Konten dari Pengguna

Kenapa Habis Makan Mual? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mual setelah makan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mual setelah makan. Foto: Unsplash

Mual setelah makan adalah kondisi yang cukup umum terjadi. Sensasi ini sering kali membuat tak nyaman dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, kenapa habis makan mual?

Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan mual setelah makan, mulai dari gangguan pencernaan, infeksi, hingga kondisi medis tertentu.

Simak terus uraian ini untuk memahami penyebab mual setelah makan agar Anda dapat menemukan solusi yang tepat untuk mengatasinya.

Penyebab Mual Setelah Makan

Ilustrasi mual setelah makan. Foto: Unsplash

Banyak orang yang kerap merasa mual setelah makan. Beberapa di antaranya mengalami mual ringan, sementara yang lain bisa merasakan gejala lebih parah, seperti muntah atau sakit perut.

Merujuk situs Medical News Today, berikut beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab mual setelah makan paling umum.

1. Makan Terlalu Banyak atau Terlalu Cepat

Ketika Anda makan dalam porsi besar atau terlalu cepat, sistem pencernaan bisa kesulitan mencerna makanan dengan baik. Akibatnya, lambung bisa terasa penuh, begah, dan memicu mual.

2. Refluks Asam (GERD)

GERD atau refluks asam terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan setelah makan. Ini bisa menyebabkan sensasi terbakar di dada (heartburn), mual, hingga rasa asam di mulut.

3. Alergi atau Intoleransi Makanan

Beberapa orang memiliki alergi atau intoleransi terhadap makanan tertentu, seperti susu, gluten, atau makanan laut. Jika merasa mual setelah makan makanan tertentu, mungkin Anda memiliki reaksi alergi atau intoleransi.

4. Infeksi Pencernaan

Infeksi bakteri atau virus pada saluran pencernaan, seperti keracunan makanan atau gastroenteritis dapat menyebabkan mual setelah makan. Biasanya, kondisi ini juga disertai dengan muntah, diare, dan kram perut.

5. Gangguan pada Kantong Empedu

Batu empedu atau gangguan lain pada kantong empedu bisa menyebabkan mual setelah makan, terutama setelah mengonsumsi makanan berlemak. Biasanya, kondisi ini juga disertai dengan nyeri di bagian kanan atas perut.

6. Stres dan Kecemasan

Stres dan kecemasan bisa memengaruhi sistem pencernaan dan menyebabkan mual setelah makan. Kondisi ini sering terjadi pada orang yang memiliki gangguan kecemasan atau sedang mengalami tekanan emosional.

7. Kehamilan (Morning Sickness)

Bagi wanita hamil, mual setelah makan bisa menjadi gejala morning sickness, terutama pada trimester pertama kehamilan. Mual ini bisa terjadi kapan saja, termasuk setelah makan.

8. Efek Samping Obat-obatan

Beberapa obat, seperti antibiotik, obat penghilang rasa sakit, atau suplemen zat besi bisa menyebabkan mual setelah makan.

Baca Juga: Kuku Bergelombang Tanda Penyakit Apa? Ini Penjelasannya

Cara Mencegah Mual Setelah Makan

Ilustrasi mual setelah makan. Foto: Unsplash

Berdasarkan informasi dalam laman Cleveland Clinic, Anda bisa menerapkan beberapa langkah berikut agar tidak mengalami mual setelah makan:

  • Makan dalam porsi kecil tetapi sering.

  • Kunyah makanan dengan baik dan jangan terburu-buru.

  • Hindari makanan berminyak, pedas, atau terlalu berat.

  • Minum air putih yang cukup, tetapi jangan langsung dalam jumlah banyak setelah makan.

  • Hindari berbaring atau tidur segera setelah makan.

  • Kelola stres dengan baik dan makan dalam suasana yang nyaman.

(NDA)