Konten dari Pengguna

Kenapa Tangan Sering Kesemutan? Ini 9 Penyebabnya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tangan kesemutan. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tangan kesemutan. Foto: Unsplash.com

Kesemutan adalah sensasi tidak nyaman yang sering digambarkan seperti rasa geli, tertusuk jarum halus, atau mati rasa pada bagian tubuh tertentu.

Salah satu lokasi yang paling sering mengalami kesemutan adalah tangan. Banyak orang mungkin pernah mengalaminya saat tidur, duduk terlalu lama, atau tanpa sebab yang jelas.

Namun, jika kesemutan terjadi terlalu sering atau berlangsung lama, ini bisa menjadi tanda dari kondisi medis tertentu. Lalu, kenapa tangan sering kesemutan?

Artikel ini akan membahas berbagai kemungkinan penyebabnya, mulai dari yang ringan hingga yang perlu diwaspadai, serta cara mengatasinya.

Kenapa Tangan Sering Kesemutan?

Ilustrasi tangan kesemutan. Foto: Unsplash.com

Dalam banyak kasus, kesemutan bersifat sementara dan tak berbahaya. Namun, jika berlangsung lama, terjadi berulang, atau disertai gejala lain yang mengganggu, bisa jadi ini merupakan tanda dari gangguan saraf atau penyakit sistemik yang lebih serius.

Oleh karena itu, mengetahui kenapa tangan sering kesemutan bisa membantu kamu memahami kondisi tubuh dan mencegah hal-hal yang lebih serius. Berikut faktor yang bisa menjadi penyebab tangan sering kesemutan menurut Mayo Clinic dan WebMD.

1. Tekanan pada Saraf

Kesemutan bisa terjadi ketika saraf tertekan untuk waktu yang lama. Misalnya, tidur dengan tangan tertindih, atau menyandarkan siku terlalu lama saat duduk. Kondisi ini biasanya hanya sementara dan akan mereda setelah tekanan dilepaskan.

2. Sirkulasi Darah yang Terganggu

Kurangnya aliran darah ke tangan bisa menyebabkan kesemutan. Ini bisa terjadi jika pembuluh darah terhambat atau terjepit, misalnya, karena posisi tidur atau duduk yang tidak ergonomis.

3. Kekurangan Vitamin

Vitamin B, terutama B1, B6, dan B12, berperan penting dalam menjaga kesehatan saraf. Kekurangan vitamin B bisa menyebabkan gangguan saraf perifer yang memicu kesemutan di tangan dan kaki.

4. Cedera atau Trauma

Cedera pada leher, bahu, atau lengan dapat memengaruhi saraf yang menuju ke tangan sehingga menyebabkan kesemutan, nyeri, atau mati rasa.

5. Sindrom Carpal Tunnel

Ini adalah kondisi ketika saraf median di pergelangan tangan terjepit. Kesemutan biasanya dirasakan di ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah, serta memburuk saat malam hari.

Pekerja yang sering menggunakan tangan secara berulang, seperti mengetik atau menggunakan alat berat, berisiko mengalami kondisi ini.

Baca Juga: Tangan Berkeringat Tanda Penyakit Apa? Ini Penjelasannya

6. Neuropati Perifer

Neuropati perifer adalah kerusakan pada saraf-saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang. Penyebabnya bisa bermacam-macam, termasuk diabetes, infeksi, atau efek samping dari obat-obatan. Kondisi ini menyebabkan kesemutan kronis yang disertai rasa terbakar atau nyeri menusuk.

7. Diabetes

Salah satu komplikasi dari diabetes yang paling umum adalah neuropati diabetik. Penderita diabetes sering mengalami kesemutan di tangan dan kaki karena tingginya kadar gula darah yang merusak saraf secara perlahan.

8. Multiple Sclerosis (MS)

MS adalah penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf pusat. Salah satu gejalanya bisa berupa kesemutan yang datang dan pergi, dan sering disertai gangguan penglihatan, keseimbangan, atau kelemahan otot.

9. Stroke atau Transient Ischemic Attack (TIA)

Kesemutan mendadak yang disertai dengan kelemahan di satu sisi tubuh, gangguan berbicara, atau kebingungan bisa menjadi tanda awal strok. Jika mengalami gejala ini, segera cari bantuan medis.

(NDA)