Penyebab Pembuluh Darah Pecah dan Cara Mencegahnya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembuluh darah merupakan saluran penting dalam tubuh yang bertugas mengalirkan darah ke seluruh jaringan. Namun, dalam beberapa kondisi, pembuluh darah bisa pecah, baik di bawah permukaan kulit, di otak, mata, atau bagian tubuh lainnya.
Pecahnya pembuluh darah bisa menimbulkan dampak ringan seperti memar, hingga kondisi serius seperti strok hemoragik. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab pembuluh darah pecah agar kita bisa mencegahnya sejak dini.
Penyebab Pembuluh Darah Pecah
Mayo Clinic menjelaskan bahwa pembuluh darah pecah adalah kondisi ketika dinding pembuluh darah mengalami kerusakan atau robek sehingga darah keluar ke jaringan sekitarnya.
Dalam kasus ringan, hal ini menimbulkan memar atau bintik merah (petechiae), sedangkan pada kasus berat, bisa terjadi pendarahan internal yang mengancam nyawa.
Jenis pembuluh darah yang bisa pecah, yakni kapiler (pembuluh darah kecil), arteri (pembuluh darah yang membawa darah dari jantung), dan vena (pembuluh darah yang membawa darah ke jantung). Berikut penyebab pembuluh darah pecah yang paling umum menurut WHO.
1. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
Hipertensi adalah salah satu penyebab utama pembuluh darah pecah, terutama di otak. Tekanan darah yang tinggi terus-menerus dapat melemahkan dinding pembuluh darah hingga akhirnya pecah.
2. Cedera Fisik atau Trauma
Benturan, jatuh, atau kecelakaan bisa menyebabkan pembuluh darah pecah, baik di permukaan kulit maupun di organ dalam seperti otak dan mata.
3. Aneurisma
Aneurisma adalah pelebaran abnormal pada pembuluh darah yang bisa pecah kapan saja. Kondisi ini sering kali tak menimbulkan gejala sampai terjadi pecah pembuluh darah, terutama di otak (aneurisma otak) atau aorta.
4. Penuaan
Seiring bertambahnya usia, elastisitas pembuluh darah menurun. Ini membuatnya lebih mudah pecah, terutama di bagian tubuh seperti tangan, kaki, atau wajah.
5. Kelainan Pembekuan Darah
Kondisi seperti hemofilia atau penggunaan obat pengencer darah (antikoagulan) dapat meningkatkan risiko pendarahan dan pembuluh darah pecah, bahkan akibat cedera ringan.
6. Diabetes
Diabetes kronis dapat merusak pembuluh darah kecil (mikroangiopati), terutama di mata (retinopati diabetik) dan menyebabkan pembuluh darah rapuh dan mudah pecah.
7. Infeksi atau Peradangan
Beberapa infeksi atau penyakit autoimun seperti lupus dapat memicu peradangan pada dinding pembuluh darah (vaskulitis) dan membuatnya lebih mudah pecah.
8. Olahraga Berat atau Mengejan Berlebihan
Aktivitas fisik ekstrem, angkat beban berat, atau mengejan saat buang air besar bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah mendadak yang memicu pecahnya pembuluh darah, terutama di wajah atau mata.
Baca Juga: Penyebab Penyempitan Pembuluh Darah di Otak dan Gejalanya
Cara Mencegah Pembuluh Darah Pecah
Berikut beberapa langkah yang dapat membantu mencegah kondisi pembuluh darah pecah sebagaimana diterangkan Medical News Today.
Kendalikan tekanan darah dengan gaya hidup sehat dan rutin cek tensi.
Hindari merokok dan konsumsi alkohol berlebihan.
Konsumsi makanan sehat yang kaya antioksidan dan rendah lemak jenuh.
Olahraga teratur tetapi tak berlebihan.
Periksa kesehatan rutin, terutama jika memiliki riwayat hipertensi, diabetes, atau penyakit pembuluh darah.
Gunakan pelindung saat berolahraga untuk mencegah cedera.
Jangan abaikan gejala seperti sakit kepala ekstrem atau penglihatan kabur.
(NDA)
