Efek Samping Lansoprazole beserta Anjuran dan Dosis Penggunaannya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lansoprazole adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk menghambat sekresi asam lambung di dalam perut. Obat ini diperuntukkan bagi pasien yang menderita permasalahan lambung seperti GERD, dispepsia, esofagitis erosif, dan lain-lain.
Saat bekerja, lansoprazole mengalami aktivasi di daerah penghasil asam sel parietal mukosa lambung. Mengutip situs Mayoclinic, kondisi ini dapat terjadi melalui reaksi konversi dalam suasana asam.
Adapun bentuk aktif sel paritel tersebut berikatan dengan gugus SH dari (H++K+) ATP ase yang berada di daerah penghasil asam. Gugus ini berperan sebagai pompa proton sekaligus menekan aktivitas enzim untuk menghambat sekresi asam lambung.
Sama seperti jenis obat lainnya, lansoprazole juga memiliki efek samping penggunaan. Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang lansoprazole selengkapnya yang bisa Anda simak.
Efek Samping Lansoprazole
Efek samping lansoprazole bisa berbeda pada tiap orang. Efek samping ringan bisa sembuh dengan sendirinya jika pasien menghentikan pengobatan. Sedangkan efek samping berat memerlukan perawatan khusus dari dokter.
Dijelaskan dalam buku Drug Related Problem karya Tri Murti Andayani, dkk (2020)., obat lansoprazole bisa meningkatkan risiko mual dan muntah-muntah. Selain itu, ada juga efek samping lainnya yang kerap dirasakan pasien, seperti yang dikutip dari situs Healthline.
Sakit kepala
Diare
Sakit perut dan sembelit
Ruam dan kulit gatal
Kelelahan
Mulut dan tenggorokan kering
Pada beberapa kasus, lansoprazole bisa menimbulkan efek samping yang berat dan biasa terjadi pada 1 dari 1000 orang. Jika Anda mengalaminya, segera hubungi doker.
Adapun efek samping lansoprazole yang berat bisa berupa nyeri sendi yang disertai ruam gatal di area tubuh tertentu. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut sebagai lupus eritematosus kulit.
Di sisi lain, konsumsi lansoprazole juga bisa memicu peradangan pada pankreas dan hati. Akibatnya, pasien merasakan sakit perut yang melilit tak tertahankan.
Sebelum mengonsumsi lansoprazole, sebaiknya Anda memerhatikan dosis pemakaiannya terlebih dahulu. Mengutip salinan Lembaga Kebijakan Pengadaan dan Jasa, lansoprazole lebih efektif diberikan pada malam hari.
Anjuran dosisnya harus disesuaikan dengan permasalahan lambung yang sedang diderita pasien. Berikut penjelasan lengkapnya yang bisa Anda simak:
Ulkus duodenum : 1 x sehari 30 mg, selama 6 minggu
Refluks esofagitis : 1 x sehari 30 mg, selama 8 minggu
Ulkus gastrik : 1 x sehari 30 mg, selama 6 minggu
Sebagai informasi, lansoprazole tidak disarankan untuk ibu hamil. Pada wanita menyusui, bila penggunaan lansoprazole benar-benar dianggap perlu, maka pemberian ASI harus dihentikan.
Saat pengobatan, penyebab utama penyakit tetap harus dipantau dan terapinya disesuaikan dengan jenis serta beratnya penyakit. Pengobatan jangka panjang dengan lansoprazole tidak dianjurkan karena pengalaman klinisnya masih sangat terbatas.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa itu lansoprazole?

Apa itu lansoprazole?
Lansoprazole adalah jenis obat yang biasa digunakan untuk menghambat sekresi asam lambung di dalam perut.
Lansoprazole untuk mengobati penyakit apa?

Lansoprazole untuk mengobati penyakit apa?
Obat ini diperuntukkan bagi pasien yang menderita permasalahan lambung seperti GERD, dispepsia, esofagitis erosif, dan lain-lain.
Apa efek samping lansoprazole?

Apa efek samping lansoprazole?
Obat lansoprazole bisa meningkatkan risiko mual pada sebagian orang.
