Crossmatch: Pengertian, Jenis-jenis, dan Manfaatnya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu tahapan penting yang harus dilalui sebelum transfusi darah adalah crossmatch atau uji cocok silang darah. Prosedur ini penting dilakukan dalam dunia kedokteran, seperti saat transplantasi organ, kehamilan berisiko, hingga pengobatan untuk pasien dengan penyakit darah tertentu.
Pengujian ini berfungsi untuk menentukan cocok tidaknya darah donor dengan penerima. Pasalnya, jika darah yang masuk ke tubuh seseorang tidak sesuai, bisa terjadi reaksi penolakan yang berbahaya. Lewat proses ini, petugas medis dapat memastikan bahwa transfusi berjalan lancar, tanpa efek samping yang merugikan pasien.
Pengertian Crossmatch
Crossmatch diartikan sebagai serangkaian tes laboratorium yang menguji kecocokan antara darah donor dan darah penerima sebelum transfusi dilakukan.
Pengujian ini bertujuan untuk memastikan kecocokan darah yang akan ditransfusikan ke penerima dan mengetahui ada tidaknya reaksi antibodi antara pasien dengan darah pendonor.
Prosedur crossmatch dilakukan dengan mencampurkan darah penerima dengan darah calon donor. Apabila tidak terjadi aglutinasi (penggumpalan) atau hemolisis (pecahnya sel darah merah), darah dianggap cocok dan aman untuk ditransfusikan.
Sebaliknya, jika terjadi reaksi negatif, prosedur transfusi harus dibatalkan dan dicari donor lain yang lebih sesuai. Misalnya, golongan darah A negatif berarti darah orang tersebut mengandung antigen A tetapi tidak mengandung aglutinin anti-Rh.
Saat orang tersebut terpapar darah A positif, baik melalui transfusi atau dengan proses melahirkan anak dengan Rh-positif, aglutinasi tidak terjadi karena tubuh tidak memiliki antibodi terhadap antigen.
Baca Juga: Perbedaan Vitamin D dan D3: Sumber, Cara Kerja, dan Manfaatnya
Jenis-jenis Crossmatch
Crossmatch darah dibagi menjadi beberapa jenis, tergantung pada tujuan pemeriksaannya. Mengutip buku berjudul Dasar-dasar Ilmu Penyakit Dalam oleh Ari Sutjahjo, berikut jenis-jenis uji cocok silang.
1. Crossmatch Mayor
Uji silang mayor menguji rekasi antara sel darah merah donor dengan serum penerima. Tujuannya, untuk mendeteksi apakah ada antibodi dalam darah penerima yang dapat menyerang sel darah merah dari donor.
Prosedur ini dilakukan pada tes pretransfusi, menggunakan metode yang akan menunjukan antibodi aglutinasi, sensitisasi, hemolisis, dan tes antiaglutinin.
2. Crossmatch Minor
Crossmatch minor melibatkan pencampuran serum dari donor dengan sel darah merah penerima. Jenis uji cocok silang minor tak dilakukan pretransfusi karena uji ini dilaksanakan sebagai tes rutin pada darah donor setelah pengumpulan darah.
Manfaat Crossmatch Darah
Crossmatch darah tak hanya menjadi prosedur teknis dalam laboratorium, tapi juga merupakan bentuk perlindungan maksimal bagi pasien. Beberapa manfaat penting dari crossmatch darah antara lain:
1. Mencegah Reaksi Transfusi yang Berbahaya
Manfaat utama crossmatch darah adalah mencegah reaksi transfusi yang bisa mengancam jiwa. Ketika darah yang tidak cocok masuk ke tubuh, sistem imun akan menganggapnya sebagai zat asing dan menyerangnya. Reaksi ini bisa menimbulkan demam, nyeri hebat, penurunan tekanan darah, hingga gagal ginjal akut.
2. Meningkatkan Keberhasilan Transfusi
Dengan memastikan kecocokan sebelum transfusi dilakukan, tingkat keberhasilan transfusi meningkat signifikan. Pasien dapat merasakan manfaat darah baru tanpa mengalami efek samping yang merugikan, sehingga penyembuhan pun menjadi lebih cepat.
(SA)
