Konten dari Pengguna

Efek Samping Botox yang Paling Umum Terjadi

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perawatan botox. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perawatan botox. Foto: Pexels

Setiap orang tentu ingin tampil cantik meski usianya tak lagi muda. Salah satu perawatan populer untuk mengatasi penunaan kulit adalah botox. Prosedur ini dikenal ampuh untuk mengurangi kerutan dan memberikan tampilan yang lebih muda dalam waktu relatif singkat.

Namun, di balik hasil instan yang ditawarkan, botox juga memiliki sejumlah potensi efek samping. Kenali apa saja dampak yang bisa terjadi pada ulasan di bawah ini sebelum memutuskan menjalani prosedur botox.

Apa Itu Botox?

Ilustrasi perawatan botox. Foto: Pexels

Nama botox merupakan nama dagang untuk Botulinum Toxin, yaitu protein murni yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinium. Zat ini bekerja dengan cara menghalangi sinyal saraf ke otot sehingga otot menjadi rileks.

Hasilnya, garis-garis halus dan kerutan pada wajah menjadi tampak lebih halus atau bahkan hilang sementara. Efek ini biasanya mulai terlihat pada dua hingga tiga hari setelah penyuntikan.

Namun, efek botox hanya bertahan sementara selama empat hingga enam bulan. Tak jarang, pengguna botox kerap melakukan penyuntikan ulang agar dapat mendapatkan hasil lebih lama.

Baca Juga: 9 Cara Mengurangi Mata Minus Secara Alami dan Medis

Cara Kerja Botox

Ilustrasi perawatan botox. Foto: Pexels

Botox dilakukan dengan cara injeksi pada beberapa daerah wajah yang bermasalah menggunakan alat suntik berjarum sangat kecil. Larutan botox biasanya disuntikan pada area tertentu seperti alis, dahi, hidung, mata, bibir, dagu, garis rahang, dan leher.

Prinsip kerja botox yang diinjeksikan ke dalam kulit yang berkerut adalah dengan menghambat sinyal saraf ke otot. Akibatnya, otot yang disuntik tak dapat berkontraksi.

Selain untuk tujuan estetika, botox juga digunakan secara medis untuk mengatasi kondisi seperti migrain kronis, keringat berlebih, dan gangguan otot tertentu.

Efek Samping Botox

Ilustrasi efek samping botox. Foto: Pexels

Terapi botox harus dilakukan dengan sangat hati-hati di bawah pengawasan dokter. Prosedur yang tak tepat dapat berdampak fatal pada pasien. Beberapa efek samping yang dapat terjadi, antara lain:

1. Nyeri dan Bengkak di Area Suntikan

Reaksi yang umum terjadi setelah penyuntikan meliputi nyeri, memar, dan kadang bengkak di lokasi suntikan. Hal ini normal dan biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.

2. Sakit Kepala

Setelah suntik botox, sebagian pasien mengeluhkan sakit kepala ringan hingga sedang. Hal ini bisa terjadi karena ketegangan otot atau respons tubuh terhadap zat yang disuntikkan.

3. Kesulitan Bernapas atau Menelan

Dalam kasus yang jarang terjadi, botox bisa melemahkan otot-otot pernapasan atau menelan, terutama jika dosis terlalu tinggi atau disuntikkan tak sesuai prosedur. Kondisi ini merupakan situasi darurat medis dan membutuhkan penanganan segera.

4. Reaksi Alergi

Botox dapat menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang. Gejalanya bisa berupa ruam, gatal, pembengkakan di wajah, atau bahkan sesak napas.

5. Masalah Mata dan Penglihatan

Jika botox menyebar ke otot-otot sekitar mata secara tak tepat, ini bisa memengaruhi fungsi otot mata. Hal ini menyebabkan gangguan seperti mata kering, iritasi mata, atau kerusakan mata.

Selain itu, pasien juga dapat mengalami keluhan penglihatan kabur atau penglihatan ganda setelah suntikan botox.

(SA)