Konten dari Pengguna

Gejala dan Penyebab Bilirubin yang Tinggi dalam Darah

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sel Darah Merah. Foto: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sel Darah Merah. Foto: pixabay.com

Bilirubin adalah zat kekuningan di dalam darah yang terbentuk saat sel darah merah (Hb) menjadi tua lalu mati. Sebelum dikeluarkan, bilirubin berjalan melalui hati, kantong empedu, serta saluran pencernaan.

Dalam buku Being Beautiful Sehat dan Cantik Luar Dalam Ala Dr. Oz (2010), bilirubin merupakan produk utama dari penguraian hemoglobin yang dilepaskan oleh sel darah merah yang telah rusak atau mati.

Bilirubin disaring dari darah oleh hati, kemudian dikeluarkan dalam cairan empedu dan dibuang melalui feses atau urine. Bilirubin mengandung zat pewarna yang akan memberikan warna pada kotoran.

Kadar bilirubin akan meningkat atau tinggi apabila hati atau kantong empedu sangat terbatas (kesulitan) dalam memprosesnya. Apabila kadar bilirubin dalam darah sangat tinggi, maka itu bisa menjadi penyebab penyakit kuning (kulit dan mata menjadi kuning).

Sebelum penyakit kuning muncul, akan timbul beberapa gejala yang terlihat terlebih dahulu. Berikut gejala yang timbul akibat tingginya bilirubin:

  • Sakit atau bengkak pada perut

  • Panas dingin

  • Demam

  • Sakit dada

  • Pusing

  • Kelelahan

  • Mual

  • Muntah

  • Urin yang sangat gelap

Apabila mengalami gejala-gejala tersebut, sebaiknya segerakan untuk memeriksakan diri ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

Ilustrasi Kesehatan. Foto: pixabay.com

Penyebab Bilirubin Tinggi

Selain yang telah disebutkan, ada pula gejala yang terjadi karena penyebab khusus yang mendasarinya. Berikut penyebab dan gejala khusus dari tingginya bilirubin, dirangkum dari laman Health Line.

1. Batu empedu

Batu empedu terjadi ketika ada zat seperti bilirubin atau kolesterol yang mengeras di kantong empedu. Batu empedu terbentuk karena bilirubin menumpuk Ketika kantong empedu tersumbat, bilirubin pun menumpuk hingga membuat batu empedu terbentuk. Gejala batu empedu adalah sebagai berikut:

  • Nyeri di perut kanan atas atau tepat di bawah dada

  • Sakit punggung di antara bahu atau bahu kanan

  • Muntah

2. Sindrom Gilbert

Sindrom Gilbert merupakan kondisi genetik (keturunan) yang menyebabkan hati tidak dapat memproses bilirubin dengan benar sehingga menumpuk dalam aliran darah. Meski biasanya tidak menimbulkan gejala, ada kemungkinan Anda mengalami gejala sebagai berikut:

  • Penyakit kuning

  • Mual

  • Muntah

  • Diare

  • Ketidaknyamanan pada perut

Ilustrasi Dokter. Foto: pixabay.com

3. Disfungsi hati

Setiap keadaan yang mempengaruhi fungsi hati dapat membuat bilirubin menumpuk dalam darah. Keadaan ini terjadi karena hati kehilangan kemampuannya untuk mengeluarkan dan memproses bilirubin dari aliran darah.

Disfungsi hati dapat disebabkan beberapa hal, yakni sirosis, kanker hati, gangguan autoimun yang melibatkan hati (autoimun hepatitis), atau kolangitis bilier primer.

Apabila terjadi disfungsi hati, maka gejala yang muncul berupa:

  • Penyakit kuning

  • Rasa sakit atau pembengkakan peut

  • Kelelahan

  • Pembengkakan kaki atau pergelangan kaki

  • Mual

  • Muntah

  • Mudah memar

  • Uris gelap

  • Tinja pucat, berdarah, atau hitam

  • Kulit gatal

4. Hepatitis

Hepatitis merupakan keadaan di mana hati mengalami peradangan karena infeksi virus. Dalam kondisi ini, hati tidak dapat memproses bilirubin dengan baik, sehingga menyebabkan penumpukan di dalam darah. Gejala terjadinya hepatitis adalah:

  • Mual

  • Muntah

  • Sakit perut

  • Urin gelap

  • Kelelahan

  • Penyakit kuning

(DND)