Konten dari Pengguna

Donor Darah saat Haid Boleh Tidak? Ini Penjelasannya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi donor darah. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi donor darah. Foto: Pexels

Donor darah adalah kegiatan menyumbangkan darah secara sukarela untuk menyelamatkan nyawa orang lain. Namun, bagi para wanita donor darah saat haid boleh tidak?

Untuk menjawab pertanyaan ini, simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut hingga tips donor darah bagi wanita yang sedang haid.

Donor Darah saat Haid Boleh Tidak?

Ilustrasi donor darah. Foto: Pexels

Menurut Palang Merah Indonesia (PMI) maupun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tak ada larangan mutlak bagi wanita yang sedang menstruasi untuk mendonorkan darahnya.

Meski secara umum diperbolehkan, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan jika ingin melakukan donor darah saat sedang haid, di antaranya:

1. Kadar Hemoglobin (Hb)

Saat menstruasi, kadar hemoglobin sebagian wanita menurun karena kehilangan darah. Jika kadar Hb kurang dari 12,5 g/dL (untuk wanita), seorang perempuan tak diperbolehkan mendonorkan darah karena berisiko menyebabkan anemia.

2. Kondisi Tubuh

Jika selama haid merasa lemas, nyeri hebat, atau mudah pusing, sebaiknya tunda dulu niat untuk donor darah. Donor dalam kondisi tubuh yang tidak fit justru dapat memperburuk keadaan.

3. Volume Darah

Meskipun haid mengeluarkan darah, jumlahnya hanya 30–80 ml per siklus. Sementara, saat donor darah, kamu akan menyumbangkan sebanyak 350–450 ml.

Jika tubuh dalam kondisi baik, tidak masalah. Namun, jika kamu sudah kehilangan darah cukup banyak, hal ini bisa berisiko memicu kelelahan.

4. Asupan Nutrisi dan Cairan

Wanita yang sedang haid memerlukan lebih banyak zat besi untuk mengganti kehilangan darah. Jika kamu berniat donor saat haid, pastikan sudah makan cukup dan banyak minum air putih untuk menjaga stamina dan volume darah tetap stabil.

Baca Juga: Kenapa Darah Haid Menggumpal? Ini 8 Penyebabnya

Tips Donor Darah Saat Haid

Ilustrasi donor darah. Foto: Pexels

Jadi, donor darah saat haid boleh dilakukan, selama kamu merasa sehat dan memenuhi syarat medis yang ditetapkan. Tak ada larangan medis yang melarang wanita haid untuk berdonor, tetapi tetap penting untuk mendengarkan kondisi tubuh sendiri.

Jika kamu tetap ingin donor saat menstruasi, perhatikan beberapa tips berikut agar prosesnya aman dan nyaman:

  • Pastikan kamu berada di hari menstruasi yang ringan. Hindari hari pertama dan kedua jika kamu biasanya merasakan gejala berat.

  • Sarapan dulu sebelum melakukan donor, terutama dengan makanan tinggi zat besi seperti bayam, telur, atau daging merah.

  • Minum air putih yang cukup minimal 500 ml sebelum donor untuk menjaga sirkulasi darah.

  • Istirahat cukup malam sebelumnya, agar tubuh tidak kelelahan.

  • Segera beri tahu petugas jika merasa pusing, mual, atau lemas setelah donor.

(NDA)