Kuku Bergelombang Tanda Penyakit Apa? Ini Penjelasannya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kuku yang sehat biasanya memiliki permukaan yang halus, kuat, dan berwarna merah muda. Namun, tidak sedikit orang yang mengalami perubahan tekstur pada kuku, seperti kuku yang menjadi bergelombang.
Kondisi kuku yang bergelombang bisa terjadi secara vertikal maupun horizontal. Tiap pola tersebut memiliki faktor penyebab yang berbeda-beda. Perubahan ini sering kali dianggap sepele, padahal kuku bergelombang bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan atau penyakit tertentu.
Penyebab Kuku Bergelombang Vertikal
Kuku bergelombang secara vertikal membentuk pola yang membentang dari ujung kuku hingga ke kutikula. Ada beberapa kondisi yang mendasari munculnya kuku bergelombang jenis ini, di antaranya sebagai berikut.
1. Penuaan Alami
Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan, termasuk pada kuku. Kuku yang mengalami gelombang vertikal terbentuk karena pertumbuhan sel-sel kuku melambat dan menyebabkan permukaan kuku menjadi tidak rata.
2. Anemia Defisiensi Besi
Anemia defisiensi besi terjadi ketika sel darah merah menurun karena kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi dapat memicu kuku bergelombang vertikal. Kondisi ini ditandai dengan perubahan pada kuku yang rapuh, mudah patah, dan dapat membentuk cekungan seperti sendok.
3. Trachyonychia
Jika kuku bergelombang vertikal diikuti gejala lain seperti kuku mudah rapuh dan perubahan tekstur, hal itu mungkin disebabkan oleh kondisi medis, yakni trachyonychia.
Baca Juga: Penyebab Ambeien di Usia Muda dan Cara Mencegahnya
Penyebab Kuku Bergelombang Horizontal
Kuku yang bergelombang secara horizontal kerap disebut juga dengan istilah garis Beau. Garis-garis ini dapat muncul ketika pertumbuhan kuku berhenti sementara karena cedera atau penyakit.
Beberapa kondisi yang mendasari munculnya kuku bergelombang secara horizontal antara lain:
1. Infeksi dan Trauma
Infeksi jamur pada kuku bisa membuat kuku menjadi lebih tebal, berubah warna, dan mengalami gelombang horizontal. Kondisi ini sering terjadi pada kuku kaki karena lingkungan yang lembap.
Selain itu, cedera atau tekanan berulang pada kuku dapat menyebabkan kuku menjadi bergelombang. Trauma ini dapat mengganggu pertumbuhan kuku dan menghasilkan permukaan yang tidak rata.
2. Diabetes
Diabetes dapat memengaruhi kesehatan kuku dengan berbagai cara, termasuk menyebabkan kuku tumbuh lebih lambat dan mengalami gelombang horizontal.
3. Penyakit Vaskular Perifer
Penyakit vaskular perifer atau peripheral vascular diseases (PVDs) merupakan kondisi yang memengaruhi pembuluh darah, baik arteri maupun vena. Penyakit ini terjadi ketika pembuluh darah menyempit karena arteriosklerosis atau penumpukan plak di dalam pembuluh darah.
Penyempitan ini menyulitkan untuk mempertahankan kadar darah dan aliran oksigen yang optimal ke organ dalam. Pasokan darah yang buruk memengaruhi kuku dan menyebabkan kuku bergelombang.
4. Gangguan Tiroid
Masalah tiroid dapat memengaruhi kesehatan kuku. Kuku yang bergelombang, rapuh, dan mudah patah bisa menjadi tanda adanya gangguan hormon yang perlu ditangani lebih lanjut.
(SA)
