Gejala Mpox pada Anak dan Cara Mengatasinya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mpox, yang sebelumnya dikenal sebagai monkeypox (cacar monyet), adalah penyakit zoonosis yang berbentuk seperti cacar air, tetapi disebabkan oleh virus dari keluarga Orthopoxvirus.
Meski awalnya dianggap lebih banyak menyerang orang dewasa, kasus Mpox pada anak-anak juga mulai ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami gejala Mpox pada anak agar dapat melakukan langkah penanganan sejak dini dan mencegah penularan lebih lanjut.
Apa Itu Mpox?
Merujuk World Health Organization (WHO), Mpox pertama kali ditemukan pada manusia di Afrika Tengah dan Barat. Namun kini telah menyebar secara global.
Mpox dapat menular dari hewan ke manusia maupun antar-manusia melalui kontak langsung dengan luka kulit, cairan tubuh, droplet pernapasan, atau benda-benda yang terkontaminasi virus.
Menurut CDC, anak-anak memiliki risiko tinggi tertular Mpox karena sistem kekebalan tubuh mereka yang belum sempurna dan kebiasaan bermain atau bersentuhan fisik secara langsung.
Baca Juga: Gejala Penyakit Ginjal Stadium Awal yang Perlu Perhatian
Gejala Mpox pada Anak
Dikutip dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, gejala Mpox pada anak umumnya mirip dengan orang dewasa, tetapi bisa lebih cepat berkembang. Masa inkubasi virus ini selama 5–21 hari. Berikut tanda dan gejala awal Mpox pada anak:
1. Demam Tinggi
Demam merupakan gejala awal yang paling umum. Suhu tubuh anak bisa mencapai lebih dari 38,5°C dan disertai menggigil atau nyeri tubuh.
2. Sakit Kepala dan Nyeri Otot
Anak mungkin mengeluhkan sakit kepala, nyeri otot, serta kelelahan yang berlebihan.
3. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening
Salah satu gejala khas Mpox yang membedakannya dari cacar air adalah pembengkakan kelenjar getah bening, khususnya di leher, ketiak, atau selangkangan.
4. Ruam Kulit yang Menyebar
Ruam khas Mpox akan muncul 1–3 hari setelah demam. Awalnya berupa bintik merah kecil, kemudian berkembang menjadi lenting berisi cairan atau nanah, lalu mengeras menjadi kerak. Ruam ini sering muncul di wajah, tangan, kaki, dan area kelamin, serta bisa menyebar ke seluruh tubuh.
5. Lemas dan Tidak Nafsu Makan
Anak menjadi lebih rewel, kurang nafsu makan, dan tampak lemah. Ini bisa menjadi pertanda tubuhnya sedang melawan infeksi.
Cara Mengatasi Mpox pada Anak
Jika anak menunjukkan gejala yang mengarah ke Mpox, berikut langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasinya sebagaimana diinformasikan Cleveland Clinc:
Segera isolasi anak. Jauhkan anak dari kontak dengan orang lain, termasuk saudara kandung, untuk mencegah penularan.
Bawa ke fasilitas kesehatan. Periksakan anak ke dokter atau Puskesmas terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.
Jaga kebersihan dan sanitasi. Rutin cuci tangan, bersihkan benda-benda yang sering disentuh anak, dan gunakan masker bila perlu.
Berikan nutrisi yang cukup. Pastikan anak tetap mendapatkan asupan makanan dan cairan yang cukup agar daya tahan tubuh tetap kuat.
(NDA)
