriksaannya.

Apa Itu Pap Smear?

Ilustrasi cara pemeriksaan pap smear. Foto: Siriluk ok/Shutterstock

Pap smear merupakan salah satu metode untuk mendeteksi adanya sel-sel abnormal pada leher rahim yang berpotensi berkembang menjadi kanker serviks.

Pemeriksaan pap smear sendiri diperkenalkan oleh Dr. George Papanicolaou pada 1962 di Yunani. Tes pap smear ini dapat mengetahui apakah terdapat tanda-tanda infeksi, peradangan, atau perubahan sel yang mengarah ke kanker.

Pemeriksaan ini bukan hanya diperuntukkan bagi perempuan yang sudah mengalami gejala, melainkan sebaiknya dilakukan secara rutin meskipun tak ada keluhan.

Pap smear tak hanya penting untuk mendeteksi adanya sel karsinoma, tetapi juga dapat menemukan infeksi HPV (Human Papillomavirus). Bila terdeteksi sejak dini, perawatan dapat dilakukan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Baca Juga: Apa Itu Vasektomi? Ini Pengertian, Prosedur, dan Manfaatnya

Cara Pemeriksaan Pap Smear

Ilustrasi cara pemeriksaan pap smear. Foto: Siriluk ok/Shutterstock

Pemeriksaan ini dilakukan oleh tenaga ahli, yaitu dokter kandungan maupun bidan. Mengutip buku Mengenal Kesehatan Reproduksi karya Mutmainnah HS, dkk, berikut langkah-langkah umumnya.

  • Pasien akan diminta berbaring di atas meja pemeriksaan dengan posisi lutut ditekuk.

  • Dokter atau tenaga medis akan memasang alat pelebar atau spekulum pada vagina untuk melihat leher rahim dengan jelas.

  • Dokter akan mengambil sampel lendir di permukaan kulit bagian serviks dengan memasukkan sebatang spatula (pengerik) dan hasilnya akan di tes di laboratorium.

Apabila dalam pemeriksaan pap smear ditemukan hasil positif (perubahan sel serviks abnormal), prosesnya dilanjutkan dengan standar pemeriksaan yang lain seperti kolposkopi.

Kolposkopi adalah pemeriksaan dengan cara pengamatan langsung pada permukaan dan bagian serviks yang abnormal melalui pembesaran sekitar empat hingga sepuluh kali. Pemeriksaan ini akan menampilkan lesi secara jelas pada permukaan serviks, selanjutnya dilakukan biopsi terarah pada lesi-lesi tersebut.

Agar hasil pap smear akurat, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh pasien di antaranya:

  • Tes dilakukan pada subur, 2 minggu sebelum dan sesudah menstruasi.

  • Hindari berhubungan seksual setidaknya 24 jam sebelum pemeriksaan dan pastikan vagina dalam keadaan bersih.

  • Konsultasikan ke dokter tentang obat apa saja yang baru dikonsumsi selama 24 jam terakhir.

(SA)