Mengenal Apa Itu Bipolar Disorder, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
Konten dari Pengguna
28 Juni 2022 15:50
·
waktu baca 6 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bipolar disorder adalah gangguan mental yang ditandai dengan adanya perubahan suasana hati. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Bipolar disorder adalah gangguan mental yang ditandai dengan adanya perubahan suasana hati. Foto: Unsplash.com
ADVERTISEMENT
Bipolar disorder atau gangguan bipolar merupakan salah satu kondisi yang bisa dialami oleh semua orang. Lantas, apa itu bipolar disorder?
ADVERTISEMENT
Gangguan bipolar secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu gangguan mental yang ditandai dengan adanya perubahan suasana hati, energi, dan aktivitas yang bisa mengganggu kehidupan sehari-hari.
Gangguan ini bisa mengakibatkan munculnya gangguan parah pada kehidupan seseorang. Dampak dari gangguan ini bervariasi dan berbeda setiap individu.
Artikel ini akan membahas lebih rinci mengenai bipolar disorder, mulai dari pengertian, ciri-ciri atau gejala, dan jenis-jenisnya. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Bipolar Disorder?

Bipolar disorder adalah suatu gangguan kesehatan jiwa yang bisa membuat aktivitas sehari-hari penderitanya terganggu, bahkan bisa menyebabkan hal yang fatal.
Mengutip dari buku Saku Psikiatri yang ditulis dr. Martina Wiwie S. Nasrun, SpKJ, dkk, bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang tidak menentu. Seseorang yang menderita bipolar biasanya merasakan atau bertindak secara tidak bahagia, bahagia, energik, atau mudah marah.
Bipolar disorder adalah suatu penyakit mental yang ditandai dengan perubahan mood parah dari fase mania ke depresi. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Bipolar disorder adalah suatu penyakit mental yang ditandai dengan perubahan mood parah dari fase mania ke depresi. Foto: Unsplash.com
Dalam dunia medis, bipolar disorder merupakan gangguan kejiwaan yang terjadi pada bagian pengantar sinyal otak. Hal ini akan membuat penderitanya akan mengalami perubahan suasana hati secara fluktuatif dan drastis.
ADVERTISEMENT
Gangguan ini biasanya dimiliki oleh orang berusia 25 tahun ke atas, tetapi gejalanya bisa muncul selama masa remaja atau di kemudian hari.
Berdasarkan penjelasan di atas, bipolar disorder dapat diartikan sebagai suatu penyakit mental yang ditandai dengan perubahan mood parah dari fase mania ke depresi.

Apa yang Dirasakan Penderita Bipolar?

Penderita bipolar biasanya akan merasakan beberapa gejala. Namun, gejala utamanya adalah ketika terjadinya episode atau tahap pergantian suasana hati dari rendah.
Setiap episode terdiri dari perubahan tingkat energi, pola tidur, kemampuan untuk fokus, dan fitur lainnya dapat secara dramatis memengaruhi perilaku, pekerjaan, hubungan, dan aspek kehidupan seseorang lainnya.
Di samping itu, gejala penderita bipolar bisa berbeda setiap individu. Bagi sebagian orang, sebuah episode dapat berlangsung berlama-lama.
ADVERTISEMENT
Penderita bipolar biasanya akan mengalami tiga episode atau lebih dalam satu tahun. Tiga episode tersebut adalah sebagai berikut.

1. Hypomania

Hypomania atau mania atau episode manik adalah episode pada gangguan bipolar ketika suasana hati yang meningkat. Gejalanya dapat mencakup beberapa hal berikut ini:
  • Gangguan pada penglihatan.
  • Tidur sebentar dan tidak merasa lelah.
  • Mudah atau gampang bosan.
  • Berkinerja buruk di tempat kerja atau sekolah.
  • Merasa mampu melakukan apa saja
  • Menjadi lebih mudah bergaul dan bisa menjadi lebih agresif.
  • Terlibat dalam tindakan-tindakan yang membahayakan dan berisiko tinggi.
  • Adanya peningkatan libido
  • Merasa gembira atau euforia yang berlebihan.
  • Memiliki tingkat kepercayaan diri, harga diri, dan kepentingan diri yang tinggi.
  • Berbicara lebih banyak dan aktif serta lebih cepat.
  • Suka melompat dari satu topik ke topik lain dalam percakapan
  • Memiliki "semangat" yang datang dan pergi dengan cepat, dan ide-ide aneh yang dapat ditindaklanjuti oleh orang tersebut.
  • Menyangkal atau tidak menyadari bahwa ada sesuatu yang salah.
ADVERTISEMENT

2. Depresif

Pada episode ini, penderita bipolar akan merasakan depresi yang amat mendalam. Selama episode depresi bipolar, penderitanya mungkin mengalami:
  • Merasa suram dan putus asa.
  • Adanya kesedihan yang ekstrem.
  • Insomnia dan gangguan tidur lainnya.
  • Mudah merasa cemas tentang hal-hal kecil.
  • Merasa sakit pada bagian tubuh tertentu, tetapi tidak diobati.
  • Memiliki rasa cemas dan rasa bersalah yang tidak pada tempatnya.
  • Terjadi perubahan pola makan, bisa makan lebih banyak atau lebih sedikit.
  • Adanya penurunan dan penambahan berat badan yang secara berlebihan.
  • Timbul rasa lelah yang ekstrem.
  • Tidak mampu untuk menikmati kegiatan atau minat yang biasanya memberi kesenangan
  • Sulit fokus dan mudah lupa.
  • Memiliki kepekaan terhadap suara, bau, dan hal-hal lain yang mungkin tidak diperhatikan orang lain
  • Tidak mampu untuk pergi bekerja atau sekolah yang mungkin menyebabkan kinerja menjadi buruk.
ADVERTISEMENT

3. Psikosis

Apabila episode manik dan depresi terjadi sangat intens, penderita bipolar bisa mengalami psikosis. Pada episode ini, penderita bipolar akan kesulitan membedakan antara fantasi dan kenyataan.
Mengutip dari Medical News Today, gejala psikosis selama tinggi termasuk halusinasi, yang melibatkan mendengar atau melihat hal-hal yang tidak ada di sana dan delusi, yang merupakan keyakinan yang salah tetapi sangat dirasakan.
Penderita yang mengalami delusi mungkin percaya bahwa mereka terkenal, memiliki koneksi sosial tingkat tinggi, atau memiliki kekuatan khusus.

Berapa Jenis Bipolar?

Salah satu jenis bipolar adalah Bipolar I. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu jenis bipolar adalah Bipolar I. Foto: Unsplash.com
Secara umum, bipolar dibagi menjadi dua jenis. Namun, ada beberapa jenis gangguan yang disebut sama dengan gangguan bipolar. Berikut adalah jenis-jenis bipolar.

Gangguan Bipolar I

Bipolar I didefinisikan sebagai jenis bipolar yang timbul setidaknya satu episode manik. Jenis gangguan bipolar ini dapat mempengaruhi orang-orang dari semua jenis kelamin secara setara.
ADVERTISEMENT
Penderita gangguan bipolar 1 biasanya akan mengalami satu episode manik, kemudian berubah menjadi depresi. Perubahan ini sangatlah kentara dan terjadi tiba-tiba.
Biasanya gangguan bipolar 1 akan diawali dengan episode depresi yang amat dalam kemudian muncullah episode manik dan depresi yang berubah seketika.
Adapun gejala bipolar I adalah sebagai berikut:
  • Setidaknya 1 episode mania yang berlangsung minimal 1 minggu.
  • Terdapat gejala yang mempengaruhi aktivitas sehari-hari.
  • Muncul gejala yang tidak berhubungan dengan kondisi medis atau kesehatan mental lain atau penggunaan zat.

Gangguan Bipolar II

Orang dengan bipolar II mengalami satu episode depresi mayor yang berlangsung setidaknya 2 minggu. Gangguan bipolar II melibatkan periode hipomania, tetapi gejala yang lebih sering terlihat adalah depresi.
Penderita ganggan bipolar II biasanya mengalami satu atau lebih episode depresi dan setidaknya satu episode hipomanik. Selain itu, gejala bipolar II adalah:
ADVERTISEMENT
  • Setidaknya mengalami 1 episode hipomania yang berlangsung 4 hari atau lebih dan melibatkan tiga atau lebih gejala hipomania.
  • Perubahan suasana hati dan fungsi biasa yang berhubungan dengan hipomania yang dapat diperhatikan orang lain, meskipun ini mungkin tidak selalu mempengaruhi kehidupan sehari-hari.
  • Mengalami setidaknya 1 episode depresi berat yang berlangsung 2 minggu atau lebih.
  • Mengalami setidaknya 1 episode depresi berat, yang melibatkan 5 atau lebih gejala depresi kunci yang memiliki dampak signifikan pada kehidupan sehari-hari.
  • Gejala yang tidak berhubungan dengan kondisi medis atau kesehatan mental lain.
  • Seseorang dengan hipomania mungkin merasa baik dan berfungsi dengan baik, tetapi suasana hati mereka tidak akan stabil, dan ada risiko bahwa depresi akan mengikuti.
  • Beberapa orang menganggap gangguan bipolar II sebagai versi yang lebih ringan. Namun, bagi banyak orang, ini sangat berbeda.
ADVERTISEMENT
Itulah beberapa penjelasan mengenai gangguan bipolar. Jika mengalami beberapa gejala di atas, segera konsultasikan dengan psikolog atau dokter kesehatan jiwa.
Jika didiagnosis mengalami gangguan bipolar, lakukan sejumlah perawatan, seperti konseling, konsumsi obat-obatan sesuai resep dokter, mengubah gaya hidup, hingga terapi psikis.
Diskusikan dengan dokter terkait cara penanganan gangguan bipolar yang tepat agar gangguan ini bisa segera diatasi dengan cara yang tepat.
(SAI)
Apa itu gangguan bipolar I?
chevron-down
Apa itu gangguan bipolar II?
chevron-down
Apa yang dimaksud dengan episode manik?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020