Imunisasi BCG Paling Lambat Usia Berapa? Ini Penjelasannya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Imunisasi menjadi langkah penting dalam melindungi anak terhadap berbagai penyakit berbahaya. Setiap orang tua perlu memperhatikan waktu pemberiannya supaya vaksin dapat bekerja secara optimal.
Salah satu imunisasi dasar yang menjadi perhatian adalah imunisasi BCG. Vaksin ini dikenal mampu mencegah penyakit tuberkulosis (TBC) yang bisa berdampak serius jika tak ditangani sejak dini.
Lalu, imunisasi BCG paling lambat diberikan usia berapa? Simak jawabannya dalam artikel ini agar orang tua tak melewatkan momen penting ini.
Apa Itu Imunisasi BCG?
Imunisasi BCG (Bacillus Calmette Guerin) merupakan imunisasi untuk mencegah terjadinya penyakit TBC. Penyakit tersebut umumnya menyerang paru dengan gejala seperti demam, batuk, menggigil, dan berkeringat dingin pada malam hari.
Selain itu, vaksin ini juga dapat membantu melindungi tubuh dari gejala berat seperti TBC pada selaput otak, paru-paru, tulang, kelenjar bening, dan usus.
Vaksin BCG dikembangkan dari bakteri Mycobacterium bovis hidup yang telah dilemahkan dan berfungsi untuk merangsang sistem kekebalan tubuh agar mengenali dan melawan bakteri penyebab TBC.
Imunisasi BCG Paling Lambat Usia Berapa?
Pemberian vaksin BCG termasuk dalam program imunisasi dasar lengkap yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan. Imunisasi BCG idealnya diberikan sejak bayi baru lahir hingga paling lambat usia dua bulan.
Setelah usia tersebut, pemberian vaksin BCG tetap bisa dilakukan tetapi dengan beberapa syarat tambahan, seperti pemeriksaan uji tuberkulin terlebih dahulu.
Mengutip buku Ilmu Kesehatan Anak karya Hadriani dkk, jika imunisasi diberikan setelah anak berusia dua bulan, orang tua disarankan untuk melakukan tes Mantoux (tuberkulin) untuk mengetahui apakah bayi terpapar atau terkena kuman Mycobacterium tuberculosis atau belum.
Selain itu, apabila terdapat penderita TB yang tinggal serumah atau sering bertandang ke rumah, sesegera mungkin setelah lahir bayi diberikan imunisasi BCG. Pemberian vaksin ini sebanyak satu kali dengan cara disuntikkan di daerah lengan kanan atas dengan dosis 0,05 ml.
Baca Juga: Imunisasi Rotavirus Berapa Kali Diberikan? Ini Penjelasannya
Efek Samping Imunisasi BCG
Mengutip buku Askeb Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Prasekolah Series Imunisasi oleh Putu Dian Prima Kusuma Dewi dan Putu Sukma Megaputri, reaksi normal yang umum terjadi setelah imunisasi BCG, antara lain:
1. Pembengkakan di Tempat Suntikan
Setelah vaksin diberikan, area suntikan akan mengalami kemerahan, bengkak, dan terasa sedikit nyeri. Pembengkakan biasanya muncul dalam beberapa hari hingga minggu setelah imunisasi dan akan menghilang dengan sendirinya.
2. Munculnya Luka Kecil
Salah satu tanda yang cukup khas setelah imunisasi BCG adalah terbentuknya luka kecil di tempat suntikan. Setelah 2—6 minggu kemudian, pembengkakan di area bekas suntikan menjadi bisul kecil (papula), kemudian pecah menjadi luka.
Luka ini bisa mengeluarkan cairan atau nanah sebelum akhirnya mengering dan menjadi jaringan parut. Proses ini bisa berlangsung hingga beberapa bulan, dan tak memerlukan pengobatan khusus karena akan sembuh dengan sendirinya secara spontan.
3. Pembengkakan Kelenjar
Pada beberapa kasus, efek samping imunisasi BCG yang cukup berat bisa menimbulkan pembengkakan di kelenjar limfa pada leher atau ketiak.
Hal ini biasanya disebabkan oleh kesalahan penyuntikan yang terlalu dalam dan dosis yang terlalu tinggi. Pembesaran kelenjar ini terasa padat, tetapi tak menimbulkan demam.
(SA)
