Konten dari Pengguna

Diare yang Harus Diwaspadai, Ini Macam-macam Gejalanya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gejala diare yang harus diwaspadai. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gejala diare yang harus diwaspadai. Foto: Shutterstock

Diare merupakan gangguan pencernaan umum yang sering dianggap sepele. Namun, tak semua diare bisa dianggap ringan, terutama jika disertai gejala tertentu atau berlangsung dalam jangka waktu lama.

Adapun jenis diare yang harus diwaspadai adalah diare yang berpotensi menyebabkan dehidrasi berat, infeksi serius, atau menjadi tanda dari penyakit yang lebih kronis.

Agar tidak terlambat dalam mendapatkan penangan, simak informasi di bawah ini untuk memahami gejala diare yang perlu penanganan medis segera.

Gejala Diare yang Harus Diwaspadai

Ilustrasi gejala diare yang harus diwaspadai. Foto: Shutterstock

Merujuk Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berikut beberapa tanda bahwa diare yang dialami bukanlah diare biasa dan memerlukan perhatian medis segera:

  1. Diare lebih dari tiga hari berturut-turut. Jika diare tak kunjung membaik dalam 72 jam, ada kemungkinan infeksi bakteri atau masalah lain yang lebih serius.

  2. Diare disertai darah atau lendir. Kehadiran darah bisa mengindikasikan infeksi berat, peradangan usus, atau penyakit lainnya seperti disentri dan kolitis.

  3. Demam tinggi (di atas 38,5°C). Demam tinggi menandakan bahwa tubuh sedang melawan infeksi serius, dan tidak boleh diabaikan.

  4. Dehidrasi berat. Tanda-tanda dehidrasi meliputi mulut kering, pusing, mata cekung, urine sangat sedikit, dan lemas ekstrem.

  5. Diare pada bayi, lansia, atau penderita penyakit kronis. Kelompok ini sangat rentan terhadap komplikasi, sehingga diare harus segera ditangani.

  6. Mual dan muntah hebat. Bila disertai muntah terus-menerus, tubuh bisa kehilangan cairan lebih cepat dan memperparah kondisi.

  7. Perut nyeri parah atau kembung ekstrem. Nyeri yang tidak biasa bisa menjadi tanda penyumbatan usus atau masalah pencernaan yang berbahaya.

World Health Organization (WHO) menerangkan bahwa diare yang berat atau berkepanjangan jika tak ditangani dengan baik bisa menimbulkan berbagai komplikasi serius, seperti:

  • Dehidrasi parah.

  • Kehilangan elektrolit.

  • Gagal ginjal akut.

  • Syok hipovolemik.

  • Malnutrisi, terutama pada anak-anak.

Baca Juga: 7 Makanan untuk Anak Diare yang Membantu Pemulihan

Cara Mengatasi Diare yang Harus Diwaspadai

Ilustrasi gejala diare yang harus diwaspadai. Foto: Shutterstock

Sebagaimana diterangkan sebelumnya, tidak semua diare bersifat ringan dan bisa sembuh sendiri. Berikut beberapa cara mengatasi diare dengan gejala-gejala seperti disebutkan di atas.

  1. Cukupi cairan tubuh. Konsumsi larutan oralit, air putih, sup, atau minuman elektrolit untuk mencegah dehidrasi.

  2. Hindari makanan berlemak dan berserat tinggi. Saat diare, usus sensitif. Pilih makanan ringan seperti nasi putih, pisang, dan bubur.

  3. Konsumsi probiotik. Probiotik dapat membantu mengembalikan keseimbangan bakteri baik di dalam usus.

  4. Obat antidiare sesuai resep dokter. Obat seperti loperamide bisa digunakan, tetapi sebaiknya tidak dipakai jika diare disebabkan oleh infeksi bakteri.

  5. Segera konsultasi ke dokter. Jika gejala menunjukkan tanda-tanda diare yang berat, jangan menunda ke rumah sakit atau klinik.

Penting untuk diingat, penanganan diare yang cepat dan tepat akan mencegah komplikasi yang lebih serius serta mempercepat pemulihan.

(NDA)