Konten dari Pengguna

Gejala Kondiloma Akuminata, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi masalah kondiloma akuminata. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi masalah kondiloma akuminata. Foto: Shutterstock

Kondiloma akuminata atau lebih dikenal sebagai kutil kelamin merupakan salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh infeksi virus human papillomavirus (HPV), khususnya tipe HPV 6 dan 11.

Penyakit ini sering tak disadari karena dapat muncul tanpa gejala. Karena itu, mengenali gejala kondiloma akuminata sejak dini sangat penting untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dan mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Lalu, apa saja gejala kondiloma akuminata? Artikel ini akan membahas secara lengkap gejala, penyebab, serta cara mengatasi kondiloma akuminata.

Gejala Kondiloma Akuminata

Ilustrasi gejala kondiloma akuminata. Foto: Shutterstock

Merujuk World Health Organization (WHO), kondiloma akuminata adalah benjolan atau lesi yang muncul di area genital, anus, atau mulut akibat infeksi HPV. Penyakit ini umumnya ditularkan melalui hubungan seksual, baik vaginal, anal, maupun oral.

Walau lebih sering ditemukan pada orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, atau mereka yang aktif secara seksual dengan banyak pasangan, kondiloma akuminata teteap dapat menyerang siapa pun. Adapun gejala awal yang dapat diperhatikan, antara lain:

1. Munculnya Kutil atau Benjolan Kecil

Gejala paling umum adalah munculnya kutil berukuran kecil, lembut, dan berwarna merah muda, cokelat muda, atau keabu-abuan. Kutil ini bisa muncul sendiri-sendiri atau bergerombol, menyerupai bentuk kembang kol.

Pada pria, kutil biasanya muncul di batang atau kepala penis, skrotum, atau di sekitar anus. Sementara pada wanita, kutil bisa muncul di bibir vagina, leher rahim, atau di dalam saluran vagina.

2. Gatal atau Rasa Tak Nyaman

Beberapa penderita merasakan gatal, iritasi, atau rasa terbakar di area yang terdapat kutil. Meski tak semua orang mengalami sensasi ini, rasa gatal bisa menjadi pertanda awal infeksi.

3. Perdarahan saat Berhubungan Seksual

Kutil yang muncul di dalam saluran vagina atau anus dapat berdarah saat terjadi gesekan, misalnya, ketika melakukan hubungan seksual. Ini bisa menyebabkan rasa nyeri dan tak nyaman.

4. Kutil yang Membesar atau Bertambah Banyak

Kutil dapat tumbuh membesar dan bertambah jumlahnya seiring waktu jika tak segera ditangani. Pada beberapa kasus, kutil yang sudah membesar bisa mengganggu aktivitas sehari-hari atau menyebabkan masalah psikologis karena rasa malu dan tak percaya diri.

5. Tak Ada Gejala Sama Sekali

Dalam banyak kasus, penderita kondiloma akuminata tak mengalami gejala apa pun. Hal ini membuat penyakit ini sulit terdeteksi, padahal virus tetap bisa menular ke orang lain.

Baca Juga: Gejala Rabies pada Manusia yang Harus Diketahui Sejak Dini

Penyebab Kondiloma Akuminata

Ilustrasi masalah kondiloma akuminata. Foto: Shutterstock

Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kondiloma akuminata menular melalui kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi, terutama saat melakukan hubungan seksual. Penularan juga bisa terjadi melalui:

  • Sentuhan kulit ke kulit dengan area yang terinfeksi.

  • Penggunaan alat bantu seks bersama.

  • Dari ibu hamil ke bayi saat persalinan.

Meski kutil kelamin sendiri tak menyebabkan kematian, virus HPV yang menjadi penyebabnya bisa berkembang menjadi masalah serius. Beberapa jenis HPV lainnya (bukan tipe 6 dan 11) bahkan bisa menyebabkan kanker serviks, kanker anus, hingga kanker tenggorokan.

Cara Mengatasi Kondiloma Akuminata

Ilustrasi vaksin HPV. Foto: Shutterstock

Dengan gaya hidup seksual yang sehat dan bertanggung jawab, serta melakukan vaksinasi HPV, kondiloma akuminata dapat dicegah sepenuhnyai.

Namun, jika terlanjur terjangkit penyakit ini, berikut beberapa pengobatan lain yang biasa dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (SPKK) rekomendasikan:

  • Obat topikal seperti podofilin, imiquimod, atau asam trikloroasetat.

  • Krioterapi (pembekuan kutil).

  • Elektrokauter atau bedah laser.

  • Eksisi atau operasi pengangkatan pada kasus yang berat.

Sebagai informasi tambahan, seluruh pengobatan tersebut bertujuan untuk menghilangkan kutil, tetapi tak dapat menghilangkan virus sepenuhnya dari tubuh.

(NDA)