Konten dari Pengguna

Ciri-ciri Nyeri Haid yang Berbahaya dan Penyebabnya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi wanita sedang menstruasi Foto: shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wanita sedang menstruasi Foto: shutterstock

Setiap bulan, sebagian besar wanita mengalami nyeri haid sebagai bagian dari siklus menstruasi mereka. Rasa nyeri ini muncul akibat meningkatnya prostaglandin yang memicu kontraksi pada rahim. Kontraksi tersebut membantu meluruhkan lapisan rahim yang kemudian dikeluarkan dalam bentuk darah dan jaringan selama menstruasi.

Bagi sebagian orang, kram menstruasi tergolong ringan dan masih bisa ditoleransi tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, bagi sebagian lainnya, nyeri haid bisa terasa sangat menyiksa hingga mengganggu rutinitas.

Meski sering dianggap normal, penting untuk memahami tanda-tanda nyeri haid. Simak penjelasan dalam artikel ini mengenai ciri-ciri nyeri menstruasi yang perlu diwaspadai dan penyebabnya.

Ciri-ciri Nyeri Haid yang Berbahaya

Ilustrasi wanita sedang menstruasi Foto: Shutterstock

Dalam laman Mount Elizabeth Hospitals disebutkan bahwa terdapat beberapa tanda nyeri haid yang tak normal dan bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan serius, antara lain:

1. Nyeri Parah Hingga Mengganggu Aktivitas

Jika nyeri haid terasa begitu parah sampai harus berbaring seharian di tempat tidur atau tak bisa beraktivitas sama sekali, ini patut dicurigai. Rasa nyeri yang intens bisa menjadi tanda adanya kondisi medis yang mendasarinya.

2. Nyeri Muncul Tiba-tiba

Jika sebelumnya tak pernah mengalami nyeri haid yang parah lalu tiba-tiba merasakan nyeri hebat saat menstruasi, ini bisa menjadi sinyal ada gangguan pada sistem reproduksi yang perlu ditangani lebih lanjut.

3. Nyeri Muncul di Waktu Selain Haid

Ketidaknyamanan di perut, pinggul, punggung, atau paha bagian dalam sebelum haid dan selama beberapa hari pertama haid bisa menjadi normal. Namun, jika mengalaminya di waktu lain selain siklus menstruasi, itu mungkin mengindikasikan adanya masalah.

4. Nyeri Berkepanjangan

Kram menstruasi umumnya membaik setelah minum obat antinyeri dan beristirahat. Namun, apabila rasa sakit tetap bertahan atau justru semakin hebat meskipun sudah diobati, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Perhatikan pula apabila nyeri berlangsung lebih lama hingga periode haid berakhir. Nyeri haid yang normal biasanya muncul selama satu hingga tiga hari pertama menstruasi.

5. Disertai Gejala Lain

Selain mengalami nyeri haid yang intens dan berlangsung terus-menerus, waspadai pula nyeri haid yang disertai gejala seperti:

  1. Perdarahan yang sangat banyak

  2. Siklus menstruasi tak teratur

  3. Nyeri saat buang air besar selama menstruasi

  4. Gangguan buang air kecil selama menstruasi

  5. Merasa kembung atau ada pembengkakan di panggul

  6. Kram disertai mual atau diare

Baca Juga: Perbedaan Nyeri Pinggang Mau Haid dan Hamil pada Wanita

Penyebab Nyeri Haid yang Berbahaya

Ilustrasi nyeri haid yang berbahaya Foto: Unsplash.com

Terdapat beberapa kondisi yang bisa memicu nyeri haid begitu parah selama periode menstruasi. Mengutip laman Mayo Clinic, berikut ini penyebab nyeri haid berbahaya.

1. Endometriosis

Kondisi ini terjadi ketika jaringan yang melapisi rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim seperti tuba falopi, ovarium, atau jaringan yang melapisi panggul. Gejalanya bisa termasuk pembengkakan, jaringan parut, dan nyeri.

2. Fibroid Rahim

Pertumbuhan jaringan non-kanker atau tumor jinak dinding rahim ini bisa menekan organ sekitarnya dan menyebabkan nyeri hebat saat menstruasi.

3. Adenomiosis

Adenomiosis terjadi ketika lapisan rahim tumbuh ke dalam dinding otot rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan rahim menjadi jauh lebih besar dari seharusnya. Hal ini disertai perdarahan dan nyeri yang tak normal.

4. Penyakit Radang Panggul

Infeksi yang disebabkan oleh bakteri ini dapat berkembang di rahim dan menyebar ke organ reproduksi lainnya. Penyakit radang panggul dapat menyebabkan nyeri di perut atau nyeri saat berhubungan seksual.

5. Stenosis Serviks

Beberapa wanita memiliki serviks yang cukup kecil sehingga menghalangi aliran menstruasi. Penyempitan ini menyebabkan peningkatan tekanan yang menyakitkan di dalam rahim.

(SA)