Konten dari Pengguna

Leukosit Rendah: Arti, Penyebab, hingga Gejalanya

Artikel Kesehatan

Artikel Kesehatan

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi leukosit rendah. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi leukosit rendah. Foto: Pexels.com

Jumlah sel darah putih atau leukosit merupakan indikator penting dalam menilai sistem kekebalan tubuh seseorang. Leukosit berperan besar dalam melawan infeksi dan melindungi tubuh dari organisme asing yang masuk ke dalam tubuh.

Ketika jumlah leukosit menurun, kondisi ini tak bisa dianggap sepele karena dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang serius. Oleh karena itu, penting untuk memahami arti dari leukosit rendah, penyebab, dan dampaknya pada tubuh.

Apa Itu Leukosit Rendah?

Ilustrasi leukosit rendah. Foto: Pexels.com

Leukosit rendah, atau leukopenia, adalah kondisi ketika jumlah leukosit yang diproduksi terlalu sedikit dari normal. Dalam kondisi normal, kadar leukosit biasanya sebanyak 4.400 hingga 11.000 sel per mikroliter darah.

Jika angkanya berada di bawah nilai tersebut, seseorang dapat dikatakan memiliki leukosit rendah. Mengutip buku Buku Ajar Patologi Klinik Veteriner karya Retno Bijanti, penurunan leukosit bisa terjadi pada seluruh jenis leukosit atau salah satu jenis saja, misalnya, netropenia, limfopenia, atau eosinopenia.

Dengan adanya penurunan jumlah leukosit dalam tubuh, hal ini akan memengaruhi sistm kekebalan tubuh secara keseluruhan. Seseorang yang memiliki kadar leukosit rendah, tubuhnya akan lebih mudah terserang berbagai penyakit.

Baca Juga: Penyebab Pembuluh Darah Pecah dan Cara Mencegahnya

Penyebab Leukosit Rendah

Ilustrasi leukosit rendah. Foto: Unsplash.com

Leukopenia biasanya timbul karena berbagai macam penyebab. Berikut faktor yang bisa menyebabkan jumlah leukosit menurun.

1. Infeksi Virus

Infeksi virus seperti influenza, tifus, malaria, TBC, atau HIV bisa menyebabkan jumlah sel darah putih menurutn. Virus bisa menyerang sumsum tulang, tempat produksi sel darah sehingga memperlambat produksi leukosit untuk sementara waktu.

2. Efek Samping Obat

Beberapa jenis obat, terutama kemoterapi untuk pengobatan kanker diketahui dapat menekan produksi leukosit. Selain itu, obat antihistamin, antihipertensi, antipsikotik, obat antiepilepsi, dan steroid juga bisa menyebabkan leukopenia.

3. Gangguan Sumsum Tulang

Penyakit seperti anemia aplastik atau mieloma multipel dapat menurunkan fungsi sumsum tulang belakang dan menyebabkan produksi leukosit berkurang secara drastis.

4. Penyakit Autoimun

Pada penyakit autoimun seperti lupus atau artritis reumatoid, sistem kekebalan tubuh akan menyerang dan menghancurkan sel darah putihnya sendiri. Ini menyebabkan jumlah leukosit menurun.

5. Kekurangan Nutrisi

Tubuh memerlukan nutrisi tertentu seperti vitamin B12, asam folat, dan zat besi untuk memproduksi sel darah. Jika asupan nutrisi ini kurang, produksi leukosit bisa terganggu.

Gejala Leukosit Rendah

Ilustrasi leukosit rendah. Foto: Pexels.com

Mengutip buku berjudul Modul Ajar Patofisiologi yang disusun Ahmad dkk., gejala umum leukopenia meliputi:

  • Mudah terserang penyakit infeksi

  • Kelelahan ekstrem

  • Mudah kantuk

  • Demam tinggi

  • Sakit kepala

  • Sakit tenggorokan

  • Ruam kulit

  • Menstruasi berkepanjangan dan keputihan yang tak biasa pada wanita

  • Gusi berdarah atau infeksi mulut

  • Luka yang sulit sembuh dan luka mengeluarkan nanah

(SA)