Konten dari Pengguna

Jaringan Adiposa: Pengertian, Fungsi, dan Strukturnya

Artikel Kesehatan
Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
17 Mei 2022 12:42 WIB
·
waktu baca 5 menit
clock
Diperbarui 2 Juni 2022 20:05 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi jaringan adiposa. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jaringan adiposa. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Satu di antara banyaknya komponen penting yang menyusun tubuh manusia adalah jaringan adiposa. Jaringan ini juga merupakan salah satu organ terbesar dalam tubuh. Jaringan adiposa bisa juga disebut sebagai jaringan lemak.
ADVERTISEMENT
Diketahui, pada tubuh wanita dengan berat badan normal terdapat jaringan adiposa sekitar 20-25 persen dari total berat badan. Sementara tubuh pria menyimpan sekitar 15-20 persen jaringan adiposa.
Jaringan adiposa dapat ditemukan di bawah kulit (lemak subkutan), di sekitar organ dalam (lemak visceral), di antara otot, di antara sumsum tulang dan di jaringan payudara. Jaringan adiposa terbagi menjadi dua bentuk, yakni yang berwarna cokelat dan putih.
Lantas, apa yang dimaksud dengan jaringan adiposa? Untuk mengetahui jawaban lengkapnya, simak uraian artikel di bawah ini selengkapnya.

Apa yang Dimaksud dengan Jaringan Adiposa?

Mengutip buku Biologi Jl. 3 Ed. 5 terbitan Erlangga, jaringan adiposa (adipose tissue) adalah bentuk khusus dari jaringan ikat longgar yang menyimpan lemak dalam sel-sel adiposa yang tersebar di seluruh matriksnya.
ADVERTISEMENT
Jaringan adiposa melapisi dan menginsulasi tubuh, serta menyimpan molekul molekul bahan bakar. Setiap sel adiposa mengandung suatu butiran lemak besar yang membengkak ketika lemak disimpan dan akan mengerut ketika tubuh menggunakan lemak itu sebagai bahan bakar.
Faktor keturunan, olahraga, dan makanan yang dikonsumsi dapat mempengaruhi jumlah lemak yang tersimpan dalam sel adiposa. Terdapat juga beberapa bukti bahwa jumlah lemak yang disimpan ketika masih bayi, turut menentukan jumlah sel-sel lemak dalam jaringan ikat.
Mengapa jaringan adiposa termasuk jaringan ikat? Menurut Dr. Reni Utari, jaringan adiposa termasuk dalam jaringan ikat karena ini terbentuk saat terjadi diferensiasi sel punca mesenkim menjadi adiposit selama masa perkembangan janin.
Sel punca mesenkim sendiri adalah sel induk pluripoten yang dapat berubah menjadi berbagai jenis sel, di antaranya, yakni sel lemak adiposit, sel tulang, sel tulang rawan, hingga sel otot.
ADVERTISEMENT
Purwo Sri Rejeki, Chabib Fachry Alba, dan Rizka Eka Prasetya menerangkan dalam buku Adipogenesis Perkembangan Adiposa dari Sel Punca Hingga Adiposit, terdapat dua jenis jaringan adiposa yang berbeda dalam hal penyebaran atau lokalisasi, warna, vaskularisasi, dan aktivitas metabolisme.
Kedua jaringan tersebut adalah jaringan adiposa putih dan cokelat. Gambaran histologi jaringan adiposa putih, yaitu sel-sel lemak yang hanya mengandung satu vakuola besar dalam sitoplasma sehingga dinamakan juga lemak unilokuler. Jenis ini tersebar di seluruh bagian tubuh.
Sementara jaringan adiposa cokelat, yakni sel-sel lemak yang mengandung banyak vakuola dalam sitoplasma sehingga dinamakan juga lemak multilokuler. Jenis ini kerap ditemukan pada bayi yang baru lahir dan jumlahnya lebih sedikit daripada jaringan lemak putih.
ADVERTISEMENT

Apa Fungsi Jaringan Adiposa?

Ilustrasi fungsi jaringan adiposa. Foto: Laman Resmi Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI)
Terdapat beberapa fungsi jaringan adiposa. Menukil buku Adipogenesis Perkembangan Adiposa dari Sel Punca Hingga Adiposit karya Purwo Sri Rejeki, Chabib Fachry Alba, dan Rizka Eka Prasetya, fungsi jaringan adiposa adalah:
Fungsi-fungsi di atas merupakan fungsi jaringan lemak putih, sedangkan lemak cokelat kebanyakan hanya berfungsi pada bayi yang baru lahir untuk menghasilkan panas.
ADVERTISEMENT
Sehingga, ini dapat mencegah dan mengurangi obesitas dengan mengoksidasi asam lemak dan glukosa untuk mempertahankan thermogenesis (panas tubuh).
Meskipun pada manusia belum jelas, tetapi diketahui pada bayi baru lahir jumlah jaringan adiposa sangat banyak dan akan berkurang secara drastis dalam waktu singkat setelah kelahiran.

Apa Struktur Jaringan Adiposa?

Sumiyati Sumiyati dkk menjelaskan dalam buku Anatomi Fisiologi, berdasarkan pada struktur selnya jaringan adiposa diklasifikasikan menjadi dua, yaitu sebagai berikut:

1. Jaringan lemak unilocular

Sel-sel pada jaringan ini cuma mempunyai satu vakuola lemak yang ialah tempat penyimpanan tenaga utama untuk organisme. Corak jaringan lemak unilokular dari putih sampai kuning tua, diakibatkan terdapatnya karotenoid yang larut dalam tetes lemak sel ini. Nyaris segala jaringan lemak pada orang berusia tercantum tipe ini.
ADVERTISEMENT
Jaringan ini tersebar di segala badan kecuali pada kelopak mata, penis, skrotum serta aurikula kuping luar kecuali lobulus. Struktur histologis sel lemak unilokular berupa bundar apabila diisolasi tetapi berupa polyhedral dalam jaringan lemak, sebab berhimpit padat.
Pada tampilan mikroskop biasa, tiap sel nampak bagaikan cincin tipis sitoplasma ataupun sel cincin cap (signet ring cell) mengelilingi vakuola yang ditinggalkan oleh tetes lipid yang larut oleh alkohol serta xilol.
Tinjauan secara histogenesis, sel lemak tumbuh dari lipoblas yang asalnya dari mesenkim. Lipid bertumpuk sedikit demi sedikit secara terpisah tetapi tidak lama setelah itu bergabung membentuk satu tetes yang lebih besar yang menandai sel jaringan unilokular.

2. Jaringan lemak multilocular

Sel-sel pada jaringan ini mempunyai beberapa vakuola lemak serta banyak mitokondria. Mereka mengganti tenaga kimiawi menjadi tenaga panas apabila terangsang.
ADVERTISEMENT
Jaringan lemak multilokular juga sering disebut lemak coklat sebab rupanya menyerupai mitokondria. Ini diakibatkan oleh banyaknya kapiler darah yang bertebaran di dalam jaringannya.
Penyebaran jaringan adiposa coklat ini tidak sebanyak jaringan putih. Selain itu, sel jaringan multilokular berupa polygonal serta lebih kecil dari sel jaringan lemak unilokular. Sitoplasmanya memiliki sebesar tetes lipid dengan bermacam dimensi, intinya bundar di tengah serta banyak mitokondria.

Bagaimana Jika Tidak Ada Jaringan Adiposa?

Ilustrasi kelebihan jaringan adiposa. Foto: Pixabay
Meski seluruh tubuh diliputi oleh jaringan adiposa atau jaringan lemak, namun orang selalu menganggap bahwa jaringan ini sebagai penjahat yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan.
Padahal, apabila tidak ada jaringan adiposa atau mengurangi konsumsi lemak secara berlebihan dapat memicu kondisi tertentu. Apa sajakah itu?
ADVERTISEMENT
Merujuk buku Mau Langsing? Stop Diet! oleh Lanny Lingga, berikut bahaya yang akan ditimbulkan apabila tubuh tidak memiliki jaringan adiposa:
(NDA)