Konten dari Pengguna

Ciri-ciri Overdosis Obat yang Harus Diwaspadai

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ciri-ciri overdosis obat. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ciri-ciri overdosis obat. Foto: Pexels

Obat-obatan memang dirancang untuk menyembuhkan, tetapi jika dikonsumsi secara berlebihan atau tidak sesuai aturan justru bisa membahayakan kesehatan. Saat seseorang mengonsumsi obat melebihi dosis yang dianjurkan, risiko overdosis pun meningkat.

Ketika jumlah obat dalam tubuh melebihi batas aman yang bisa ditoleransi, obat tersebut mulai membebani fungsi organ vital tubuh, seperti hati, ginjal, paru-paru, dan otak. Kondisi ini dapat memicu gangguan serius, bahkan mengancam nyawa.

Gejala overdosis dapat bervariasi tergantung pada jenis obat yang dikonsumsi. Beberapa tanda muncul secara jelas, tetapi yang lain bisa tampak lebih samar atau ringan. Karena itulah, penting bagi setiap orang untuk mengetahui apa saja ciri-ciri overdosis obat.

Ciri-ciri Overdosis Obat

Ilustrasi ciri-ciri overdosis obat. Foto: Pexels.com

Dalam buku Penanganan Adiksi NAPZA bagi Pembimbing Kemasyarakatan karya Hilman Rasyidi Lukman disebutkan bahwa gejala umum yang ditunjukkan saat seseorang mengalami overdosis obat, antara lain:

1. Perubahan Kesadaran atau Mental

Gejala paling mencolok dari overdosis adalah perubahan kesadaran atau mental. Penderita bisa tampak kebingungan, berperilaku agresif dan kasar, paranoia, gelisah, hingga mengalami penurunan kesadaran hingga tak sadarkan diri.

2. Masalah Pernapasan

Overdosis pada beberapa jenis obat dapat menganggu sistem pernapasan. Hal ini ditandai dengan napas yang lambat, dangkal, atau tidak teratur. Gejala ini akan sangat berbahaya karena tubuh bisa kekurangan oksigen.

3. Mual, Muntah, dan Diare

Sistem pencernaan juga bisa memberi sinyal ketika tubuh terlalu banyak menerima obat. Mual, muntah, nyeri perut yang hebat, hingga diare bisa menjadi pertanda overdosis.

4. Kulit Pucat atau Membiru

Kondisi kulit dapat berubah drastis saat overdosis. Kulit bisa tampak pucat atau membiru terutama di ujung jari dan bibir. Perubahan warna kulit ini mengindikasikan tubuh kekurangan oksigen dalam darah.

5. Kejang atau Tremor

Obat-obatan tertentu, terutama yang bekerja di sistem saraf pusat bisa memicu kejang. Selain kejang, penderita overdosis obat juga bisa mengalami gemetar hebat atau tremor.

6. Suhu Tubuh Tak Teratur

Overdosis bisa menyebabkan suhu tubuh tak teratur. Overdosis obat dapat menyebabkan suhu tubuh menjadi sangat tinggi atau terlalu rendah, tergantung jenis obat yang dikonsumsi.

7. Detak Jantung Tak Normal

Gejala overdosis obat berikutnya yang patut diwaspadai adalah detak jantung yang tak normal. Overdosis bisa menyebabkan detak jantung menjadi sangat cepat atau justru melambat drastis. Dalam kasus ekstrem, overdosis bisa memicu serangan jantung mendadak.

Baca Juga: 4 Efek Samping Amoxicillin yang Perlu Diketahui Sebelum Mengonsumsinya

Langkah Pertama Saat Overdosis

Ilustrasi overdosis obat. Foto: Pexels.com

Saat seseorang mengalami overdosis, mencari pertolongan darurat medis adalah hal yang terpenting. Saat menunggu datangnya pertolongan dari ambulans atau tenaga kesehatan, hal yang bisa dilakukan adalah:

1. Segera Panggil Ambulans atau Bawa ke Rumah Sakit

Hubungi layanan darurat medis atau segera bawa ke rumah sakit terdekat. Semakin cepat penanganan, semakin besar peluang hidup penderita.

2. Tetap Dampingi Korban

Selama menunggu bantuan medis datang, tetap dampingi penderita agar tetap tenang. Amati pernapasan maupun detak jantung, dan pastikan saluran napas tak tertutup.

Jika korban tak sadar tapi masih bernapas, posisikan miring agar tak tersedak muntah. Hindari memberikan obat lain ke korban.

3. Bawa atau Catat Obat yang Dikonsumsi

Informasikan ke petugas medis obat apa saja yang telah diminum korban. Ini membantu tenaga kesehatan menentukan tindakan tepat. Hal ini termasuk dosis obat yang dikonsumsi dan waktu konsumsi obat.

(SA)