Diet Rendah Sisa: Pengertian, Manfaat, Tip Menjalaninya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Diet rendah sisa kerap dianjurkan bagi pasien dengan gangguan pencernaan atau setelah menjalani prosedur bedah usus. Namun sebenarnya, apa itu diet rendah sisa?
Dikutip dari WebMD, diet rendah sisa adalah pola makan yang bertujuan mengurangi jumlah sisa makanan yang tidak tercerna (residu) di dalam saluran pencernaan.
Dengan kata lain, diet ini membatasi asupan serat dan bahan makanan lain yang dapat menghasilkan banyak feses, gas, atau memperberat kerja usus.
Pengertian Diet Rendah Sisa
Berbeda dengan diet tinggi serat yang mendorong aktivitas usus, diet rendah sisa justru mengistirahatkan saluran cerna dengan cara meminimalkan volume dan frekuensi buang air besar.
Merujuk Buku Ajar Gizi dan Diet untuk D3 Keperawatan oleh Elisabeth Wahyu Savitri, diet rendah sisa berarti mengonsumsi makanan yang tak terlalu merangsang sistem pencernaan dan sesedikit mungkin menyisakan sisa.
Karena itulah diet ini biasanya diterapkan dalam jangka pendek, misalnya, menjelang kolonoskopi, sesudah operasi usus, atau pada pasien yang mengalami diare kronis, radang usus (seperti kolitis ulseratif atau penyakit Crohn), maupun penyempitan saluran cerna.
Baca Juga: Apakah Boleh Minum Kopi saat Diet? Ini Penjelasan dan Tipsnya
Manfaat Diet Rendah Sisa
Diet rendah sisa memberikan berbagai manfaat, terutama bagi penderita gangguan pencernaan. Berikut beberapa manfaat utama diet ini:
Mengurangi volume feses, sehingga cocok untuk penderita diare atau pasca-operasi usus.
Mengurangi nyeri dan iritasi usus, terutama pada pasien dengan peradangan atau luka di saluran cerna.
Membantu penyembuhan, karena mengurangi kerja sistem pencernaan.
Persiapan prosedur medis, seperti kolonoskopi yang membutuhkan usus dalam keadaan bersih.
Makanan yang Dianjurkan dalam Diet Rendah Sisa
Meskipun diet ini membatasi banyak jenis makanan, masih ada cukup banyak pilihan makanan yang bisa dikonsumsi. Berikut beberapa contohnya:
Karbohidrat rendah serat = Nasi putih, roti putih tanpa biji-bijian, pasta atau mi dari tepung halus, dan kentang tanpa kulit.
Protein = Daging ayam tanpa kulit, ikan tanpa tulang, telur rebus atau dadar, serta tahu dan tempe (dalam jumlah terbatas).
Sayur dan buah terbatas = Wortel rebus, labu kuning rebus, pisang matang, serta apel yang sudah dikupas dan dikukus.
Minuman = Air putih, teh ringan tanpa kafein, jus buah tanpa ampas (saring dahulu), dan kaldu bening.
Tips Menjalankan Diet Rendah Sisa
Agar diet rendah sisa efektif dan tetap mencukupi kebutuhan nutrisi, perhatikan beberapa tips berikut yang dituliskan dalam Buku Ajar Gizi dan Diet oleh Srinur Nilawati dan Sapnita.
Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi, terutama jika diet dilakukan lebih dari beberapa hari.
Perhatikan porsi makanan dan hindari makanan dalam jumlah besar dalam satu waktu.
Masak makanan dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang, bukan digoreng.
Minum air yang cukup, karena diet rendah serat bisa menyebabkan sembelit jika kekurangan cairan.
Lakukan secara bertahap, terutama saat mulai beralih dari diet normal ke diet rendah sisa, agar sistem cerna tidak kaget.
(NDA)
