Konten dari Pengguna

Cedera Olahraga: Definisi, Jenis, dan Faktor yang Menyebabkannya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi seseorang sedang melakukan olahraga. Foto: Pixbay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seseorang sedang melakukan olahraga. Foto: Pixbay

Olahraga merupakan kegiatan yang kerap dikaitkan dengan kesehatan. Meski demikian, tak sedikit orang yang mengalami cedera ketika sedang berolahraga. Secara harfiah, cedera olahraga adalah cedera yang terjadi pada sistem otot dan rangka tubuh selama olahraga.

Cedera olahraga ini dapat diakibatkan dari suatu ketidaksengajaan (kecelakaan), maupun kesalahan yang sebenarnya dapat dihindari, misalnya seperti kurang pemanasan, faktor motorik, intensitas latihan yang terlalu berat, dan tingkat stress yang tinggi.

Menurut Arimbi, Poppy Elisano Arfanda, Lita Puspita, dan Wahyana Mujari Wahid dalam buku Implementasi Ilmu Keolahragaan dalam Perkembangan Olahraga Disabilitas Indonesia, cedera olahraga yang paling sering terjadi, yaitu keseleo, cedera lutut, otot bengkak, cedera tendon, fraktur dan dislokasi.

Faktor Penyebab Cedera Olahraga

Dikutip dari buku Ajar Blok Muskuloskeletal Aspek Ortopedi karya Dr. Jimmy Kuncoro, cedera olahraga adalah cedera pada sistem integumen, otot, dan rangka yang disebabkan oleh kegiatan olahraga.

Cedera olahraga bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Merujuk buku Modul Kedokteran Olahraga oleh Dr. Wawan Budisusilo, Sp.K.O, beberapa faktor yang menjadi penyebab olahraga, di antaranya adalah sebagai berikut:

Ilustrasi seseorang sedang melakukan olahraga. Foto: Pixbay

1. Kelainan anatomis tubuh

Kelainan anatomis meningkatkan risiko terjadi cedera olahraga. Kelainan anatomis misalnya, seperti panjang tungkai yang tidak sama, arcus kaki rata, kaki cinjit, sehingga pada waktu lari akan mengganggu gerakan.

2. Rendahnya komponen fisik atau gangguan fisiologis fungsi jaringan penyokong dan otot

Kurang fit atau mudah lelah akan memudahkan terjadinya cedera bila berhadapan dengan lawan main yang kondisi fisiknya bagus. Kondisi ini memudahkan atlet atau pelaku olahraga terjatuh apabila berbenturan dengan pemain lawan.

3. Teknik latihan yang salah

Kesalahan pada teknik latihan merupakan penyebab tersering timbulnya cedera olahraga terutama yang mengenai otot dan sendi. Beberapa teknik latihan yang sering diabaikan, sehingga mencetus timbulnya cedera olahraga, yaitu:

  • Tindakan pemanasan dan pendinginan yang dilakukan tidak memadai, sehingga mengganggu proses adaptasi otot untuk berkontraksi selama latihan. Kurangnya pemanasan akan menyebabkan tubuh belum siap untuk menerima beban latihan dan kelenturan otot belum maksimal, sehingga rentan terhadap cedera.

  • Pemilihan jenis latihan, intensitas, frekuensi, dan durasi tidak sesuai dengan kemampuan fisik. Oleh karena itu, sebelum melakukan program latihan perlu dilakukan tes komponen fisik dasar sehingga olahraga yang dilakukan sesuai dengan kapasitas fisiknya. Pada sesi akhir latihan dan pertandingan umumnya berisiko tinggi terjadinya cedera karena karena faktor kelelahan. Teknik latihan yang salah seperti pukulan backhand tennis juga dapat memicu terjadinya cedera.

  • Beban latihan yang berlebihan (terlalu berat) atau sering diistilahkan dengan "over training". Hal ini biasanya sering terjadi terutama pada saat menjelang pertandingan untuk suatu kompetisi olahraga. Program latihan yang terlalu padat menjelang pertandingan tanpa disertai dengan waktu istirahat yang cukup ataupun jarak antara pertandingan satu dengan yang lainnya terlalu dekat menyebabkan kelelahan, sehingga memudahkan terjadinya cedera.

Yusni turut menjelaskan dalam buku Cedera Olahraga, cedera dalam olahraga juga dapat terjadi akibat usia, jenis kelamin, kematangan biologis, ukuran tubuh, tingkat kebugaran, faktor psikologis, nutrisi, riwayat cedera sebelumnya dengan rehabilitasi dan pemulihan yang tidak sempurna, serta kondisi kesehatan olahragawan.

Namun, penyebab paling umum dari cedera olahraga, yakni 35 persen diakibatkan karena salah langkah (terpelintir), 25 persen akibat jatuh, 15 persen karena ditendang lawan, 13 persen terkena pukulan bola, 10 persen sebab kontak fisik dengan lawan, 4 persen akibat kelelahan, dan sebanyak 13 persen dengan penyebab yang tidak diketahui.

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Apa saja cedera olahraga?
chevron-down

Cedera olahraga yang paling sering terjadi, yaitu keseleo, cedera lutut, otot bengkak, cedera tendon, fraktur dan dislokasi.

Apa yang dimaksud cedera olahraga?
chevron-down

Secara harfiah, cedera olahraga adalah cedera yang terjadi pada sistem otot dan rangka tubuh selama olahraga.

Apa yang menyebabkan cedera olahraga?
chevron-down

Cedera olahraga ini dapat diakibatkan dari suatu ketidaksengajaan (kecelakaan), maupun kesalahan yang sebenarnya dapat dihindari, misalnya seperti kurang pemanasan, faktor motorik, intensitas latihan yang terlalu berat, dan tingkat stress yang tinggi.