Konten dari Pengguna

Ciri-ciri Keracunan Makanan pada Anak dan Cara Mengatasinya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anak keracunan makanan. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak keracunan makanan. Foto: Pexels.com

Keracunan makanan merupakan kondisi yang bisa dialami siapa saja, terlebih anak-anak. Anak biasanya lebih rentan mengalami keracunan makanan karena sistem pencernaan mereka masih sangat sensitif.

Mengutip Healthline, keracunan makanan sendiri merujuk pada kondisi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh bakteri, virus, parasit, atau zat berbahaya.

Oleh karena itu, penting bagi setiap orang tua untuk memahami ciri-ciri keracunan makanan pada anak agar dapat mengambil tindakan cepat dan tepat sebelum kondisinya memburuk.

Ciri-ciri Keracunan Makanan pada Anak

Ilustrasi anak keracunan makanan. Foto: Pexels

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menerangkan, gejala keracunan makanan umumnya muncul dalam hitungan jam setelah makan makanan yang tercemar. Berikut ciri-ciri umum yang perlu diperhatikan:

1. Mual dan Muntah

Mual disertai muntah adalah gejala awal yang sering terjadi. Ini merupakan cara tubuh berusaha mengeluarkan racun dari dalam sistem pencernaan.

2. Diare

Diare yang berair, bahkan kadang disertai darah, dapat menjadi tanda jelas keracunan makanan. Kondisi ini dapat menyebabkan anak kehilangan cairan tubuh dengan cepat.

3. Sakit Perut atau Kram Perut

Anak mungkin mengeluhkan sakit atau rasa kram di perut akibat iritasi di saluran pencernaan akibat infeksi atau toksin.

4. Demam

Demam ringan hingga tinggi bisa menyertai keracunan makanan sebagai reaksi tubuh terhadap infeksi.

5. Tubuh Lemas dan Tidak Bertenaga

Anak yang mengalami keracunan makanan biasanya akan tampak lebih lemas, tak aktif bermain, bahkan cenderung ingin terus berbaring.

6. Kehilangan Nafsu Makan

Anak-anak yang keracunan biasanya enggan makan karena merasa mual atau tak nyaman di perut.

7. Tanda Dehidrasi

Muntah dan diare yang berkepanjangan bisa menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi parah bisa sangat berbahaya bagi anak dan memerlukan penanganan medis segera. Tanda dehidrasi pada anak meliputi:

  • Mulut dan bibir kering.

  • Jarang buang air kecil.

  • Mata cekung.

  • Kulit kering dan tak elastis.

  • Anak tampak sangat haus.

Baca Juga: 5 Pertolongan Pertama Anak Muntah Terus untuk Para Orang Tua

Cara Mengatasi Keracunan Makanan pada Anak

Ilustrasi anak keracunan makanan. Foto: Pexels

Jika anak menunjukkan gejala keracunan makanan, berikut beberapa langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan menurut World Health Organization (WHO).

  • Pastikan anak tetap terhidrasi. Berikan air putih, oralit, atau cairan elektrolit lainnya untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat muntah dan diare.

  • Istirahatkan anak. Biarkan anak beristirahat agar tubuhnya dapat pulih lebih cepat.

  • Hindari memberikan obat tanpa anjuran dokter. Jangan langsung memberikan obat anti-diare atau anti-muntah tanpa berkonsultasi dengan dokter karena bisa memperparah infeksi.

  • Segera cari bantuan medis jika anak mengalami dehidrasi parah, diare atau muntah tak berhenti lebih dari 24 jam, ada darah dalam muntah atau tinja, anak tampak sangat lemah dan sulit dibangunkan, serta demam sangat tinggi (>39°C).

(NDA)