Konten dari Pengguna

Etika Menjenguk Orang Sakit yang Perlu Diperhatikan

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi etika menjenguk orang sakit. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi etika menjenguk orang sakit. Foto: Pexels

Menjenguk orang sakit merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial terhadap sesama. Namun, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari agar tak menimbulkan rasa tak nyaman bagi pasien maupun keluarganya.

Orang yang datang menjenguk orang sakit perlu menjaga sikap, tutur kata, serta memahami batasan-batasan yang ada. Artikel berikut akan mengulas etika yang penting saat menjenguk orang sakit.

Etika Menjenguk Orang Sakit

Ilustrasi etika menjenguk orang sakit. Foto: Pexels

Berikut sejumlah hal yang perlu diperhatikan ketika menjenguk orang sakit.

1. Pastikan Waktu Kunjungan Tepat

Sebelum memutuskan untuk menjenguk, pastikan telah memilih waktu yang tepat. Hindari datang di luar jam besuk yang telah ditentukan, apalagi mendadak tanpa konfirmasi terlebih dahulu.

Jika menjenguk di rumah sakit, patuhi jam kunjungan yang telah ditentukan pihak rumah sakit. Apabila di rumah, sebaiknya tanyakan ke keluarga atau orang terdekat pasien untuk memastikan apakah kondisi mereka cukup stabil untuk menerima tamu.

2. Jaga Durasi Kunjungan

Waktu menjenguk sebaiknya singkat, cukup untuk menyampaikan doa, memberi semangat, dan menunjukkan perhatian. Batas waktu ideal menjenguk biasanya 10–15 menit, kecuali pasien atau keluarganya meminta untuk tinggal lebih lama.

Semakin berat kondisi sakitnya, sebaiknya kunjungan dilakukan singkat saja agar tak menguras tenaga, baik bagi pasien maupun orang-orang di sekitarnya.

3. Perhatikan Volume dan Topik Pembicaraan

Saat berbicara dengan pasien, gunakan nada suara yang lembut dan tak terlalu keras. Hindari membicarakan hal-hal yang bisa membuat pasien merasa tertekan atau cemas.

Sebagai gantinya, fokuskan percakapan pada hal-hal positif, cerita ringan, atau motivasi yang bisa membangkitkan semangatnya untuk sembuh.

4. Bawakan Buah Tangan yang Bermanfaat

Jika ingin membawa oleh-oleh, pilihlah sesuatu yang berguna bagi pasien, misalnya, buah-buahan segar, bunga atau makanan sehat yang diperbolehkan. Namun, pastikan terlebih dahulu bahwa pasien tak sedang dalam pantangan makanan atau alergi tertentu.

Baca Juga: 8 Penyakit yang Ditangani Dokter Penyakit Dalam, Apa Saja?

5. Hindari Bertanya Terlalu Detail tentang Penyakit

Meskipun wajar ingin tahu, sebaiknya hindari terlalu banyak bertanya soal diagnosis, obat-obatan, atau penyebab sakit yang bisa membuat pasien merasa tidak nyaman.

Ada pasien yang memang ingin berbagi, tetapi ada pula yang merasa risih. Biarkan mereka yang menentukan sejauh mana ia ingin menceritakan kondisinya.

6. Jaga Kebersihan dan Penampilan

Sebelum menjenguk orang sakit, pastikan diri dalam keadaan bersih dan rapi. Jangan datang dalam keadaan berkeringat atau membawa benda-benda yang berpotensi menularkan kuman.

7. Jangan Membawa Terlalu Banyak Orang

Menjenguk dalam rombongan besar bisa membuat ruangan terasa sesak dan bising. Apalagi jika pasien dirawat di rumah sakit yang memiliki ruang terbatas. Hindari juga membawa anak kecil, kecuali jika sudah dipastikan aman dan tidak akan rewel.

(SA)