Konten dari Pengguna

Perbedaan Vitamin D dan D3: Sumber, Cara Kerja, dan Manfaatnya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi vitamin D dan D3. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi vitamin D dan D3. Foto: Unsplash

Mengonsumsi vitamin D dan D3 bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun, vitamin D dan D3 merupakan dua jenis zat yang berbeda.

Dikutip dari laman The Nutrition Source, vitamin D adalah jenis vitamin yang larut dalam lemak dan berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang, sistem kekebalan tubuh, serta fungsi otot.

Vitamin D memiliki beberapa bentuk, dan yang paling umum adalah vitamin D3 (kolekalsiferol). Untuk mengetahui perbedaan vitamin D dan D3 selengkapnya, simak terus uraian artikel ini.

Apa Itu Vitamin D?

Ilustrasi vitamin D. Foto: Unsplash

Vitamin D adalah sekelompok vitamin yang larut dalam lemak dan berperan penting dalam kesehatan tulang, sistem kekebalan tubuh, dan fungsi otot.

Merujuk laman Verywell Health, ada dua bentuk utama vitamin D yang sering dikonsumsi, yaitu:

  • Vitamin D2 (Ergokalsiferol) = Berasal dari sumber nabati seperti jamur dan makanan yang diperkaya vitamin D.

  • Vitamin D3 (Kolekalsiferol) = Berasal dari sumber hewani dan dapat diproduksi oleh tubuh saat terpapar sinar matahari.

Vitamin D2 dan D3 akan diubah oleh hati dan ginjal menjadi kalsitriol, yaitu bentuk aktif vitamin D yang digunakan tubuh untuk metabolisme kalsium dan fosfor.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Vitamin D untuk Anak agar Tumbuh Sehat dan Kuat

Apa Itu Vitamin D3?

Ilustrasi vitamin D3. Foto: Unsplash

Mengutip situs Everlywell, vitamin D3 adalah bentuk alami vitamin D yang lebih efektif dalam meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuh dibandingkan vitamin D jenis D2.

Vitamin D3 dapat diperoleh dari produk hewani seperti ikan berlemak, kuning telur, dan hati sapi. Selain itu, bisa juga terkandung dalam makanan yang difortifikasi seperti sereal, produk roti, margarin, keju, mentega, dan susu.

Karena lebih mudah diserap oleh tubuh, vitamin D3 sering direkomendasikan dibandingkan vitamin D2 untuk menjaga kadar vitamin D yang optimal.

Perbedaan Vitamin D dan D3

Ilustrasi vitamin D dan D3. Foto: Unsplash

Vitamin D dan D3 sejatinya serupa, tetapi vitamin D3 lebih cepat meningkatkan kadar vitamin D dalam tubuh. Berikut perbedaan vitamin D dan D3 yang bisa diperhatikan.

1. Sumber

  • Vitamin D = Secara alami diproduksi oleh kulit saat terkena sinar matahari, beberapa jenis makanan laut, jamur miatake, kuning telur, susu kedelai, dan juga oatmeal.

  • Vitamin D3 (kolekalsiferol) = Produk hewani seperti ikan berlemak, kuning telur, dan hati sapi. Selain itu, bisa juga terkandung dalam makanan yang difortifikasi seperti sereal, produk roti, margarin, keju, mentega, dan susu.

2. Cara Kerja dalam Tubuh

  • Vitamin D = Harus diubah oleh hati dan ginjal menjadi bentuk aktif yang disebut kalsitriol sebelum dapat digunakan oleh tubuh.

  • Vitamin D3 = Lebih stabil dan bertahan lebih lama dalam tubuh, sehingga lebih fektif meningkatkan kadar vitamin D dalam darah secara keseluruhan.

3. Manfaat

  • Vitamin D = Penting untuk meningkatkan penyerapan kalsium yang dibutuhkan dalam proses klasifikasi dan osifikasi tulang.

  • Vitamin D3 = Mencegah gangguan ginjal dan mengobati rendahnya kadar kalsium dan fosfor akibat hipoparatiroid.

(NDA)